Rodrigo Duterte

Presiden Filipina Akui Bunuh 3 Orang Dengan Tangannya Sendiri

KONFRONTASI - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengukuhkan kepada BBC, bahwa ia membunuh tiga orang dengan tangannya sendiri saat menjabat sebagai walikota Davao.

Ia mengatakan: "Saya membunuh tiga orang... Saya tak tahu berapa peluru dari senjata saya yang menembus tubuh mereka. Itu memang terjadi dan saya tak bisa berdusta mengenai hal itu."

Akui Bunuh Penjahat, Duterte Bisa Dimakzulkan

KONFRONTASI-Pengakuan Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah membunuh dengan tangan sendiri sejumlah penjahat saat masih menjabat sebagai Wali Kota Davao bisa berujung pada pemakzulan, kata sejumlah senator setempat.

Sebelumnya pada Senin (12/12), Duterte mengatakan bahwa dia biasa berkeliling di jalanan kota Davao dengan sepeda motor untuk menemui para penjahat dan membunuh mereka. Duterte ingin menunjukkan kepada para penegak hukum bahwa dia mampu melakukannya.

"Saya bisa melakukannya sendiri. Jika saya bisa, mengapa tidak?" kata Duterte.

Trump Dukung Gaya Duterte Perangi Narkoba

KONFRONTASI-Perang terhadap narkotika yang digelar pemerintah Filipina menurut Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump sudah berada di jalur yang benar. Hal itu diungkapkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Sabtu (3/12).

Sikap Trump itu berbeda dengan pendahulunya Barack Obama yang mengkritik kampanye berdarah Duterte.

Ketimbang AS, Duterte Lebih Pilih Rusia Beli Senjata

Konfrontasi - Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte mengaku telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas pembelian senjata. Menurut Duterte, pertemuan ini merupakan langkah untuk mempererat hubungan kedua negara.

"Putin telah menawarkan senjata ke Filipina. Jika Amerika Serikat menolak menjualnya maka kami akan beralih ke Rusia," kata dia, usai pertemuan keduanya dalam KTT APEC di Lima, Peru, seperti dikutip Inquirer, Jumat (25/11/2016).

Duterte offers refugees a home in the Philippines

KONFRONTASI-Philippine President Rodrigo Duterte has offered to take in the world's refugees at a time many Western countries are closing their borders for those displaced.

An estimated 1.8m people became refugees in 2015 as the world witnessed a 300 percent increase in the number of people forcibly displaced crisis from 2005 to 2015.

Duterte told Al Jazeera his decision to welcome refugees into the Philippines, a country of 100 million where poverty is widespread, is due to Western countries' failure to help them.

Trump Menang, Filipina Lanjutkan Kesepakatan Pembelian Senjata dari AS

KONFRONTASI-Kepolisian Nasional Filipina, Senin, mendorong pembelian 26.000 senapan serbu dari pemasok Amerika Serikat, menyusul perubahan keputusan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, yang sebelumnya mengatakan kesepakatan tersebut akan dibatalkan.

Pada pekan lalu, Duterte menyatakan kemarahannya terhadap "orang bodoh" dan "monyet" di Washington, yang berusaha menghalangi kesepakatan itu dan mengatakan akan membatalkannya.

Trump Menang, Duterte Senang

KONFRONTASI-Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menyambut gembira kemenangan Donald Trump di pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) 2016. Pria yang terkenal dengan sumpah serapahnya tersebut, langsung menyatakan janjinya tidak akan berselisih lagi dengan AS karena Trump jadi presiden.

Duterte: Kami Tidak Butuh Senjata dari Amerika

KONFRONTASI-Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, memutuskan untuk membatalkan kesepakatan pembelian senjata polisi dengan Amerika Serikat (AS). Keputusan tersebut diambil setelah seorang senator AS bulan lalu menyatakan Washington akan menghentikan penjualan senapan karena adanya kekhawatiran tentang pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

"Kami tidak akan bersikeras membeli senjata mahal dari Amerika Serikat. Kami bisa mendapatkannya di tempat lain. Saya memerintahkan polisi untuk membatalkannya, kami tidak membutuhkan mereka," kata Duterte.

Pages