RR

Reshuffle: Relawan Jokowi Minta Presiden Kembali ke Nawa Cita/Trisakti. Rizal Ramli Teknokrat yang Kredibel dan Mampu Wujudkan Itu, ungkap peneliti

KONFRONTASI-  Jelang reshuffle, pelbagai media massa, termasuk media ini tak bosan menyarankan Jokowi mengambil langkah konstruktif dan korektif untuk perbaiki ekonomi yang terpuruk, mengatasi disparitas ekonomi dan kesenjangan/ketidakadilan agar tak  jadi bom waktu di masa depan. Istana harus  sadar Rezim Joko Widodo (Jokowi) tidak mampu mengurus negara menjadi lebih baik karena yang terjadi munculnya Neoliberalisme dan  berbagai kericuhan dalam mengelola pemerintahan.

Agar Jokowinomics Tidak " Lumpuh atau Mati Suri'', Relawan Berharap Presiden Rekrut kembali Rizal Ramli ke Kabinet

KONFRONTASI- Relawan Jokowi, publik dan civil society  mengharapkan Presiden Jokowi merekrut kembali ekonom senior Rizal Ramli ke dalam kabinet untuk perbaiki kinerja  perekonomian yang terus memburuk dan menyengsarakan rakyat. Gelombang PHK sudah meluas, dan daya beli rakyat  merosot. Terjadi anomali data makro dan mikro, yang membuat  Jokowinomics terasa lumpuh selamanya,  ''mati suri''..

Rizal Ramli: Menkeu Sri Mulyani Bagian Integral dari Masalah Utang dan Ekonomi Neoliberal

KONFRONTASI- Teknokrat senior Rizal Ramli mengingatkan, sistem ekonomi Indonesia saat ini sudah semakin ke kanan alias liberal. Padahal, berdasarkan konstitusi, sistem ekonomi Indonesia tidak ke kanan dan tidak ke kiri. “Berdasarkan Undang-Undang Dasar kita berdiri di tengah-tengah. Tapi sekarang makin ke kanan,” ungkap pakar ekonomi, Rizal Ramli, Kamis (3/5/2018).

Rizal Ramli: Tim Ekonomi Kabinet berhaluan Neoliberalisme. Rakyat Tak Akan Sejahtera

KONFRONTASI– Negarawan dan Ekonom senior Rizal Ramli terus mengkritisi kebijakan pemerintah yang banyak ngawurnya. Sehingga hal ini menyebabkan struktur ekonomi Indonesia ibarat sebuah “gelas anggur” sangat tak sehat.

Kondisi itu tercipta karena, para menteri (tim) ekonomi di pemerintahan Joko Widodo itu karena berhaluan neoliberalisme. Makanya jangan harap kehidupan rakyat Indonesia akan semakin sejahtera.

Rizal Ramli Pangkas Utang di Era Gus Dur, Sri Mulyani Tumpuk Utang di Era SBY dan Jokowi

KONFRONTASI-  Sejak awal Pemerintahan Jokowi hingga kini, kondisi dan wajah ekonomi bangsa ini masih jauh dari kata mulus. Bahkan revolusi mental dalam konteks pembenahan perekonomian negeri, kenyataannya sampai detik ini pula masih bertolak belakang dari yang diharapkan.

Bagaimana tidak? Mental rakyat di negeri  ini seolah lebih cenderung digiring untuk bermental pengutang, bukan mental inovatif dan kreatif agar dapat mapan dalam kemandirian seperti yang dicita-citakan dalam Trisakti. Parahnya, kondisi ini berlangsung dalam dua rezim berturut-turut.

Sri Mulyani Sebaiknya Belajar dari Rizal Ramli: Utang Mahal Ditukar Utang Bunga Rendah

KONFRONTASI-  Negarawan dan Ekonom senior Rizal Ramli (RR) mengkritik kinerja tim ekonomi Jokowi yang belum mampu mengatasi utang pemerintah Indonesia. Pemerintah boleh berdalih utang untuk pembiayaan anggaran infrastruktur. Nyatanya, alasan tersebut tidak mudah diterima publik karena pembengkakan utang negara tidak berjalan seiring penguatan daya ekonomi rakyat. Keluhan terkait kelesuan transaksi jual-beli disampaikan kaum pedagang, terutama kalangan pengusaha ritel.

Rizal Ramli: Tim Ekonomi Kabinet Prioritaskan utama Anggaran untuk Pembayaran Utang. Kebijakan yang Super-Konservatifi

KONFRONTASI- Tokoh nasional dan ekonom senior  Rizal Ramli (RR) mengungkapkan, masalah kita adalah Tim Ekonomi Presiden memberikan prioritas utama anggaran untuk pembayaran utang. ‘’Padahal itu adalah prioritas kreditor, dan  saya lihat setelah bayar utang sebagai prioritas tim ekonomi Kabinet, kemudian baru pendidikan. Ketiga, infrastruktur,’’ ujar RR.

Namun tim ekonomi Kabinet Kerja suka mebandingkan RI dan Jepang, padahal itu sangat berbeda, tidak tepat.

Pages