RJ Lino

KPK Segera Rampungkan Penyidikan RJ Lino

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera merampungkan penyidikan terhadap mantan Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino (RJL), tersangka tindak pidana korupsi pengadaan quay container crane (QCC) di PT Pelindo II.

"Tentu penyidik sedang menyelesaikan berkas perkaranya dan tentu tidak dengan waktu yang lama nanti proses itu akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor setelah nanti jaksa peniliti yang ditunjuk memeriksa kelengkapan berkas yang bersangkutan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di gedung KPK, Jakarta, Kamis.

Kasus RJ Lino Tak Kunjung Tuntas, Pimpinan KPK: Saya Juga Malu Pak!

KONFRONTASI-Kelanjutan kasus yang menjerat mantan Direktur Utama Pelindo II, RJ Lino, dipertanyakan oleh Komisi III DPR kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Anggota Komisi III dari Fraksi PDI P, Junimart Girsang mempertanyakan kelanjutan kasus pengadaan Quay Container Crane Pelindo II. Disampaikan saat rapat dengar pendapat antara Komisi III dengan KPK.

Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarief memastikan, kasus itu terus diusut.

Bahkan, Deputi Penindakan KPK, Brigjen Firli, berjanji dalam waktu dekat akan diselesaikan.

Kasus RJ Lino Mangkrak, Ini Alasan KPK

KONFRONTASI-Hingga saat ini kasus dugaan korupsi mantan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Richard Joost Lino masih belum jelas kelanjutannya.

Sudah hampir dua tahun sejak 18 desember 2015 KPK menetapkan RJ Lino sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam pengadaan quay container crane (QCC) tahun 2010, hingga kini kasus tersebut tak kunjung naik ke tingkat penuntutan.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan jika kasus tersebut menggantung lantaran terhalang otoritas pemerintahan China.

“Teknisnya seperti apa kami belum dapat menyampaikan. Namun yang pasti ada persoalan yurisdiksi yang belum selesai,” ujar Febri, di gedung KPK, Rabu (22/11) Malam.

Hal inilah yang mendasari tim penyidik KPK belum juga melimpahkan berkas perkara RJ Lino ke penuntutan.

Selain itu di negeri tirai bambu tersebut, KPK juga ingin mengakses bukti dokumen-dokumen pembelian dan perawatan 3 QCC di Tiongkok. Pelindo II membelinya dari Wuxi Huang Dong Heavy Machinery.

Sejatinya langkah KPK untuk mengakses data tersebut telah dilakukan. Selain menurunkan tim penyidik, KPK juga menurunkan tim pada Direktorat Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK dan menggandeng Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) guna melakukan diplomasi kepada pemerintah China.

“Segala upaya yang bisa dilakukan untuk bisa memaksimalkan hambatan-hambatan yuridiksi itu akan kita lakukan sepanjang itu sah,” kata Febri

Langkah KPK lagi-lagi terhalang karena belum adanya mutual legal assistance (MLA) dengan China.

“Kalau dihukum lintas negara, karena ini negara berbeda jadi aturan hukumnya juga berbeda. Jadi kita tidak bisa menggunakan kewenangan kita disana (China), jadi kita harus kordinasi semacam kerjasama atau mutual legal assistance atau sejenisnya dan itu perlu persetujuan otoritas setempat (China). sampai saat ini hal itu belum maksimal untuk dilakukan,” kata Febri.

Kemana Saja RJ Lino? Lama Tak Terdengar Jejak KPK Dalami Kasusnya?

KONFRONTASI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyidik kasus korupsi pengadaan "Quay Container Crane" (QCC) atau mobile crane di PT Pelindo II dengan tersangka Richard Joost Lino (RJ Lino). Dia sendiri sudah menyangdang status tersangka sejak 2015. Pendalaman dilakukan dengan memeriksa mantan anak buahnya, Ferialdy Noerlan.

Ratusan Pekerja JICT Mogok, KPK Didesak Segera Tangkap RJ Lino dan Menteri Rinso

KONFRONTASI- Bisnis jasa butuh image yang kondusif. Karenanya, jika Pelabuhan mogok Wajah kita di mata dunia akan coreng moreng. .

Demikian disampaikan Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMAS terkait aksi mogok 600 pekerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT) hari ini, Kamis (3/8/2017).

Menurut Fernando, akar masalah dari aksi demo 600 pekerja JICT yang menuntut hak-hak para pekerja JICT adalah kasus Pelindo Gate yang merugikan negara sebesar Rp 4 triliun.

Mahasiswa Tagih Janji KPK Tuntaskan Kasus RJ Lino

Konfrontasi - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pendukung Komisi Pemberantasan Korupsi mendatangi kantor KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat 5 Mei 2017.

Para mahasiswa ini mendesak lembaga anti korupsi itu menuntaskan kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II yang menjerat mantan Dirut Pelindo II, Richard Joost Lino.

KPK Lelet Usut Kasus Pelindo II, RJ Lino Masih Enjoy

KONFRONTASI-Penanganan kasus korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane di PT Pelindo II ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkatung-katung setidaknya sudah 1,5 tahun dan sampai saat ini belum menemukan titik terang.

Kasus ini telah menjadikan mantan Direktur Utama Pelindo II RJ Lino sebagai tersangka. Namun, baru sekali KPK memeriksa RJ Lino sebagai tersangka. Bahkan penyidikan atau pemeriksaan saksi-saksi kasus ini jarang ada di jadwal pemeriksaan.

Mengapa Terkesan Kasus RJ Lino Jalan di Tempat?

KONFRONTASI -  Penyidikan dugaan korupsi quay container crane (QCC) Pelindo II, tak kunjung tuntas. Sudah lebih setahun, kasus yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu belum menunjukkan titik terang.

Sang tersangka, mantan Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino, juga tak kunjung dijebloskan ke tahanan. Dia terakhir diperiksa penyidik 5 Februari 2016 lalu.

Pages