Rodrigo Duterte

Teruskan Cita-cita Marcos, Duterte Ingin Ubah Nama Filipina Jadi Maharlika

KONFRONTASI-Presiden Filipina, Rodrigo Duterte berniat meneruskan niat mendiang Presiden Filipina, Ferdinand Marcos untuk mengubah nama negara itu dalam upaya nyata untuk melepaskan Filipina dari hubungan kolonialnya. Duterte ingin mengubah nama negara menjadi "Maharlika", yang berarti kaum bangsawan.

"Suatu hari, mari kita ubah. Marcos benar. Dia ingin mengubahnya ke Maharlika, karena itu adalah kata Melayu," kata Duterte dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (14/2).

Penangkapan Wartawan Pengkritik Duterte Dikecam Komisi HAM ASEAN

KONFRONTASI-Komisi HAM Antar-Pemerintah ASEAN (AICHR) mengecam penangkapan jurnalis dan Pemimpin Redaksi Rappler Maria Ressa di Filipina yang dikenal begitu kritis terhadap pemerintahan Rodrigo Duterte.

Kecaman itu disampaikan Wakil Indonesia di Komisi HAM Antar-Pemerintah ASEAN (AICHR) Yuyun Wahyuningrum yang menyatakan ketidaksetujuan dan keprihatinan atas penangkapan Maria Ressa, pemimpin redaksi Rappler, situs berita yang kritis terhadap pemerintah Filipina.

Sindir Gereja Katolik, Duterte: Tuhanmu Bukan Tuhanku

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali meluncurkan kritikan soal Tuhan ketika menyindir berbagai skandal di internal Gereja Katolik. Dia menilai pihak Gereja Katolik menutup mata atas berbagai skandal pelecehan seks oleh para imamnya.

"Mereka semua terus membuat wajah kebenaran ini ketika mereka tahu bahwa bagaimanapun mereka juga sekelompok kotoran," katanya.

Duterte Borong Senjata dari Israel, Untuk Apa?

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte memang menggunakan tangan besi dalam menerapkan kebijakan anti narkobanya. Bahkan, dia juga memberikan lampu hijau kepada polisi untuk mengambil tindakan ekstrem kepada pelaku. Termasuk tembak di tempat.

Menurut pihak kepolisian, sudah ada 4.200 tersangka narkoba yang mati karena bentrok dengan petugas. Meski oposisi menyebut angka kematian sudah mencapai 20 ribu jiwa.

Duterte Pecat Puluhan Pejabat Karena Terlibat Korupsi

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte memecat 20 pejabat, termasuk kolonel dan jenderal yang terlibat kasus penipuan dan korupsi dalam pembelian perlengkapan medis militer. Kasus korupsi ini membuat sang presiden marah.

Pemecatan massal, termasuk pejabat sipil, tersebut disampaikan juru bicara Kepresidenan Filipina Harry Roque, Senin (13/8/2018).

Duterte Siap Mundur Jika Ada yang Bisa Tunjukkan Foto Selfie Bersama Tuhan

KONFRONTASI-Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial tentang Tuhan. Jika sebelumnya ia menyebut Tuhan bodoh, kali ini ia mempertanyakan eksistensi Tuhan.

Duterte mengatakan ia siap mengundurkan diri jika ada orang yang dapat membuktikan keberadaan Tuhan, misalnya dengan menunjukkan foto atau selfie bersamanya.

“Jika ada di antara Anda di sana, orang-orang yang berisik, yang akan mengatakan bahwa Anda telah pergi ke surga, berbicara dengan Tuhan, melihatnya secara pribadi ... Saya akan mundur dari kursi kepresidenan malam ini," ujar Duterte. 

"Saya hanya butuh seorang saksi yang akan mengatakan, 'Walikota, orang-orang bodoh di Gereja memerintahkan saya untuk pergi ke surga dan berbicara kepada Tuhan. Tuhan benar-benar ada. Kami berfoto bersama dan saya membawa selfie bersamanya',” sambungnya seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (8/7/2018).

Keterlaluan, Berani-beraninya Presiden Filpina Mencaci Tuhan

KONFRONTASI -   Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut bahwa Tuhan itu 'goblok,' yang segera memicu kemarahan di negeri mayoritas Katolik itu.

Dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi, ia mengejek kisah tentang Adam dan Hawa yang diusir dari surga dalam Kitab Injil, dan logika tentang konsep dosa asal.

Gereja dan banyak warga negara mengutuk ucapannya kali ini, namun kantor kepresidenan mengatakan Duterte sekadar mengekspresikan keyakinan pribadi.

Duterte's 'stupid God' quip is his 'personal opinion': spokesman

KONFRONTASI-Philippine President Rodrigo Duterte is entitled to "not to believe in any faith" and express his views, his spokesman has said, addressing criticism following the 73-year-old leader's recent commentary describing God as "stupid" and a "son of a whore".

In an interview on Monday with the Philippine television GMA-7, Harry Roque said the remarks were an expression of the president's "personal belief".

He added that Duterte has his way of expressing his spirituality and what he said "does not need any interpretation".

"He never tried to hide that kind of language when he ran for president. Just accept it that he is that way, because when he asked for a mandate from the voters, he never tried to hide that," said the spokesman.

Roque said that the president's tirade may be rooted on his own "unpleasant" experience with the church.

Duterte has said that as a child he was also a victim of sexual molestation by a Catholic priest.
'What kind of religion is that?'

Duterte was addressing an information technology summit in his hometown of Davao on Friday when his speech veered towards religion and the Bible.

The president, who comes from a Catholic family, questioned the passage on creation in the Bible and the concept of "original sin".

"Adam ate it [fruit from the forbidden tree], then malice was born. Who is this stupid God? You are really a stupid son of a whore if that is the case," Duterte said in Filipino and English.

"You created something perfect, and then you think of an event that would tempt and destroy the quality of your work. How can you rationalise a God ... would you believe that?"

He also said that an infant should not have an original sin, as conception and intercourse only involve the parents.

"What kind of religion is that? That's what I can't accept," he said as his audience sat awkwardly.

Opposition Senator Antonio Trillanes described Duterte's tirade as "blasphemy".

"It is the height of arrogance of power not only to disrespect and spit on an individual's faith but also to act as though he is a god," Trillanes said in a statement.

Pages