Rodrigo Duterte

Duterte Bikin 114 Ribu Penjahat Narkoba Menyerah

KONFRONTASI-Terkait pemberantasan narkoba, pemimpin Indonesia nampaknya harus belajar ke Rodrigo Duterte. Setidaknya soal komitmennya dalam perang melawan narkoba. Ini terbukti, meski baru sebulan menjabat sebagai Presiden di Filipina, dia berhasil membuat ratusan ribu pemakai dan bandar narkoba menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

Itu tentu bukan tanpa sebab. Sejak terpilih menjadi presiden, Duterte memang lantang menyuarakan permusuhan pada obat-obatan terlarang. Bahkan dia “merestui” aparat kepolisian untuk menghabiskan para bandar narkoba.

Tak Peduli HAM, Presiden Filipina Tetap Lanjutkan Kebijakan 'Tembak dan Bunuh' Penjahat Narkoba

KONFRONTASI-Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, akan terus mempertahankan kebijakan kontroversialnya untuk menembak mati setiap penjahat narkoba meski banyak dihujani kritikan dan kecaman. Duterte bahkan mengaku tak peduli soal hak asasi manusia (HAM).

Laporan berbagai media lokal Filipina, seperti dilansir AFP, Sabtu (6/8/2016), sekitar 800 orang narkoba terbunuh  sejak Duterte menang pemilu pada Mei lalu. Selama kampanye, Duterte bersumpah akan membunuh puluhan ribu pelaku kriminal di Filipina.

Baru 1 Bulan Menjabat, Presiden Filipina Binasakan 730 Penjahat Narkoba

KONFRONTASI - Presiden Filipina Rodrigo Duterte benar-benar menepati janjinya untuk membinaskan para penjahat narkoba. Sejak dilantik menjadi presiden pada 30 Juni 2016 lalu, dia sudah menewaskan ratusan penjahat narkoba. Seperti dilaporkan Reuters, Minggu​ 31 Juli 2016​, yang mengutip keterangan otoritas polisi Filipina, sejak 1 Juli 2016, sudah 316 penjahat narkoba tewas.

Presiden Baru Filipina Dikritik Gara-gara Bersiul pada Wartawan Wanita

KONFRONTASI - Presiden terpilih Filipina Rodrigo Duterte kembali menuai kritikan. Gara-garanya, dia bersiul pada seorang jurnalis wanita saat konferensi pers, yang disiarkan televisi nasional. Duterte dianggap melakukan pelecehan seksual dan tidak menghargai wanita.

Seperti dilansir AFP, Kamis (2/6/2016), Duterte menginterupsi pertanyaan yang diajukan seorang wartawan televisi bernama Mariz Umali, dalam konferensi pers pada Selasa (31/5) malam. Saat itu, Umali tengah bertanya soal anggota kabinet baru Duterte.

Duterte Janji Pangkas Kemiskinan di Filipina

KONFRONTASI-Presiden terpilih Filipina Rodrigo Duterte akan mengejar pertumbuhan ekonomi tahunan 7-8 persen atau lebih tinggi lagi dari angka itu, demi memangkas kemiskinan, kata juru bicaranya seperti dikutip Reuters.

"Jika kita ingin mengurangi tingkat kemiskinan, kita membutuhkan pertumbuhan yang lebih tinggi," kata sang juru bicara bernama Peter Lavina ini.

Di bawah Presiden Benigno Aquino, pertumbuhan ekonomi per tahun Filipina mencapai 6 persen dan tahun ini ditargetkan pada angka 6,8-7,8 persen.[mr/ant]

Presiden Terpilih Filipina Janji Kikis Kemiskinan

KONFRONTASI-Presiden terpilih Filipina Rodrigo Duterte akan mengejar pertumbuhan ekonomi tahunan 7-8 persen atau lebih tinggi lagi dari angka itu, demi memangkas kemiskinan, kata juru bicaranya seperti dikutip Reuters.

"Jika kita ingin mengurangi tingkat kemiskinan, kita membutuhkan pertumbuhan yang lebih tinggi," kata sang juru bicara bernama Peter Lavina ini.

Di bawah Presiden Benigno Aquino, pertumbuhan ekonomi per tahun Filipina mencapai 6 persen dan tahun ini ditargetkan pada angka 6,8-7,8 persen.

(WS/Ant)

Pilpres Filipina: Rodrigo Duterte Berpotensi Menang

KONFRONTASI-Penghitungan suara tidak resmi atas pemilihan umum presiden Filipina menunjukkan bahwa Rodrigo Duterte berkesempatan memimpin pemerintahan setelah meraih 35 persen suara, demikian menurut pengawas jajak pendapat.

Wali Kota Davao itu memperoleh 6,2 juta suara, disusul Grace Poe dengan 3,6 juta suara dan Manuel Roxas dengan 3,45 juta suara pada pukul 10.55 GMT, demikian pernyataan Dewan Pastoral Paroki yang bertanggung jawab untuk penghitungan suara pemilu (PPCRV), Senin.

Philippines election: Rodrigo Duterte tipped to win

KONFRONTASI-Filipinos have voted in a presidential election that the populist mayor of the southern city of Davao, Rodrigo Duterte, is the favourite to win.

Many voters in the capital Manila had to line up in blazing sunshine for more than an hour to cast their votes, and there were several reports of electronic voting machine hitches, which could dash the election commission's hope to conduct a transparent, reliable election and declare a victor in 24 hours.

Pages