saham

Jumat Kelabu: Rupiah, Saham, Obligasi, Emas Semuanya Ambles!

KONFRONTASI -   Pasar keuangan dan investasi Tanah Air pada perdagangan jelang akhir pekan, Jumat ini (13/3/2020) mendapat tekanan cukup berat di tengah mewabahnya virus corona (COVID-19) secara global.

Pemerintah RI mengumumkan belum ada penambahan kasus baru setelah pada Rabu disebutkan pasien positif corona di RI menjadi 34 pasien. Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi.

IHSG Tergerus Tajam, BEI Terus Komunikasi dengan OJK

KONFRONTASI-Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan terus berkomunikasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun signifikan.

"Komunikasi jalan terus. Kami monitoring market secara cermat dan hati-hati," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo kepada wartawan di Jakarta, Senin.

IHSG awal pekan ini anjlok hingga 6,58 persen ke level 5.136,81, level terendah dalam tiga tahun terakhir.

Wall Street Menguat Seiring Mulai Meredanya Pemberitaan Corona

KONFRONTASI-Bursa Wall Street ditutup pada rekor tertinggi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), ketika berita bahwa kasus wabah virus corona baru di China mulai berkurang dan mencapai jumlah terendah harian sejak akhir Januari, membuat para pembeli tetap di dalam ring pasar.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 275,08 poin atau 0,94 persen, menjadi berakhir di 29.551,42 poin.

Investor Asing Tarik Dana Triliunan, IHSG Terguncang, Saham BCA Paling Parah

KONFRONTASI-Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi korban. Investor asing menjual saham BCA hingga setengah triliun lebih atau lebih tepatnya senilai Rp550,27 miliar. Alhasil, saham BCA pun tersungkur ke posisi Rp32,400 per saham anjlok 1,300 poin atau 3,86% dengan nilai transaksi Rp1,16 triliun. 

Dililit Kasus, Dua Pertiga Saham Asabri 'Nyungsep'

KONFRONTASI-Sekitar dua pertiga saham milik PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) kini harganya di bawah harga saat penawaran umum perdana (IPO).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per 13 Januari 2020, dari saham yang dimiliki Asabri di atas lima persen, sebanyak 8 dari 13 saham tersebut lebih rendah dari harga saat IPO.

Dari delapan saham tersebut, empat di antaranya termasuk dalam saham gocap alias saham yang mentok di harga terendah di bursa yaitu Rp50 per saham.

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 26 Desember 2019

Penumpang bus Transjkarta melintasi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Rabu (27/11/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

 

KONFRONTASI -    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali menyabet momentum penguatannya pada perdagangan hari ini, Kamis (26/12/2019), pascalibur Natal 2019.

Pergerakan IHSG berakhir menguat 0,21 persen atau 13,53 poin ke level 6.319,44 pada perdagangan hari ini.

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 26 November 2019

KONFRONTASI -   Indeks Harga Saham Gabunngan (IHSG) diproyeksi bakal bertahan di zona merah pada perdagangan Selasa (26/11/2019). Walaupun begitu, ada sentimen positif dari menghijaunya saham-saham di Eropa dan AS.

Pada perdagangan kemarin, IHSG juga berada di zona merah yakni 6.070,76 atau melemah 0,48 persen.

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG 19 November 2019

KONFRONTASI -   Pergerakan IHSG dalam perdagangan hari ini diestimasi akan kembali ke zona hijau.

Binaartha Sekuritas memproyeksikan IHSG berbalik menguat dalam perdagangan hari ini, pascaturun dalam perdagangan kemarin.

Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat.

Indosurya Bersinar Sekuritas: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 25 Oktober 2019

KON FRONTASI -   Saham-saham di Bursa Efek Indonesia yang terangkum dalam indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi bakal melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (25/10/2019).

Pada perdagangan Kamis (24/10), indeks menguat 81,84 poin atau 1,3 persen ke level 6.339,64. Indeks menguat 2,34 persen sepanjang tahun berjalan 2019. Penguatan tersebut ditopang oleh sektor aneka industri yang naik 2,25 persen dan konsumer yang naik 1,98 persen.

Pages