1 April 2020

Rocky Gerung

Rocky Gerung: Fiksi Itu Baik, yang Buruk Itu Fiktif

KONFRONTASI-Kontroversi mencuat setelah Dosen Filsafat dari Universitas Indonesia Rocky Gerung mengatakan, kitab suci adalah fiksi. Namun demikian ia tak menyebut kitab suci agama apa yang dimaksud.

Pernyataan Rocky disampaikan  dalam acara Indonesia Lawyers Club dengan tema 'Jokowi-Prabowo Berbalas Pantun' pada Selasa (10/04/2018) malam.

Siapa Dalang Teror ke Pemuka Agama? Ini Analisa Rocky Gerung

KONFRONTASI -  Rokcy Gerung, dosen di Departemen Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI), menjadi salah satu nara sumber acara ILC tvOne tadi malam, Selasa (13/2/2018), yang membahas tema hangat "Teror Ke Pemuka Agama: Adakah Dalangnya?".

"Adakah dalangnya? Ada," tegas Rocky.

"Persoalannya dimana dalangnya? Sangat mungkin dalangnya di sekitar Monas," papar Rocky.

Di sekitar Monas? Di sekitar Monas itu banyak tempat penting. Ada Kedubes AS, juga ada Istana Negara.

Ini Kata Rocky Gerung: Zaadit Taqwa Lulus Ujian IQ dan Rontokkan Semua Kartu yang Dikeluarkan Jokowi

KONFRONTASI -  Dosen Filsafat UI, Rocky Gerung menilai naif ketika ada orang-orang yang menyerang Zaadit Taqwa, Ketua BEM UI yang meniup peluit dan memberi kartu kuning untuk Jokowi dengan serangan pribadi seperti dikatakan tidak lulus mata kuliah tertentu dan serangan lainnya.

Rocky menilai Zaadit Taqwa merupakan contoh mahasiswa yang cerdas yang mampu melahirkan simbol untuk membantah sebuah wacana.

Rocky Gerung: Presiden Bantah Data BPS, Kan Kacau Ini!

Debat Bukan Sabung Ayam

Oleh: Rocky Gerung*

Tapi kita telanjur menikmatinya begitu. Menunggu ada yang keok. Lalu bersorak, lalu mengejek. Hasrat ejek-mengejek inilah yang kini menguasai psikologi politik kita: mencari kepuasan dalam kedunguan lawan.

Rezim Hoax, SEPILIS dan Akhir Pemerintahan Presiden Jokowi

KONFRONTASI -  Sejak terbitnya Fatwa MUI pada tahun 2005 tentang kesesatan SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme), maka kalangan Sepilis sibuk mencari nama baru yang manipulatif sehingga mudah menipu, menjebak dan membodohi masyarakat awam.

Akhirnya, mereka gonta-ganti nama, sebentar Islam Moderat, sebentar Islam Inklusif, sebentar lagi Islam Multikulturalisme, namun tetap tidak laku, karena masih ada aroma bahasa asing (Inggris), sehingga tetap dicurigai oleh masyarakat.

Rocky Gerung Paparkan Soal PERPPU Ormas, Mentri Tjahjo Jadi Bingung & Bengong

KONFRONTASI -  Dalam acara Indonesian Lawyer Club (ILC), Selasa malam (18 juli 2017) mengangkat tema “Panas Setelah PERPPU Ormas”, Peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi) Rocky Gerung salah satu narasumbernya.

Rocky Gerung: Perppu Ormas Anti-demokrasi

KONFRONTASI-Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) 2/2017 memungkinkan pemerintah membubarkan organisasi masyarakat yang dinilai membahayakan negara tanpa melalui proses peradilan. Kehadiran Perppu ini pun menuai kritik keras dari Intelektual publik Rocky Gerung.

Menurut dosen filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (UI) itu, kehadiran Perppu memperlihatkan pemerintah kalah kehilangan akal.

“Kalah akal, main Perppu. Demokrasi gak boleh gitu,” ujar Rocky Gerung lewat akun Twitter @rockygerung beberapa saat lalu (Jumat, 14/7).

Rocky Gerung: Penguasa Hanya Perlakukan Pancasila Sebagai Ideologi Pembungkam Kritik, Bukan Pembuka Dialog

KONFRONTASI-Rocky Gerung dalam diskusi Reboan di Indonesia Democracy Monitor (Indemo), di Jl Lautze 62 C, Jakarta Pusat, Rabu (7/6) memaparkan Pancasila sebagai sekedar “tools of politics” dan lebih parah lagi sebagai pembatas antara “kami yang pluralis” dan “mereka yang fundamentalis”.

Karena semua dianggap sudah ada jawabannya melalui Pancasila, tandas Rocky, maka siapapun penguasa memperlakukan Pancasila untuk “turun tangan” mengatasi segala macam jenis penyakit. Akibatnya bangsa ini kehilangan kemampuan dalam memproduksi gagasan.

Pernyataan 'Gebuk' oleh Presiden Tidak Relevan Redam Situasi, sebut Rocky Gerung

KONFRONTASI -  Dosen di Departemen Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI), Rocky Gerung, mengatakan pernyataan 'gebuk' yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), beberapa waktu lalu tidak relevan digunakan untuk kondisi saat ini.

Presiden sebaiknya tidak menggunakan kalimat yang mengganggu optimisme masyarakat. Menurut Rocky, gebuk merupakan istilah lama yang digunakan pada 30 tahun lalu, bahkan sebelumnya. Dia melihat pernyataan itu tidak pas dilontarkan jika bertujuan meredam situasi saat ini.

Pages