Serangan Fajar

Anggota DPR Bowo Sidik Akui Duit Rp8 Miliar untuk Serangan Fajar

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan tim KPK menunjukkan barang bukti OTT Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso dalam konferensi pers di KPK Jakarta, Kamis (28/3/2019) - Bisnis/Ilham Budiman

 

KONFRONTASI -   Tersangka kasus dugaan suap jasa angkut pupuk, Bowo Sidik Pangarso, mengakui uang senilai Rp8 miliar yang disita KPK merupakan uang yang akan digunakan sebagai serangan fajar.

KPK Akan Buka Semua Amplop Serangan Fajar Bowo Sidik

KONFRONTASI  -    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan membuka semua amplop berisikan uang yang diduga dipersiapkan oleh anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso (BSP) untuk "serangan fajar" pada Pemilu 2019.

"Direncanakan semuanya akan dibuka untuk proses pembuktian dalam perkara ini tetapi nanti kita lihat lebih lanjut perkembangannya karena pada prinsipnya yang dilakukan KPK adalah tindakan-tindakan yang dibutuhkan untuk proses pembuktian," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis (4/4).

Awas, Serangan Fajar Dimulai: 12 Hari Jelang Masa Pencoblosan, Uang dan Sembako Ditebar

KONFRONTASI  -  Dua belas hari menjelang pencoblosan pemilu legislatif dan pemilu presiden, aksi ‘serangan fajar’ berupa bagi-bagi uang dan sembako ditengarai sudah dimulai. Hal ini terlihat dari 400 ribu amplop berisi uang hasil OTT KPK yang digunakan untuk ‘serangan fajar’.  Selain itu,  anggota DPR RI dari Partai NasDem, Akbar Faisal dan Juru Bicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dedi Gumelar pada acara ILC tvOne,  Selasa (2/4/2019) malam, mengakui ‘serangan fajar’ sudah berlangsung.