Sertifikat Nikah

Bisa Bikin Gaduh, Jangan Paksakan Sertifikat Nikah

KONFRONTASI-Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengkritisi rencana penerbitan sertifikat nikah. Jika dipaksakan, akan memicu kegaduhan di masyarakat.

"Tidak pantaslah kalau ada orang yang mendapat sertifikat karena sudah layak kawin, ada juga yang tidak mendapatkan sertifikat karena tidak layak kawin. Nikah, kawin atau cerai itu urusan Allah. Jodoh itu urusan Allah. Maka nanti kalau itu tetap dipaksakan tentu akan mudharatnya akan banyak, akan gaduh lagi republik ini," kata Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Menguji Urgensi Sertifikat Nikah

Oleh Ainul Mizan*

Menko PMK (Pemberdayaan Manusia Kebudayaan), Muhajir Efendy, berencana meluncurkan program sertifikasi nikah. Program ini menjadi prasyarat untuk menikah (www.kompas.com, 13/11/2019). Menurutnya, setiap pasangan yang akan menikah wajib mengikuti kelas bimbingan sebagai bekal berkeluarga. Lamanya kelas 3 bulan. Program sertifikasi nikah dimulai tahun 2020.