RR

Rizal Ramli Ingatkan di ILC TV One: Dwifungsi TNI dihilangkan, namun Kepolisian RI menjadi Multifungsi

KONFRONTASI- Tokoh nasional  Rizal Ramli (RR) mengingatkan pemerintah bahwa penangkapan para aktivis pergerakan (KAMI) sungguh norak dan tak manusiawi. Bahkan saat ini, ketika dwifungsi TNI dihilangkan, malah Kepolisian RI menjadi multifungsi dan penanganan polisi terhadap aktivis malah berwatak fasis yang sangat bertentangan dengan UU Polri sebagai pengayom rakyat. Semua itu harus diubah dan direformasi sebagaimana amanat reformasi  demokrasi 1998.

Di ILC TV One, Rizal Ramli: Ekonomi Merosot sejak 1,5 tahun lalu. Wapres Ada dan Tiada Pelengkap Doang

KONFRONTASI- Setelah sempat tak tayang, Indonesia Lawyers Club (ILC) tayang lagi di TvOne pukul 20.00 WIB dengan tema 'Setahun Jokowi-Ma'ruf, Pandemi hingga Demonstrasi' Selasa 20 Oktober 2020. Tokoh nasional Rizal Ramli (RR) dalam acara ILC TV One ini menjelaskan, sebenarnya sudah ada indikasi ekonomi merosot sejak 1,5 tahun lalu sebelum ada covid 19. Bahkan, ia mengatakan lampu kuning.

Kepengen Kepo Aza ! Siapa Artis RR, Aktor Sinetron Dari Jendela SMP yang Ditangkap Narkoba, Disebut Rival Rizky Billar?

KONFRONTASI -   Siapa artis RR, bintang sinetron Dari Jendela SMP yang ditangkap narkoba, disebut rival Rizky Billar, benarkah? 

Penyalahgunaan narkoba di kalangan artis kembali mencuat, kini, RR bintang sinetron Dari Jendela SMP yang ditangkap karena narkoba.

Siapa artis RR tersebut belum ada penjelasan dari polisi, namun isu yang berkembang menyebut satu nama yang disebut-sebut adalah rival Rizky Billar. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan pihaknya melakukan penangkapan kepada artis sinetron berinisial RR.

Fakta Penangkapan Artis RR, Bintang Sinetron Dari Jendela SMP

KONFRONTASI -  Satu lagi pelaku industri hiburan Tanah Air tertangkap polisi akibat dugaan penyalahgunaan narkoba. Kali ini salah satu bintang sinetron Dari Jendela SMP dikabarkan telah ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Berikut fakta penangkapan pesinetron tersebut seperti diungkap yang baru diungkap oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.

1. Inisial RR

Apa ‘Ndak’ Lebih Baik Gatot Nurmantyo Fokus untuk Keluarin Tokoh KAMI dari tahanan? kata Rizal Ramli

KONFRONTASI- Tokoh Nasional Rizal Ramli berharap, agar Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo fokus pada pembebasan para tokoh KAMI yang ditangkap.

Seperti diketahui, hingga saat ini ada sejumah aktivis KAMI yang ditangkap polisi di antaranya. Mereka sendiri juga merupakan petinggi KAMI yakni Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana.

Permintaan RR begitu ia disapa sendiri didasari oleh pernyataan Gatot Nurmantyo yang justru memuji omnibus law UU Cipta Kerja.

Rizal Ramli Sesalkan Polisi Borgol Aktivis (KAMI), Polisi Jangan jadi Alat Kekuasaan. Ini Penjelasan RR

 KONFRONTASI- Tokoh nasional/Ekonom senior Rizal Ramli (RR) menyesalkan atas perlakuan pihak kepolisian kepada sejumlah aktivis pergerakan (KAMI) yang ditangkap lantaran terkait dengan aksi demonstrasi penolakan terhadap Omnibus Law, Undang-Undang Cipta kerja. RR, mantan Menko Bidang Kemaritiman ini menyoroti kebijakan Polri yang memborgol Jumhur Hidayat dan sejumlah aktivis lain. Alasannya, para aktivis itu bukan teroris atau koruptor.

Rizal Ramli: Pemimpin itu dinilai dari tindakan, strategi dan kebijakannya, bukan dari seringnya ngegombal.

KONFRONTASI-  Banyaknya aksi dari kaum buruh, petani, nelayan dan mahasiswa ditambah pelajar, membuktikan kalau kebijakan pemerintah yang kedepankan kepentingan rakyat kecil, hanya sesumbar.

"Sesumbar. Tidak ada niat menyusahkan rakyat, Itu hanya retorika kosong. Tapi kebijakannya berkali-kali sangat-sangat merugikan rakyat," ujar tokoh nasional Rizal Ramli, dalam pesannya, Rabu (14/10/2020).

Rizal Ramli di webinar Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia: Tanpa Omnibus "Cilaka", Ekonomi Era Gus Dur Naik dari -3 Persen Jadi + 4,5 Persen

KONFRONTASI- Keresahan sosial dikalangan pekerja, mahasiswa, pelajar dan masyarakat meletus akibat Omnibus Law, sementara peningkatan kesejahteraan rakyat yang dijanjikan tidak tercermin dalam Omnibus Law UU Cipta Kerja. Yang ada memberikan karpet merah kepada oligarki.   Demikian disampaikan ekonom senior Dr.

Pages