Rezim Jokowi

Dukung Diskusi Pemecatan Presiden, Refly Harun Sebut Rezim Jokowi Bak Orde Baru: Rezim Zaman Now Harus Tahu Diri

KONFRONTASI -    Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun kembali menyinggung soal upaya pemberhentian presiden.

Refly dalam kanal YouTubenya mengungkap terkait isu seminar di UGM yang diberhentikan karena adanya isu ancaman pembunuhan.

Seminar itu bertajuk tentang pemberhentian presiden yang rencananya digelar oleh Fakultas Hukum UGM.

Namun karena dituduh makar dan mendapatkan ancaman, seminar itu urung digelar.

Dalam, Ogah Benarkan Pakaiannya Gegara Tak Digubris

Refly pun mengaku sedih dengan batalnya seminar tersebut.

Menggugat Rezim Jokowi

Oleh : Nasrudin Joha 

Saya kehilangan ungkapan untuk menggambarkan bagaimana rusaknya negara ini dibawah kepemimpinan Jokowi. Semua kejadian mutakhir yang mendera negeri ini, rasanya tak mungkin terjadi jika negeri ini memiliki pemimpin.

Ini Konspirasi Rezim Jokowi Untuk Hapus NKRI & Pancasila. Ini Kudeta PKI sebenarnya. Mereka Menumpang di Balik Pemilu 2019.

Oleh:  Ibnu Buang

 

انا لله انا لله انا لله و انا اليه راجعون.

 Ya Allah...
Negara NKRI ini dalam bahaya besar ya Robbi. 
Tolonglah Agama-Mu, tolongan umat Nabi Muhammad, tolonglah rakyat Indonesia ya Allah. 
Amiiinn... 

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

KONFRONTASI -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah. Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Fatwa UAS & Sekaratnya Rezim Jokowi

Oleh : Nasrudin Joha 

 

 

Malam ini adalah malam paling memilukan bagi rezim Jokowi. Diluar negeri, di Selangor Malaysia, rencana curang telah Allah SWT ungkap dengan ditemukannya surat suara yang telah tercoblos capres 01 dan caleg partai Nasdem. Fakta ini, meneguhkan praduga curang dalam Pilpres itu nyata, bukan isapan jempol semata.

Pages