Riau

Pendapatan Pajak Riau Meningkat Berkat Razia

Konfrontasi - Usaha Badan Pendapatan Daerah Provinsi Riau untuk mendongkrak penerimaan daerahnya berhasil dilaksanakan. Salah satu pendorong yaitu rutinnya razia kendaraan bermotor oleh pemda setempat.

Menjelang akhir 2018, data pemprov menunjukkan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Riau mencapai 97% target sepanjang tahun, atau senilai Rp3,03 triliun.

10 Kepala Daerah Dukung Jokowi, Mendagri Minta Gubernur Riau Beri Teguran

Konfrontasi - Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan mengatakan, Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) telah mengeluarkan surat tembusan terkait 10 kepala daerah yang memberikan dukungan kepada capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi).

"Kami sudah menerima surat tembusan dari Kemendagri sebagai tindak lanjut rekomendasi Bawaslu Riau, dan sudah ditanggapi," ucap Rusidi Rusdan dalam keterangannya yang dikutip dari Kompas.com, Jumat (28/12/2018).

Riau: Sesudah Lempar Mahasiswi S3 dengan Disertasi, Besok Rektor MR Angkat Bicara

RIAU- Rektor MR, terduga pelaku pelemparan disertasi setebal 250 halaman terhadap mahasiswi S3 Komala Sari angkat bicara. Rektor MR berjanji akan blak-blakan, Senin (10/12/2018) besok.

Minggu (9/12/2018) hari ini, Rektor MR belum mau berbicara.

"Mohon maaf, besok saya berikan konfirmasinya, terima kasih," ujar Rektor MR melalui pesan singkat, Minggu siang.

Banjir Paksa Puluhan Sekolah di Indragiri Hulu Diliburkan

Konfrontasi - Puluhan sekolah mulai dari pendidikan anak usia dini, taman kanak-kanak hingga SMP di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, terpaksa diliburkan karena banjir.

Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Pemkab Indragiri Hulu, di Kecamatan Peranap, Putra Indra, Sabtu (10/11/2018) mengatakan, beberapa sekolah dasar, Pendidikan Anak usia Dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) terpaksa diliburkan sejak sepekan belakangan.

Bawaslu : Pidana Penjara 2 Tahun, Seluruh Kepala Daerah Di Riau Deklarasi Dukung Jokowi

KONFRONTASI -  Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Riau akan memanggil gubernur terpilih dan para bupati/wali kota setempat untuk mengklarifikasi keikutsertaan mereka pada deklarasi dukungan Pro-Joko Widodo (Projo) yang diadakan di salahsatu hotel di Pekanbaru.

foto : Surat Bawaslu Riau

Setelah Demo UIR Pekanbaru: Jutaan Mahasiswa Indonesia Loyo dan Hidup Segan Mati Tak Mau?

KONFRONTASI- Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru beberapa waktu lalu seakan menjadi tamparan serius kepada seluruh mahasiswa Indonesia.

"Aksi demonstrasi di UIR itu menempeleng jutaan mahasiswa Indonesia lainnya yang saat ini seolah diam dalam melihat permasalahan bangsa," kata Kabid Sospol Gerakan Pemuda Islam (GPI), Eko Saputra saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (11/9).

Angin Kencang Sapu Padi Hampir Panen Petani di Siak

Konfrontasi - Angin kencang disertai hujan lebat beberapa hari lalu menyapu  beberapa Hektare sawah di sejumlah kampung Kemuning Muda, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau. Walhasil, padi hampir panen itu rebah begitu saja.

Kepala Dusun II Kampung Kemuning Muda, Islahudin, mengatakan, angin kencang cukup meresahkan petani, karena bukan saja padi saja yang rubuh, namun gubuk petani tempat berteduh pun habis.

"Tanaman jagung dan pisang milik petani juga habis diterjang angin," kata Islahudin, di Siak, Minggu (14/1/2018).

Diteriaki Begal, Pemuda 20 Tahun Ini Tewas Diamuk Massa

Konfrontasi - Seorang pemuda bernama Wahyu Fikranda alias Viki di Bangkinang, Riau, bernasib tragis. Pemuda berusia 20 tahun itu tewas di tangan warga yang menuduhnya pelaku begal.

Tidak itu saja, warga juga membakar sepeda motor yang digunakan Wahyu saat itu.

Peristiwa ini terjadi di Dusun II, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, tepatnya di Jalur II Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang, Sabtu (16/12), sekitar pukul 21.00 WIB.

Kabar ini sontak membuat heboh. Tak hanya warga sekitar, warganet juga gempar dibuatnya. Foto-foto Viki yang sudah tak berdaya setelah diamuk massa, tersebar di media sosial. Di facebook dan whatsapp.

Seperti di akun facebook bernama Heru Kotoshi yang mengunduh foto dan video Viki. Pada unggahannya tersebut, akun ini menunjukkan bahwa Viki adalah begal yang meresahkan warga Kampar.

"Ciri-ciri yang memakai motor spin," tulisnya.

Videonya yang tengah dihajar massa juga viral. Terlihat, Viki saat itu sudah berlumuran darah. Darah paling banyak di bagian kepalanya. Dalam video yang berdurasi 3 menit 8 detik itu, terdengar suara Viki merenta-renta. Meminta tolong.

Pulang dari Bali, Ustadz Somad: Saya Tak Sudi Didikte Preman Nasi Bungkus

Konfrontasi - Ustaz Abdul Somad siang tadi disambut masyarakat Melayu di Riau setelah melakukan safari dakwah di Bali. Sambutan ini sebagai bentuk dukungan karena sempat ada fitnah dari sejumlah orang yang tergabung dalam Komponen Rakyat Bali (KRB) saat Somad akan ceramah di Pulau Dewata.

Selain masyarakat Riau, kedatangan Abdul Somad juga disambut Dewan Pengurus Harian Lembaga Adat Melayu. Mereka datang ke Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru untuk menyambut kepulangan ustaz lulusan Maroko itu.

Sempat ditolak karena dianggap penceramah yang anti kebhinekaan dan anti-NKRI, kemudian dipaksa untuk berikrar, Ustaz Somad menjelaskan, dari awal dirinya mememang menolak saat dipaksa berikrar.

"Bukan berarti saya tak cinta NKRI. Saya tak perlu berikrar di depan orang yang tidak punya legalitas dan otoritas untuk memaksa saya. Otoritas mereka untuk memaksa saya berikrar di depan mereka apa? Masalah menyanyikan lagu Indonesia Raya, masih ada viral video saya di kampung Suku Talang Mamak sana, kami menyanyikan lagu dan mengibarkan bendera Indonesia Raya," ujarnya.

Menurut Somad, tidak perlu ada pihak mana pun meragukan kecintaannya terhadap NKRI. Dia hanya tidak ingin ada preman yang mendikte dirinya. Karena itu, dia minta pemerintah dapat menjaga ulama.

"Saya hanya tidak mau didikte di depan preman-preman nasi bungkus. Itu yang saya tidak mau. Ke depan saya mau menyatakan bahwa pemerintah harus menjaga ulama kalau tidak umat akan mengamuk," katanya.

Meski begitu, Somad meminta umat menyikapi masalah ini seperti menarik rambut di tepung. Jadi jangan sampai ada perselisihan yang berlanjut setelah kejadian yang lalu.

"Rambut ditarik, tepung tak rusak. Jangan sampai gara-gara nila setitik rusak susuk sebelanga. Di Bali ada komunitas Umat Hindu yang sudah hidup lama bersama umat Islam, 800 tahun, tidak pernah rusak," ujarnya.

Bocah Enam Tahun Dicabuli Pamannya saat ke Rumah Kakek

Konfrontasi - Seorang bocah perempuan berusia enam tahun, jadi korban pencabulan yang dilakukan oleh adik tiri ibunya sendiri alias paman. Kejadian itu, dialaminya saat korban berada di rumah kakeknya di Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau.

Pelaku diketahui berinisial Sap (19) harus berurusan dengan polisi setelah dilaporkan oleh orang tua korban. Parahnya, kejadian itu ternyata sudah berulang kali dan baru ketahuan. 

Pages