Resesi Ekonomi

CORE Indonesia: Resesi Harusnya Jadi Momentum Transformasi Ekonomi

KONFRONTASI- Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan langkah dan kebijakan yang diambil untuk memulihkan ekonomi pada tahun 2021 tidak hanya akan mempengaruhi perekonomian dalam jangka pendek, tetapi juga akan menentukan struktur ekonomi Indonesia dalam jangka menengah dan panjang.

Dia memandang kondisi resesi ekonomi pada tahun 2020 ini seharusnya dimanfaatkan untuk melakukan reformasi dan transformasi ekonomi agar dapat tumbuh lebih kokoh, berkelanjutan, dan lebih tahan terhadap guncangan krisis dalam jangka waktu yang lama.

Indonesia Resesi, Stafsus Menkeu Klaim Sebagai Pra Kondisi Pemulihan

KONFRONTASI-Pemerintah menegaskan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49% secara year on year (yoy) merupakan prakondisi pemulihan ekonomi nasional pada 2021 mendatang. Itu karena ekonomi tumbuh positif 5,05% secara quarter to quarter (qtq) bila dibandingkan dengan pertumbuhan di kuartal II yang minus 5,32%.

Staf Khusus Menteri Keuangan (Menkeu) Yustinus Prastowo mengatakan, pertumbuhan ekonomi 5,05% (qtq) pada periode tersebut membuat pihaknya optimis bila ekonomi semakin bergeliat naik pada periode selanjutnya.

Rombak Total Program PEN agar Resesi Tak Berlanjut

KONFRONTASI-Ekonom Indef Bhima Yudistira mengimbau pemerintah merombak total program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) agar resesi tidak berlanjut hingga akhir tahun 2020. Sebagai informasi, Indonesia resmi resesi setelah ekonominya kembali negatif yakni -3,49% di kuartal III/2020.

Bhima menilai, program PEN pencairan anggarannya macet dan konsepnya pun bermasalah. Dia mencontohkan program Kartu Pra Kerja, subsidi bunga, dan penempatan dana pemerintah di perbankan.

Suntikan Dana Rp22 Triliun untuk Jiwasraya, Fahri Hamzah: Sudah ada BPJS, Biarkan Saja Bangkrut, Negara Jangan Tolong BUMN Korup

Konfrontasi - Suntikan dana senilai total Rp 22 triliun untuk penyelamatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada tahun depan dinilai membahayakan keuangan negara yang tengah fokus pada penanganan pandemi Covid-19. Apalagi, Indonesia sudah masuk jurang resesi ekonomi.

Begitu penilaian Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah kepada wartawan, Minggu (4/10/2020).

Dia bahkan mempertanyakan dari mana mulanya keputusan besar itu diambil.

HIPPI: Pengusaha Tidak Khawatir dengan Resesi

Konfrontasi - Ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 minus 5,32 persen. Selanjutnya, pada kuartal III 2020 pemerintah memprediksi perekonomian tetap minus 2,9 persen hingga minus 1,1 persen.

Dengan demikian Indonesia akan tercebur ke jurang resesi. Menanggapi hal itu, Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengaku tak terlalu khawatir dengan ancaman resesi tersebut. Terpenting, pemerintah harus fokus menangani pandemi Covid-19 agar mampu memulihkan kembali perekonomian Tanah Air.

Peluang Sektor Pertanian dalam Mencegah Resesi Ekonomi di Masa Pandemi

Oleh: Amar Ma’ruf
Kandidat Doktor Fakultas Pertanian, Akdeniz University
Direktur Eksekutif Tarim Politika

Sejak empat bulan terakhir, jumlah korban meninggal dunia akibat pandemi Covid-19 telah bertambah lebih 700 ribu jiwa. Sehingga terhitung hingga pekan keempat Agustus total korban meninggal sudah lebih 800 ribu jiwa di seluruh dunia sejak Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi.

Presiden Jokowi Sebut Kuartal III Jadi Kesempatan Terakhir Indonesia Sebelum Jatuh ke Jurang Resesi

Konfrontasi - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti-wanti, Indonesia sangat mungkin mengalami resesi di tengah pandemi Covid-19. Karena itu, Presiden menekankan bahwa ekonomi Indonesia harus bangkit sehingga tidak terjerumus ke jurang resesi.

Adapun pada Kuartal II 2020 ini ekomomi di dalam negeri diketahui minus 5.32 persen. Sehingga di Kuartal III ini ekonomi di Indonesia harus bangkit.

Warning itu dilontarkan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada seluruh gubernur di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/9/2020).

Mahfud Yakin 99,9 Persen Bulan Depan Indonesia Alami Resesi Ekonomi

KONFRONTASI-Resesi ekonomi di kuartal III 2020 bukan sebatas isapan jempol semata. Menko Polhukam bahkan hampir 100 persen yakin Indonesia akan dilanda resesi ekonomi.

Menurutnya, hanya ada 0, 1 persen bagi Indonesia untuk tidak resesi di bulan depan.

"Bulan depan hampir dapat dipastikan 99,9 persen akan terjadi resesi ekonomi di Indonesia," ujarnya saat acara temu seniman di Warung Bu Ageng, Jalan Tirtodipuran, Mantrijeron, Yogyakarta, Sabtu (29/8).

Mengenal Apa Itu Resesi Ekonomi dan Bedanya dengan Depresi Ekonomi

Konfrontasi - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2020 minus 5,32 persen. Jika tren minus tersebut berlangsung hingga kuartal III tahun 2020, Indonesia bisa masuk ke jurang resesi ekonomi.

Sementara itu, sebanyak 9 negara telah mengalami resesi akibat pandemi virus corona yang berdasarkan Worldometers pada Jumat (7/8/2020) telah menjangkiti 19.261.406 orang.

Pages