21 February 2018

Reklamasi

Ditutup Saja: Siapa Pemulus HPL dan HGB Reklamasi Teluk Jakarta?

KONFRONTASI -  Sengkarut masalah reklamasi Teluk Jakarta memang bukan cerita baru di bumi Jakarta raya ini. Masalah hukum yang membelit proyek Reklamasi Teluk Jakarta tampaknya memang harus ‘diakhiri dengan kata ditutup atau tidak dilanjutkan demi kemaslahatan bersama’. Sebab, semenjak bekas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberi ‘lampu hijau’ atas perizinan, permasalahan itu sampai saat ini masih berlanjut khususnya di masalah hukum.

Kasus Reklamasi: Polisi Periksa Pegawai BPN Jakut

KONFRONTASI-Penyidik Polda Metro Jaya memeriksa pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Utara sebagai saksi terkait dugaan korupsi proyek pembangunan reklamasi Pulau Teluk Jakarta pada Rabu (31/1).

"Pemeriksaan untuk menggali informasi penerbitan sertifikat sesuai aturan atau tidak," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Kamis.

Argo mengatakan penyidik kepolisian akan menelusuri seluruh prosedur dan persyaratan penerbitan sertifikat atau Hak Guna Bangunan proyek reklamasi Pulau Teluk Jakarta.

Polisi juga akan menyelidiki penetapan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) Pulau C dan Pulau D yang terindikasi tidak normal.

"Apakah yang bersangkutan ikut rapat dan bagaimana menentukan NJOP dan lainnya," ujar Argo.

Tags: 

Anies-Sandi Tegaskan Konsisten Hentikan Reklamasi

Konfrontasi - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengirim pesan kepada pengembang pulau-pulau reklamsi Teluk Jakarta. Sandi menegaskan bahwa sampai saat ini dirinya bersama Anies Baswedan konsisten untuk menghentikan reklamasi.

Sandi mengaku tidak pernah bertemu pihak pengembang pulau reklamasi sedari masa kampanye hingga kini dirinya berkantor di Balaikota Jakarta.

Anies Terima Surat Kementrian ATR/BPN Tolak Batalkan HGB Hasil Reklamasi

Konfrontasi - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menerima surat resmi penolakan pembatalan proses Hak Guna Bangunan (HGB) pada tiga pulau reklamasi.

“Sudah terima tadi malam surat resmi kami terima. Malam kita pelajari, pagi ini juga kita pelajari dan banyak item – itemnya yang menurut pandangan kami, memiliki argumen bahwa kalau ada cacat administrasi bahwa sebenarnya bisa itu dibatalkan,” kata Anies, di Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018).

Monaco Habiskan Rp30,8 Triliun untuk Reklamasi

Konfrontasi - Monako mungkin menjadi negara terkecil kedua di dunia. Namun Monako juga menjadi salah satu negara terkaya. Hampir 1/3 penduduknya adalah jutawan. 

Pajak pendapatan dihapus pada 1869. Sebesar 70% penduduk Monako berasal dari luar negeri, sedangkan 10.000 warganya merupakan suku asli. Negeri dengan total penduduk sebanyak 38.000 itu lebih kecil dari Singapura atau bahkan Central Park New York, Amerika Serikat (AS). Sebanyak 40.000 pekerja dari Prancis dan Italia yang datang tiap hari membuat Monako kian padat. 

Dengan bertambahnya jumlah penduduk, Monako melakukan reklamasi. Sejak abad ke- 19 itu, wilayah Monako bertambah sekitar 100 hektare atau 20%. Saat ini Monako menjalankan proyek serupa senilai USD2,3 miliar (Rp30,8 triliun) untuk memperluas garis pantai sepanjang 15 hektare menuju Laut Mediterania. Jika berlangsung mulus dan selesai pada 2025, distrik baru, Portier Cove, dekat Monte Carlo Casino yang pernah tayang dalam tiga film James Bond akan mampu menampung 1.000 penduduk di dalam vila dan apartemen yang mewah.

Ruang publik tambahan akan meliputi bukit, taman pemandangan, seafront, dan marina. Pemerintah Monako akan berperan untuk mengawasi megaproyek itu, sedangkan penyedia layanan keuangan swasta akan membiayai biaya konstruksi dan mengambil keuntungan dari penjualan real estat. "Revenue dari penjualan itu akan lebih dari USD4,1 miliar," ujar Jean-Luc Nguyen, kepala proyek ekstensi urban. 

Seperti dilansir CNN, Monako merupakan salah satu negara yang paling banyak diminati untuk dihuni di dunia. Secara konsisten, Monako juga menjadi tempat paling mahal untuk membeli properti. Menurut Knight Frank 2017 Welath Report, dengan uang USD1 juta, kita hanya bisa mendapatkan tanah seluas 17 meter persegi. Padahal, di New York, uang sebesar itu bisa membeli tanah seluas 26 meter persegi, sedangkan di London 30 meter persegi.

Karena itu orang yang membeli rumah di Monako merupakan orang yang benar-benar tajir atau populer seperti pembalap Formula One Lewis Hamilton dan petenis Novak Djokovic. Portier Cove dirancang untuk menampilkan pemandangan pesisir. "Dengan demikian, kami mencoba merancang arsiteknya berbentuk melengkung sehingga tidak menjadi penghalang bagi arus laut yang mengoksidasi laut," kata Denis Valode dari Valode & Pistre, bagian dari tim arsitek yang menggarap Portier Cove.

Inilah Kabar Terbaru Lahan Reklamasi, Anak Agung Sedayu Digugat ke BPSK

KONFRONTASI - Developer proyek Gold Island di pulau reklamasi, PT Kapuk Niaga Indah diseret ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) oleh sembilan pembeli unit rumah dan rumah kantor.

Kesembilan pembeli (pemohon) tersebut meminta anak usaha PT Agung Sedayu Group ini (termohon) untuk segera mengembalikan uang yang telah mereka setorkan. Lantaran hingga kini proyek Golf Island di Pulau D tidak juga memberikan jaminan kepastian.

Tahun Depan, Ombudsman Bakal Fokus 'Plototi' TNI dan Reklamasi

KONFRONTASI-Lembaga pengaduan layanan publik, Ombudsman RI mulai tahun depan akan lebih memprioritaskan pengawasan terhadap TNI secara institusi dan juga proyek reklamasi.

Hal tersebut dilakukan lantaran selama ini keduanya dinilai kurang terkontrol publik. Sasaran diawasi adalah bukan terkait pertahanan, melainkan dalam aspek terkait publik.

Amien Rais: Indonesia Tak Mustahil Dicaplok China akibat Reklamasi !

KONFRONTASI- Tokoh Muhammadiyah/Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais mengatakan bahwa pulau reklamasi telah menimbulkan dampak buruk dari sisi sosial dan kemanusiaan. Karenanya, dia mendesak kegiatan reklamasi dihentikan.

“Itu semua mengarah pada negatif sehingga perlu dihentikan secepat mungkin,” kata Amien Rais kepada Kiblat.net di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta.

Ngototnya Lanjutkan Reklamasi dan Kiamat Situs Sejarah-Budaya Jakarta

Oleh: JJ Rizal

 

Polisi akan Periksa Kepala BPRD DKI Terkait Reklamasi

KONFRONTASI-Penyidik Polda Metro Jaya mengagendakan untuk memeriksa Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Edi Sumantri sebagai saksi dugaan tindak pidana korupsi proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Tags: 

Pages