Rezim

Mayjen TNI (Purn): Rezim Telah Melakukan Kerusakan Dan Kedzaliman?

Oleh:  Deddy S Budiman

Pilpres, Pilkada, Pileg langsung berbiaya mahal, melalui sistim ambang batas, dilakukan dengan TSM untuk tidak Jurdil, dan dibiayai para pemodal /taipan, menghasilkan Wakil Rakyat dan Pemimpin Boneka dan Koruptor.

"Menurut Menkopolhukam Mahfud MD 92% calon pemimpin, dibiayai oleh pemodal".

Akhirnya sama-sama kita ketahui berapa banyak para pemimpin daerah yang terlibat korupsi, dan sekitar 80% tanah dan perijinan sudah diambil oleh para pengusaha Asing dan Aseng.

Rizal Ramli: Orang yang nanggung-nanggung, dari segi Profesional dan Leadership, Menjilat adalah Jalan Naik Kelas ke Atas.

KONFRONTASI- ''Kita obserrvasi puluhan tahun, orang-orang  yang betul-betul  professional, paham masalah, tahu solusi & memiliki kemampuan eksekusi unggul. Mereka jelas tidak mau menjilat karena sadar dia dibutuhkan secara profesional,'' kata tokoh nasional/teknokrat senior Dr Rizal Ramli (RR).  ''Tapi orang yang nanggung-nanggung (medioker), dari segi proffesional dan leadership, menjilat adalah jalan naik kelas ke atas. '' ungkapnya.

Din Syamsuddin: Menghadapi lingkaran Setan, Kita nyaris Tidak tahu dari mana Memulainya

KONFRONTASI- Saat ini bangsa Indonesia tengah dihadapkan dengan beragam persoalan yang berat. Hal itu berkenaan dengan rezim pemerintahan saat ini yang justru melemahkan sendi demokrasi.Din Syamsuddin menuturkan,  Perjuangan Kita Berat karena Menghadapi Lingkaran Setan, Demokrasi Dilumpuhkan!

Mengakhiri Demokrasi Kriminal, Kegagalan Negara dan Pembusukan Rezim serta Oligarkisme: Perlunya Re-Setting dan Re-Designing Kehidupan Bernegara

DEMOKRASI KRIMINAL, KEGAGALAN REZIM JOKOWI DAN PEMBUSUKAN OLEH OLIGARKI MODAL: SIGNIFIKANSI  RE-SETTING DAN RE-DESIGNING KEHIDUPAN BERBANGSA BERNEGARA

Kajian Freedom Foundation: Jokowi Tetap Kuat Bertahan selama Tidak ada Gerakan Massa/Mahasiswa dan People Power

KONFRONTASI- Rezim Jokowi tidak akan ambruk dan tak akan jatuh tanpa gerakan massa/mahasiswa dan people power yang kuat untuk mengoreksi dan mengakhiri krisis ekonomi dan krisis pemerintahan serta krisis Corona/kesehatan dan kontroversi RUU-HIP serta Omnibus Law yang sudah parah.

Rezim Telah Gelontorkan 300 T Untuk Selamatkan Rupiah, Berapa Anggaran Untuk Selamatkan Nyawa Rakyat?

Oleh : Nasrudin Joha

 

Rupanya, rezim ini lebih sayang uang (rupiah) ketimbang nyawa rakyat. Terbukti, untuk menyelamatkan nilai rupiah, rezim rela merogoh kocek negara hingga Rp. 300 T.

Belum lama ini, Bank Indonesia (BI) mengabarkan telah menggelontorkan dana hampir mencapai Rp 300 triliun guna menguatkan nilai tukar rupiah dari tekanan dolar Amerika. Injeksi ke mata uang rupiah dilakukan di pasar spot, pembelian Surat Berharga Negara (SBN) yang dilepas investor asing, hingga DNDF. (20/3).

Tanda-Tanda Alam Menolak Rezim (Jokowi): Ojo Rumongso Biso

Oleh: Arief Gunawan, Wartawan Senior.


KONFRONTASI- SEJARAWAN Onghokham yang berkeliling Jawa menjelang kejatuhan Sukarno mencatat fenomena wabah kutu busuk di sejumlah kota besar.

Ong kerap menyaksikan ratusan tikus turun ke jalan dari persawahan yang kering, yang nampak melalui sorot lampu kendaraan yang ditumpanginya pada malam hari.

Fenomena kutu busuk terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta, Solo, Bandung, dan beberapa wilayah Jawa Timur. 

Kisah “Rezim Digital Artificial” Berselimut Sampah

“Rezim Digital Artificial”: 
KISAH KEKUASAAN BERSELIMUT 
BUZZERS SAMPAH ...


Catatan: Arief Gunawan, Wartawan Senior.


PRESIDEN Amerika umumnya adalah The Greatest Man. 

Ford, Kennedy, Nixon, Bush, Eisenhower, adalah para satria Perang Dunia Kedua. 

Roosevelt presiden 4 periode karena dipercaya rakyat, dengan kemampuan memulihkan Amerika dari Great Depresion yang melanda dunia, dan dengan kaki lumpuh melawan Nazi & Jepang.

Rezim Seharusnya Lebih Hati-hati dalam Mengambil Kebijakan yang Kontraproduktif

Oleh: M Rizal Fadilah

 

 

UMAT Islam Indonesia merasakan bahwa kebijakan Pemerintah saat ini cenderung mendzalimi. Dua isu besar yang sangat menohok adalah radikalisme dan intoleransi.

Pemerintah tidak pernah merasakan tuduhan dan kampanye itu menyakitkan dan mendzalimi. Sebagian kecil orang Islam karena jabatan atau jilatan ikut dalam barisan penzaliman. Anehnya, kadang paling beringas.

Akibat Rezim Ugal-Ugalan, 54 Pabrik di Bogor Bersiap Gulung Tikar

KONFRON TASI -  Iklim perekonomian di Kabupaten Bogor semakin sulit. Puluhan pabrik berbagai sektor kini sekarat. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat (Jabar) mencatat, di Kabupaten Bogor ada 54 pabrik bersiap gulung tikar.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar Mohammad Ade Afriandi memperkirakan, masalah tersebut berdampak terhadap adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang mencapai 64 ribu orang. Ia memperkirakan, perusahaan bangkrut karena terus naiknya upah pekerja.

Pages