18 August 2018

Rodrigo Duterte

Duterte Pecat Puluhan Pejabat Karena Terlibat Korupsi

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte memecat 20 pejabat, termasuk kolonel dan jenderal yang terlibat kasus penipuan dan korupsi dalam pembelian perlengkapan medis militer. Kasus korupsi ini membuat sang presiden marah.

Pemecatan massal, termasuk pejabat sipil, tersebut disampaikan juru bicara Kepresidenan Filipina Harry Roque, Senin (13/8/2018).

Warga Filipina Diculik di Perairan Libya, Duterte Ancam Kerahkan Kapal Perang

KONFRONTASI- Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, Jumat, menyatakan, kemungkinan mengirim kapal perang ke perairan Libya untuk menyelamatkan tiga warga Filipina dan seorang Korea Selatan, yang diculik bulan lalu dari kilang air di negara Afrika utara itu.

Duterte Siap Mundur Jika Ada yang Bisa Tunjukkan Foto Selfie Bersama Tuhan

KONFRONTASI-Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial tentang Tuhan. Jika sebelumnya ia menyebut Tuhan bodoh, kali ini ia mempertanyakan eksistensi Tuhan.

Duterte mengatakan ia siap mengundurkan diri jika ada orang yang dapat membuktikan keberadaan Tuhan, misalnya dengan menunjukkan foto atau selfie bersamanya.

“Jika ada di antara Anda di sana, orang-orang yang berisik, yang akan mengatakan bahwa Anda telah pergi ke surga, berbicara dengan Tuhan, melihatnya secara pribadi ... Saya akan mundur dari kursi kepresidenan malam ini," ujar Duterte. 

"Saya hanya butuh seorang saksi yang akan mengatakan, 'Walikota, orang-orang bodoh di Gereja memerintahkan saya untuk pergi ke surga dan berbicara kepada Tuhan. Tuhan benar-benar ada. Kami berfoto bersama dan saya membawa selfie bersamanya',” sambungnya seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (8/7/2018).

Keterlaluan, Berani-beraninya Presiden Filpina Mencaci Tuhan

KONFRONTASI -   Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut bahwa Tuhan itu 'goblok,' yang segera memicu kemarahan di negeri mayoritas Katolik itu.

Dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi, ia mengejek kisah tentang Adam dan Hawa yang diusir dari surga dalam Kitab Injil, dan logika tentang konsep dosa asal.

Gereja dan banyak warga negara mengutuk ucapannya kali ini, namun kantor kepresidenan mengatakan Duterte sekadar mengekspresikan keyakinan pribadi.

Duterte's 'stupid God' quip is his 'personal opinion': spokesman

KONFRONTASI-Philippine President Rodrigo Duterte is entitled to "not to believe in any faith" and express his views, his spokesman has said, addressing criticism following the 73-year-old leader's recent commentary describing God as "stupid" and a "son of a whore".

In an interview on Monday with the Philippine television GMA-7, Harry Roque said the remarks were an expression of the president's "personal belief".

He added that Duterte has his way of expressing his spirituality and what he said "does not need any interpretation".

"He never tried to hide that kind of language when he ran for president. Just accept it that he is that way, because when he asked for a mandate from the voters, he never tried to hide that," said the spokesman.

Roque said that the president's tirade may be rooted on his own "unpleasant" experience with the church.

Duterte has said that as a child he was also a victim of sexual molestation by a Catholic priest.
'What kind of religion is that?'

Duterte was addressing an information technology summit in his hometown of Davao on Friday when his speech veered towards religion and the Bible.

The president, who comes from a Catholic family, questioned the passage on creation in the Bible and the concept of "original sin".

"Adam ate it [fruit from the forbidden tree], then malice was born. Who is this stupid God? You are really a stupid son of a whore if that is the case," Duterte said in Filipino and English.

"You created something perfect, and then you think of an event that would tempt and destroy the quality of your work. How can you rationalise a God ... would you believe that?"

He also said that an infant should not have an original sin, as conception and intercourse only involve the parents.

"What kind of religion is that? That's what I can't accept," he said as his audience sat awkwardly.

Opposition Senator Antonio Trillanes described Duterte's tirade as "blasphemy".

"It is the height of arrogance of power not only to disrespect and spit on an individual's faith but also to act as though he is a god," Trillanes said in a statement.

Duterte Siap Mundur Jika Seluruh Wanita Filipina Tandatangani Petisi

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte melakukan pembelaan diri atas aksi "cium bibir" wanita Filipina yang sudah berkeluarga di Korea Selatan dan menegaskan bahwa ia akan mundur hanya jika sudah cukup banyak wanita merasa tersinggung dan menanda tangani petisi menuntut pengunduran dirinya.

Duterte Dikecam Gara-gara Cium Bibir Buruh Migran Filipina di Korsel

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Senin (4/6) menuai kecaman setelah mencium bibir seorang perempuan Filipina di panggung selama kunjungannya ke Korea Selatan, memicu kemarahan para aktivis yang menyebut tindakannya "menjijikan."

Bahas Tenaga Kerja, Duterte akan Kunjungi Kuwait

KONFRONTASI- Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan akan berkunjung ke Kuwait untuk menyetujui kesepakatan ketenagakerjaan sehingga menjadi isyarat penurunan ketegangan setelah pertikaian diplomatik atas dugaan penganiayaan pekerja Filipina di negara Teluk itu.

Duterte Sebut Komisaris HAM PBB Bodoh

KONFRONTASI-Perseteruan antara Presiden Filipina, Rodrigo Duterte dengan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid Ra'ad Al Hussei semakin memanas. Keduanya diketahui kembali saling melemparkan serangan verbal.

Duterte menyatakan bahwa Zeid adalah seorang yang bodoh. Pernyataan Duterte ini muncul setelah Pangeran Yordania itu menyebut Duterte membutuhkan bantuan psikiater dan menggambarkan hinaan Duterte terhadap pelapor PBB sebagai sesuatu hal yang sangat memalukan.

Setelah Narkoba, Duterte Nyatakan Perang Terhadap Obat Palsu

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte membuka medan baru dalam perang melawan narkotika dengan membidik obat palsu untuk membendung perdagangan gelap parasetamol, kata pengacaranya pada Rabu.

Salvador Panelo, kepala penasihat hukum kepresidenan, mengatakan bahwa Duterte memerintahkan polisi menangkap mereka yang bertanggung jawab.

Pages