Rodrigo Duterte

Duterte: Yang Melawan, Bunuh Saja!

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte berkata kepada polisi hari ini bahwa mereka dibolehkan membunuh "para idiot" yang melawan saat ditangkap. Padahal dua hari sebelumnya telah terjadi demonstrasi dari ratusan orang yang memakamkan seorang remaja usia sekolah yang tewas akibat perang melawan narkotika yang dilancarkan Duterte.

Philippines' Duterte says police can kill 'idiots' who resist arrest

KONFRONTASI-Philippine President Rodrigo Duterte told police on Monday they could kill “idiots” who violently resist arrest, two days after hundreds of people turned the funeral of a slain teenager into a protest against his deadly war on drugs.

Duterte met the parents of the schoolboy, 17-year-old Kian Loyd delos Santos, at the presidential palace in Manila on Monday, to assure them their son’s case would be handled fairly.

Perangi Militan IS, Duterte Minta Dana untuk Rekrut 20 Ribu Tentara

KONFRONTASI-Guna memerangi militan pro-IS di kawasan selatan, Presiden Filipina Rodrigo Duterte meminta dana kepada Kongres untuk merekrut 20.000 tentara baru, kata para senator, Rabu (2/8).

Duterte mengadakan pertemuan mendesak dengan sekelompok senator pada Selasa (1/8) malam, dengan menceritakan laporan intelijen terbaru tentang rencana gerilyawan untuk menyerang tiga kota di pulau selatan Mindanao.

Duterte Bersumpah Tak akan Pernah Kunjungi Amerika Lagi

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Jumat (21/7) lalu bersumpah bahwa dia tidak akan pernah mengunjungi Amerika Serikat meski sebelumnya Presiden Donald Trump sudah menyampaikan undangan.

Duterte membuat pernyataan tersebut saat dia menyatakan keberangannya atas sebuah sidang komisi hak asasi manusia Kongres AS, tempat berbagai kelompok advokat mengecam perang berdarah untuk memberantas narkoba di Filipina.

Duterte Bersumpah Tak Akan Pernah Mengunjungi Amerika

Konfrontasi - Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Jumat (21/7/2017) bersumpah bahwa dia tidak akan pernah mengunjungi Amerika Serikat meski sebelumnya Presiden Donald Trump sudah menyampaikan undangan.

Duterte membuat pernyataan tersebut saat dia menyatakan keberangannya atas sebuah sidang komisi hak asasi manusia Kongres AS, tempat berbagai kelompok advokat mengecam perang berdarah untuk memberantas narkoba di Filipina.

Duterte Tak Tahu Tentara AS Ikut Terjun di Marawi

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan, dia tidak mengetahui pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan bantuan kepada pasukan pemerintah dalam pertempuran melawan kelompok Maute di Filipina Selatan. Dia juga mengaku tidak pernah meminta bantuan kepada AS.

"Saya tidak pernah mendekati Amerika untuk meminta bantuan. Saya tidak menyadari kehadiran mereka, sampai mereka tiba," kata Duterte dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Minggu (11/6).

Sebelumnya diwartakan, pasukan khusus AS dilaporkan mulai terlibat dalam operasi melawan kelompok sayap ISIS di Filipina. Bantuan AS ini datang di tengah kesulitan yang dialami tentara Filipina untuk merebut kembali Marawi dari kelompok Maute. 

Militer Filipina mengatakan, tentara AS hanya memberikan bantuan teknis untuk mengakhiri pengepungan di kota Marawi, yang sudah memasuki minggu ketiga. Militer Filipina menegaskan tidak terlibat langsung pertempuran di kota yang terletak di FIlipina Selatan itu.

"Mereka (tentara AS) tidak berperang, mereka hanya memberikan dukungan teknis," kata juru bicara militer Filipina Letnan Kolonel Jo-Ar Herrera dalam sebuah pernyataan.

Duterte Tawarkan Rp2,6 Miliar Bagi yang bIsa Menangkap Pimpinan Abu Sayyaf

KONFRONTASI-Hadiah uang 10 juta peso atau Rp 2,6 miliar ditawarkan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, bagi siapa saja yang bisa menangkap pimpinan Abu Sayyaf Isnilon Hapilon.

Demikian disampaikan Panglima Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Eduardo Ano, Senin (5/6/2017), untuk menangkap pria yang disebut sebagai Emir ISIS di Asia Tenggara itu.

Duterte juga menawarkan hadiah uang masing-masing 5 juta peso atau Rp 1,3 miliar untuk dua bersaudara pemimpin kelompok Maute yaitu Abdullah dan Omar.

Perangi ISIS, Duterte Ajak Separatis dan Pemberontak Maois Bergabung

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah meminta kepada separatis Muslim dan pemberontak pimpinan Maois untuk bergabung dalam perang pemerintahnya melawan militan yang terkait dengan Islam. Duterte bahkan siap membayar dan memberikan rumah jika mereka bersedia bergabung untuk mengalahkan musuh bersama yaitu kelompok Maute.

Hal itu diungkapkan Duterte kala mengunjungi sebuah pangkalan militer di Pulua Jolo. Di pulau ini, pasukan Filipina tengah memerang kelompok militan Islam lainnya Abu Sayaf.

Duterte mengatakan bahwa ia akan memperlakukan gerilyawan komunis dan separatis sama seperti tentara pemerintah jika mereka bergabung dalam peperangannya.

"Saya akan mempekerjakan Anda sebagai tentara; bayaran yang sama, hak istimewa yang sama, dan saya akan membangun rumah untuk Anda di beberapa daerah," kata Duterte, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (28/5/2017).

Dia mengajukan penawaran tidak konvensional ke Front Pembebasan Islam Moro (MILF) dan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF). Dia juga meminta Tentara Rakyat Baru (NPA) komunis untuk meninggalkan perang gerilya yang berlarut-larut dan bekerja dengan pemerintahannya.

MILF dan MNLF telah melancarkan pemberontakan separatis sejak akhir 1960-an dan telah menandatangani kesepakatan damai yang terpisah dengan pemerintah. Namun kesepakatan tersebut belum sepenuhnya dilaksanakan.

Tawaran Duterte kepada Maois terjadi setelah pemerintahnya membatalkan perundingan damai terakhir dengan sayap politik NPA. Pemerintah Filipina menuduh pemberontak merencanakan lebih banyak serangan.

"Jika ini terus berlanjut, dan Anda ingin bergabung, ambillah kesempatan Anda dengan Republik," kata Duterte.

Tidak ada reaksi langsung dari para pemimpin kelompok atas tawaran Duterte.

Pages