Robot

Gunakan Tenaga Matahari, Robot Interceptor Ini Mampu Bersihkan Sampah di Sungai

KONFRONTASI-Sampah plastik menjadi salah satu masalah lingkungan yang paling mengancam saat ini. Bahkan sebanyak 2,4 juta metrik ton sampai plastik mengalir dari sungai ke laut. Sampah plastik banyak berasal dari sungai-sungai di Asia, termasuk Indonesia.

Beberapa negara mungkin telah mencoba beberapa hal untuk mencegah menumpuknya sampah plasti, seperti daur ulang, mengganti kantong belanjaan, dan larangan pengemasan sekali pakai.

Kode Error, Robot Asmara Berpotensi Bunuh Pemiliknya

KONFRONTASI-Kehadiran robot-robot asmara yang dibekali kemampuan kecerdasan buatan (artificial intelligent) berpotensi membunuh sang pemiliknya, demikian dikatakan penguji produk robotik di Realbotix dan Abyss, bernama samaran Brick Dollbanger.

"Itu membuat saya takut sampai mati. Itu adalah mesin dan itu akan selalu menjadi mesin. Jika Anda melihat film-film, seperti 'Ex-Machina', karena saya sejujurnya percaya sintetis akan tampak sangat mirip seperti pada film itu," ujar Dollbanger seperti dikutip The Daily Star, Minggu.

UMM Sabet Juara di Kompetisi Robot

KONFRONTASI-Tim Robotik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, kembali mendapat gelar juara pada Kompetisi Robot Indonesia (KRI) kategori Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) di Universitas Dian Nuswantoro Semarang, belum lama ini. Melalui mahasiswa Ghufron Wahyu Kurniawan, Izzan Silmi Aziz, serta Bayu Irawan Nugroho, 'DOME' menjadi robot tercepat dengan perolehan waktu nilai akhir terbaik; 3.44.

Amazon Mulai Gunakan Robot untuk Kemas Paket

KONFRONTASI-Armada robot Amazon kembali ditambah di awal tahun ini. Diketahui, raksasa e-commerce tersebut telah memperkerjakan robot di gudangnya selama dua tahun terakhir.

Reuters melaporkan bahwa Amazon telah menambahkan mesin ke beberapa gudang yang memindai barang-barang yang turun dari vendor dan kemudian membungkusnya beberapa detik kemudian dalam kotak yang dibuat khusus.

Perusahaan itu dilaporkan mempertimbangkan untuk memasang dua mesin di lusinan gudang yang akan menghapus setidaknya 24 karyawan manusia di masing-masing.

Wuih Canggih, Robot Ini Bisa Bantu Tugas Perawat di Rumah Sakit

KONFRONTASI-Sebuah robot pembantu di rumah sakit yang dirancang untuk membantu perawat, telah menyelesaikan uji coba pertamanya di rumah sakit Texas. 

Dirancang oleh Diligent Robotics yang berbasis di Austin, robot ini terintegrasi dengan sistem otomatis di rumah sakit. Robot ini dipandang sebagai salah satu alat potensial untuk membantu meringankan ketegangan pada petugas kesehatan.

Perusahaan Diligent Robotics asal Amerika Serikat telah memperkenalkan robot pembantu untuk rumah sakit. Robot ini merupakan peningkatan dari manipulator seluler bernama Poli, yang dirancang untuk mengambil alih tugas logistik yang membosankan. 

Dikenal dengan nama Moxi, robot ini jauh berbeda dari pendahulunya. Moxi menggunakan basis seluler Freight dari Fetch Robotics, tentang manipulasi dan interaksi antara manusia dan robot. 

Moxi bukanlah robot pengganti manusia, melainkan mendukung orang dalam perannya. Ini membuat profesional kesehatan, seperti dokter, tidak harus bekerja terlalu keras, hingga melebihi batas waktu kerja yang ditentukan. 

Secara signifikan, Moxi dibuat mirip dengan pola pikir manusia agar lebih mudah untuk berkomunikasi. 

Robot bergerak secara otonom untuk menavigasi dan menghindari rintangan. Robot ini diberikan lengan Kinova Jaco dan Adaptive Gripper untuk mengambil barang yang dibutuhkan. Barang tersebut kemudian dijatuhkan ke wadah penampungan barang yang menjadi satu dengan tubuhnya. 

CEO Diligent Robotics, Andrea Thomaz mengungkapkan, bagaimana robot ini dapat mendukung tugas-tugas dalam industri kesehatan. Dia juga berharap Maxi tidak dianggap sebagai ancaman untuk tenaga medis manusia. 

“Prioritas kami sejak awal adalah membuat para profesional kesehatan menikmati dan merasa didukung dalam pekerjaan mereka lagi, mengingat banyak orang melihat kecerdasan buatan (AI) sebagai ancaman profesional daripada alat (kesehatan),” kata Andrea, dikutip dari spectrum. 

Namun, semakin banyak penelitian yang dilakukan oleh Andrea dan tim, semakin banyak pula tanggapan positif dari staf perawat. Mereka lebih percaya untuk meningkatkan peran staf klinis, daripada menggantikan peran. 

“Kami lebih percaya diri dalam visi kami untuk Moxi saat membantu para staf menjaga tanggung jawab logistik sehingga mereka dapat menghabiskan lebih banyak waktu bersama pasien,” tambah CEO itu. 

Pelanggan pertama perusahaan ini telah memvalidasi perlunya robot untuk dapat beradaptasi dengan setiap lokasi. Lingkungan fisik untuk navigasi dan manipulasi dalam mendukung tugas khusus perlu disesuaikan dengan alur kerja setiap unit. 

“Satu harapan yang kami konfirmasikan adalah navigasi dengan tingkat akurasi milimeter belum terpecahkan dan kami sudah menemukan solusi dengan visi manipulasi berulang,” Ungkap Andrea. 

Mereka mempelajari setiap lingkungan perawatan yang berbeda sehingga membutuhkan berbagai macam pengindraan. 

Secara khusus, mereka bereksperimen dengan sensor yang memiliki skala, resolusi, dan jarak yang berbeda. “Kami memanfaatkan fusi sensor dan persepsi multimodal untuk memungkinkan Moxi memahami setiap lingkungan semi-terstruktur,” tambah Andrea. 

Cobot Diklaim Aman Bekerja dengan Manusia

KONFRONTASI-Cobot atau collaborative robot dirancang untuk bisa bekerja berdampingan dengan manusia secara aman dalam otomasi industri dan akan banyak digunakan dalam era Industri 4.0 mendatang.

Cobot yang ringan, ringkas, dan fleksibel dapat bekerja di ruang kecil dan di berbagai industri, dengan fitur keamanan built-in, sehingga aman untuk bekerja pada jarak dekat dengan manusia, kata Sakari Kuikka, General Manager Asia Tenggara dan Oseania di Universal Robots.

Akankah Robot Gantikan Peran Manusia?

KONFRONTASI-Sejalan dengan program pemerintah mengenai industri 4.0 asosiasi dunia digital turut mendorong pertumbuhan di sektor tersebut dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Berbicara mengenai industri 4.0 di masa mendatang, Ketua Umum Asosiasi Cloud Computing Indonesia Alex Budiyanto berpendapat infrastruktur dan internet akan menjadi pondasi utama dalam era industri 4.0, semua mesin akan terkoneksi dengan sensor.

2030, Robot Bakal Ambil Alih 60 Persen Pekerjaan Manusia

KONFRONTASI-Kemajuan teknologi tak hanya membawa dampak positif bagi kemajuan zaman, namun juga berdampak negatif terhadap beberapa hal. Salah satunya adalah pekerjaan manusia yang akan tergeser dengan mesin-mesin otomatis atau bahkan robot.

Hal itu terungkap pada pertemuan ratusan pelaku media dan perusahaan periklanan yang tergabung dalam Asia Pacific Media Forum (APMF) 2018 di Nusa Dua, Bali.

Pages