20 July 2018

rusia

Trump: Rusia Setuju Bantu Korea Utara

KONFRONTASI - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Rusia akan membantu Korea Utara (Korut). Rusia secara antusias menawarkan pembaruan terhadap proses negosiasi AS dengan Korut terkait senjata nuklir.

"Rusia telah setuju untuk membantu Korea Utara, di mana hubungan dengan kami sangat bagus dan prosesnya berjalan seiring," kata Trump di Twitter.

Ganggu Piala Dunia, Rusia Penjarakan Empat Anggota Pussy Riot

KONFRONTASI-Rusia, Senin (16/07), memenjarakan empat anggota kelompok band punk feminis Pussy Riot selama 15 hari setelah mereka menerobos masuk ke lapangan dalam pertandingan final Piala Dunia dengan mengenakan seragam polisi.

Republik Kritik Trump soal Rusia

KONFRONTASI - Tokoh senior Partai Republik Amerika Serikat, Senator Linsey Graham, mengatakan pernyataan Presiden Donald Trump dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, adalah sebuah indikasi "kelemahan" Washington di dunia internasional.

Macron-Putin akan Bertemu di Sela Gelaran Final Piala Dunia

KONFRONTASI-Presiden Prancis Emmanuel Macron akan melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Minggu, dalam kunjungannya ke Moskow untuk menyaksikan final Piala Dunia, kata seorang ajudan kepresidenan kepada kantor berita AFP.

Geliat Islam di Rusia

KONFRONTASI-Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) menggelar kuliah umum dengan mendatangkan narasumber Dubes Republik Rusia di Jakarta, Lyudmila Georgievna Vorobieva. Dalam diskusi bertema "Rusia di Pusaran Dunia" ini juga sempat membahas tentang kehidupan umat Islam di Rusia.

Menurut Lyudmila, tidak ada masalah umat Islam menjalankan agamanya di Rusia dan antara umat Islam dan kristen bisa hidup harmonis. "Muslim dan Kristiani hidup Harmoni dan saling berinteraksi antar perbedaan agama," ujat Lyudmila saat menjadi pembicara dalam diksusi yang digelar di Kantor CDCC, Jakarta Selatan, Selasa (3/7).

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina CDCC, Din Syamsuddin menjelaskan bahwa Islam di Rusia itu merupakan elemen dari kehidupan rakyat Rusia secara keseluruhan. Karena, menurut dia, dilihat dari jumlahnya, umat Islam di Rusia ada sekitar 25 juta dan meningkat dari tahun ke tahun. 

"Jumlahnya banyak sekitar 20 bahkan sampai 25 juta,  nyaris seperempat dari jumlah penduduk Federasi Rusia," ujar Din saat diwawancara Republika.co.id usai diskus

Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) menggelar kuliah umum dengan mendatangkan narasumber Dubes Republik Rusia di Jakarta, Lyudmila Georgievna Vorobieva. Dalam diskusi bertema "Rusia di Pusaran Dunia" ini juga sempat membahas tentang kehidupan umat Islam di Rusia.

Menurut Lyudmila, tidak ada masalah umat Islam menjalankan agamanya di Rusia dan antara umat Islam dan kristen bisa hidup harmonis.

"Muslim dan Kristiani hidup Harmoni dan saling berinteraksi antar perbedaan agama," ujat Lyudmila saat menjadi pembicara dalam diksusi yang digelar di Kantor CDCC, Jakarta Selatan, Selasa (3/7).

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina CDCC, Din Syamsuddin menjelaskan bahwa Islam di Rusia itu merupakan elemen dari kehidupan rakyat Rusia secara keseluruhan. Karena, menurut dia, dilihat dari jumlahnya, umat Islam di Rusia ada sekitar 25 juta dan meningkat dari tahun ke tahun. 

"Jumlahnya banyak sekitar 20 bahkan sampai 25 juta,  nyaris seperempat dari jumlah penduduk Federasi Rusia," ujar Din saat dilansir Republika.co.id

Karena itu, Islam diprediksi akan menjadi agama utama di Rusia pada tahun 2050 mendatang. Menurut Din, prediksi ini juga senada dengan hasil studi yang dilakukan oleh Pew Research Centre yang menyebutkan bahwa populasi umat muslim di Eropa akan mencapai 75 juta jiwa pada 2050. 

"Secara umum survey itu menyatakan bahwa baik pada 2050 pemeluk Islam di dunia ini tetap akan menjadi agama kedua terbesar di dunia, mendekati sedikit saja Kristen," ucapnya. 

Di Rusia sendiri, menurut Din, sudah mempunyai modal untuk menjadikan Islam semakin berkembang. Pasalnya, umat Islam di Rusia bukan lah pendatang seperti halnya di negara Eropa lainnya. "Karena itu tidak mustahil (2050 Islam akan menjadi agama utama di Rusia). Tapi bagi saya tidak begitu penting besar atau tidak secara kuantitatif, yang penting dari kualitatif," kata Din.

Lebih jauh, Din mengatakan bahwa umat Islam di Rusia banyak yang berada di beberapa Republik atau negara-negara bagian Rusia, sehingga sangat potensi untuk terus meningkat. "Kalau tidak salah enam atau tujuh negara bagian yang umat Islamnya mayoritas. Bahkan salah satunya merupakan republik terbesar di federasi Rusia yaitu Tatarstan yang mayoritas penduduknya beragam islam dan bahkan presidennya pun muslim (Rustam Minnikhanov)," jelas Din.

Din sendiri mengaku sudah dua kali berkunjung ke Ibu Kota Tatarstan, Kazan. Selain di Tatarstan, menurut dia, masih banyak negara bagian di Rusia yang mempunyai otonomi khusus Islam karena penduduknya mayoritas Islam. 

"Maka di semua negara bagian itu yang mayoritas muslim itu, termasuk federasi Rusia itu ada muftinya, baik federal maupun masing-masing negara bagian. Kebetulan saya sering ketemu dengan mufti Rusia maupun mufti dari negara bagian tadi itu," kata Din.

Dengan banyaknya umat Islam di Rusia, tambah Din, tak herak jika masjid juga banyak berdiri di negeri beruang putih tersebut. Bahkan, Presiden Rusia Vladimir Putin telah meresmikan Masjid Agung Moskow pada 2015 silam. Masjid yang terletak di dekat stadion Olympic ini mampu menampung 10 ribu jamaah dan menjadi masjid terbesar di daratan Eropa.

"Karena menjadi elemen dari kebudayaan Rusia, Islam juga banyak mempengaruhi, baik dari sisi busana ataupun makanan," ucapnya.

Karena itu, Islam diprediksi akan menjadi agama utama di Rusia pada tahun 2050 mendatang. Menurut Din, prediksi ini juga senada dengan hasil studi yang dilakukan oleh Pew Research Centre yang menyebutkan bahwa populasi umat muslim di Eropa akan mencapai 75 juta jiwa pada 2050. 

"Secara umum survey itu menyatakan bahwa baik pada 2050 pemeluk Islam di dunia ini tetap akan menjadi agama kedua terbesar di dunia, mendekati sedikit saja Kristen," ucapnya. 

Di Rusia sendiri, menurut Din, sudah mempunyai modal untuk menjadikan Islam semakin berkembang. Pasalnya, umat Islam di Rusia bukan lah pendatang seperti halnya di negara Eropa lainnya. "Karena itu tidak mustahil (2050 Islam akan menjadi agama utama di Rusia). Tapi bagi saya tidak begitu penting besar atau tidak secara kuantitatif, yang penting dari kualitatif," kata Din.

Lebih jauh, Din mengatakan bahwa umat Islam di Rusia banyak yang berada di beberapa Republik atau negara-negara bagian Rusia, sehingga sangat potensi untuk terus meningkat. "Kalau tidak salah enam atau tujuh negara bagian yang umat Islamnya mayoritas. Bahkan salah satunya merupakan republik terbesar di federasi Rusia yaitu Tatarstan yang mayoritas penduduknya beragam islam dan bahkan presidennya pun muslim (Rustam Minnikhanov)," jelas Din.

Panas, China-Rusia Balas Tarif Impor AS

KONFRONTASI- China membalas balik setelah Amerika Serikat (AS) menerapkan tarif barang impor Negeri Tirai Bambu -julukan China- yang mulai berlaku kemarin. Bahkan Presiden AS Donald Trump mengancam bakal menerapkan lagi untuk komoditas yang lebih banyak. 

Mengecewakan di Piala Dunia, Pelatih Polandia Mengundurkan Diri

KONFRONTASI - Setelah menjalani kampanye Piala Dunia yang mengecewakan, Adam Nawalka resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih timnas Polandia.

Polandia dipastikan gagal melaju ke fase gugur setelah kalah dalam dua pertandingan pertama di grup.

Rusia Berambisi Juara: Terinspirasi Kesuksesan Prancis Saat Juara Piala Dunia 1998

KONFRONTASI -   Tuan rumah gelaran Piala Dunia bukan jaminan mengangkat trofi pada akhir turnamen. Namun, Rusia kini bermimpi untuk bisa sukses secara penyelenggaraan dan di lapangan. Keberhasilan Prancis menjadi juara di Piala Dunia 1998 menjadi inspirasi Tim Beruang Merah. Kenapa Prancis? Prancis adalah negara Eropa terakhir sebagai tuan rumah yang berhasil menjadi juara.

Tragis! Kampiun Bola Dunia, Spanyol Disingkirkan Rusia di Stadion Luzhniki 4-3

KONFRONTASI -   Tim nasional Rusia berhasil menyingkirkan timnas Spanyol melalui adu penalti pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia, Minggu (1/7/2018).

Hasil 1-1 dalam 90 menit waktu pertandingan normal membuat pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Babak perpanjangan waktu selama 2x15 menit belum juga mampu menemukan pemenang sehingga harus berlanjut ke babak adu penalti.

Keempat eksekutor Rusia berhasil menyarangkan bola sedangkan dua eksekutor Spanyol gagal.

Prediksi Spanyol vs Rusia

KONFRONTASI-Luzhniki menanti dengan penuh harap-harap cemas. Apakah tim tuan rumah Rusia mampu menahan laju deras serangan lini depan Spanyol? Apakah duel ini memeragakan kepiawaian dan ketangkasan gelandang-gelandang kelas dunia? Kedua tim bergegas datang untuk menang di Moskow.

Spanyol menyandang predikat sebagai juara dunia tahun 2010 dan difavoritkan bakal menyabet gelar juara dunia 2018 di Moskow, sementara Rusia melangkah dengan penuh kepercayaan diri lantaran didukung suporter tuan rumah. Kedua tim siap berduel dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2018 yang diadakan di Stadion Luzhniki, Moskow, pada Minggu waktu setempat, atau Minggu malam, pukul 21.00 WIB. Pertandingan itu akan ditayangkan secara langsung oleh Trans TV.

La Roja, sebutan bagi timnas Spanyol, menempati posisi sebagai juara Grup B, sementara Rusia, yang kalah 0-3 dari Uruguay, finis sebagai peringkat kedua di Grup A.

Spanyol tampil mentereng. Selama turnamen ini berlangsung, La Roja mendominasi sebagai tim yang banyak melepaskan operan (2.294), melampaui lebih dari 300 operan yang dilakukan negara-negara peserta lainnya. Spanyol juga mampu melepaskan 41 tembakan open play, lebih 15 dibandingkan dengan lawan-lawan lainnya.

Spanyol juga menciptakan 42 peluang menjadi gol, sementara Rusia hanya 24 peluang. Terang benderang, bahwa tim tuan rumah bertindak sebagai underdog. Negeri Beruang Merah itu membukukan 18 peluang mencetak gol, dengan mengoleksi delapan gol.

Spanyol memberi kesempatan kembali kepada penjaga gawang David de Gea, karena sebelumnya kiper yang membela Manchester United itu diterpa kritik deras. Ia kebobolan lima gol dalam tiga pertandingan Grup B Piala Dunia 2018.

Marco Asensio siap menggantikan David Silva di lini serang, sementara Spanyol perlu memikirkan perlu tidaknya menurunkan Sergio Busquets, yang telah terbebas dari suspensi.

Bek Spanyol Dani Carvajal mengatakan, "Laga ke depan, pertandingan hidup atau mati. Anda tidak dapat mengandalkan hasil imbag. Anda perlu menang atau pulang kampung." "Saya beranggapan bahwa pertanding nanti bakal seru dan menarik. Kami siap tampil dengan performa terbaik."

Pelatih kepala Rusia Stanislav Cherchesov menyatakan, "Kami sudah memahami gaya sepak bola Spanyol, meski sulit mencari untuk menemukan solusinya, kami tetap berusaha memberi perlawanan." "Kami melawan tim (yang tadinya dilatih) Julen Lopetegui dan sekarang kami melawan tim asuhan Fernandi Hierro. Saya tidak akan menuturkan rincian lebih lanjut mengenai kondisi tim."    
 

Pages