said didu

Said Didu: Dulu Pusat Maki-maki Anies Soal PSBB, Kini Mau Dijerat dengan UU Karantina, Waras?

KONFRONTASI-Opsi penerapan Pasal 93 UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dalam memproses kerumunan yang terjadi di tengah pandemi Covid-19 membuat beberapa pihak geleng-geleng.

Diketahui, salah satu kegiatan berkerumun yang paling disoroti adalah acara maulid nabi dan pernikahan putri imam besar FPI, Habib Rizieq Shihab di Petamburan yang menyeret Gubernur DKI Anies Baswedan hingga pencopotan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana.

Said Didu: Tanda-tanda Ke Arah Kebangkrutan Massal Sangat Kuat

KONFRONTASI -   Indonesia telah resmi mengalami resesi setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 3,49 persen pada kuartal III 2020. Resesi sendiri merupakan awal dari terjadinya depresi ekonomi.Pernyataan dari ekonom muda Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira bahwa Indonesia dalam ancaman gelombang kebangkrutan massal perusahaan di dalam negeri, diamini oleh Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) M. Said Didu.

Jika Penjilat Diberi Jabatan dan Orang Cerdas Disingkirkan, Bersiaplah Menuju Kehancuran

KONFRONTASI-Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), M. Said Didu berharap kepada pemerintah agar mengelolah negara dengan baik.

"Jangan semua demi politik, demi kekuasaan," kata Said Didu saat jadi pembicara dikusi virtual Obrolan Bareng Bang Ruslan-RMOL dengan tema "Anies Semakin Manis, Pemerintah Pusat Cemburu?", Selasa (3/11).

Dia tidak bisa membayangkan pada 20 hingga 30 tahun yang akan datang jika yang ditonjolkan dan dibangun adalah oligarki kekuasaan, di atasnya berdiri dinasti politik.

Sebut Pemerintah Pusat Jadi Oposisi DKI, Said Didu: Keajaiban Dunia Sedang Terjadi di Indonesia

KONFRONTASI-Situasi tidak lazim sedang terjadi di dunia perpolitikan tanah air. Situasi itu oleh deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), M. Said Didu bahkan disebut sebagai keajaiban dunia.

Penyebutan itu disematkan mengingat peristiwa serupa jarang terjadi di belahan dunia lain. Peristiwa yang dimaksud Said Didu adalah pemerintah pusat yang berperan seolah menjadi oposisi bagi Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta.

Yang Bilang Dinasti Politik Disebut Bodoh, Said Didu ke Fahri: Biarlah Saya Dicap Bodoh, Selamat ‘Arah Barunya’

KONFRONTASI  -  Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Said Didu ikut menyinggung dukungan Partai Gelora ke anak dan menantu Presiden Joko Widodo di Pilkada 2020.

Di mana pada Pilkada 2020 Gelora memberikan dukungan kepada Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution. Keduanya adalah anak dan mantau Presiden Joko Widodo yang masing-masing berkontestasi di Pilkada Solo dan Pilkada Medan.

Untuk Said Didu, Luhut, Dan Kita

Oleh : Anton Permana.

Perseteruan antara mantan Sekjen Meneg BUMN Muhammad Said Didu dengan Menko Maritim Jendral TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan sudah mencuat dan berujung ke ranah hukum.

Ada yang menganggap hal ini ‘cemen’ dan ada juga yang menganggap hal serius sekali. Tapi ada juga yang cuek bebek alias ‘basipakak bangak’.

Said Didu Sebut Bakal Ada Seribu Lebih Staf Ahli BUMN, Pengeluaran Gajinya Setara 10 Kali Pengobatan Novel Baswedan

KONFRONTASI -   JAKARTA – Mantan Sekretaris BUMN M Said Didu menyebut, bakal ada seribu lebih staf ahli baru di BUMN.

Itu menyusul beredarnya Surat Edaran (SE) Menteri BUMN Erick Thohir.

 
Dalam SE tersebut, Erick Thohir memperbolehkan direksi BUMN mengangkat lima orang staf ahli.

Lima staf ahli tersebut, pun mendapat honorarium yang cukup fantastis, yakni Rp50 juta per bulan.

Pengkritik Jokowi Rapatkan Barisan, Said Didu: Negara Udah Rusak!

KONFRONTASI -  Dalam merespons tentang kondisi Indonesia terkini, para tokoh berinisiatif mendeklarasikan berdirinya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/2020).

Sejumlah tokoh di antaranya Din Syamsuddin, Abdullah Hehamahua, Rocky Gerung, MS Ka’ban, M Said Didu, Refly Harun, Syahganda Nainggolan, Prof Anthony Kurniawan, Rohmat Wahab, Ahmad Yani, Adhie M Massardi, Moh Jumhur Hidayat, Ichsanudin Noorsy, Hatta Taliwang, Marwan Batubara, dan lainnya.

Said Didu: Indonesia Mesti 'Dimerdekakan Kembali', Mental-mental Dicuci Semua

KONFRONTASI-Ketua Aliansi Santri Jawa Barat, Aceng Bustomi, menilai pejabat negara terutama penegak hukum masih belum memberikan rasa keadilan kepada masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, Aceng titip pesan ini untuk pemerintah.

Hal itu disampaikan usai diskusi bersama mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu yang diunggah cuplikan videonya ke Twitter pada Rabu, 15 Juli 2020.

Said Didu Ogah Bahas Rachmawati Menang di MA, Alasannya Menohok Seseorang

KONFRONTASI -   Mantan pendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno, Muhammad Said Didu, angkat bicara terkait putusan MA (Mahkamah Agung) Nomor 44 P/HUM/2019. Said Didu Ogah Bahas Rachmawati Menang di MA, Alasannya Menohok Seseorang MA menyatakan, Pasal 3 ayat (7) Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2019, bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum. Menurut Didu, dirinya tidak tertarik membahas putusan MA yang mengabulkan gugatan Rachmawati Soekarnoputri tersebut.

Pages