Recep Tayyip Erdogan

Menhan Prabowo dan Presiden Erdogan Diskusi soal Pertahanan

KONFRONTASI - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (Prabowo) bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Keduanya berjabat tangan di Kompleks Kepresidenan Turki, Ankara.

"Presiden Recep Tayyip Erdogan menerima Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto, di Kompleks Kepresidenan. Menteri Pertahanan Hulusi Akar juga hadir dalam pertemuan ini," demikian informasi yang disampaikan situs Kepresidenan Turki, Jumat (29/11).

Undang Erdogan ke Acara Pernikahan, Mesut Ozil Banjir Kecaman

Konfrontasi - Superstar Arsenal, Mesut Ozil resmi mempersunting kekasihnya, Amine Gulse, di sebuah hotel mewah di Istanbul, Turki, awal Juni ini. Ada yang istimewa sekaligus kontroversi dari pernikahan Ozil. Yaitu kehadiran Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dan istrinya Emine di acara tersebut.

Foto dan video Erdogan menghadiri respesi pernikahan Ozil menyebar di media sosial dan jadi perbincangan netizen. Banyak yang menyebut Erdogan adalah tamu kehormatan, namun tidak sedikit pula yang mencibirnya.

Kecam Netanyahu, Erdogan Tegaskan Tepi Barat Adalah Milik Palestina

KONFRONTASI-Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengecam pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu atas pernyataan terbarunya mengenai Tepi Barat, Palestina. Netanyahu mengatakan akan memperluas aneksasi Israel atas Tepi Barat jika memenangkan pemilu yang akan digelar 9 April mendatang.

Berbicara jelang bertolak ke Rusia, Erdogan mengatakan bahwa Tepi Barat adalah milik Palestina. Pernyataan Netanyahu, lanjut Erdogan, tidak akan mengubah apapun dan merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

Media Prancis Buktikan Kabar Erdogan Dukung Prabowo Adalah Hoax Belaka

Konfrontasi - Media asal Prancis, Agence France-Presse (AFP), menelusuri kabar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. AFP membuktikan kabar yang tersebar via gambar di internet itu adalah salah.

Dilansir AFP Fact Check, Minggu (7/4/2019), judul laporan pengecekan fakta sudah sangat jelas, yakni, "Bukan. Gambar ini tidak menunjukkan pemimpin Turki Erdogan menyatakan dukungan untuk capres oposisi Indonesia di Pilpres."

Erdogan Desak Barat Lawan Rasisme, Xenofobia dan Islamfobia

KONFRONTASI-Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa (19/3) mendesak Barat agar bangkit melawan rasisme, xenofobia dan Islamfobia setelah serangan teroris di Selandia Baru.

Di dalam satu artikel yang disiarkan di surat kabar Washington Post, Erdogan mengatakan setelah pembantaian di Christchurch, Barat memiliki "tanggung-jawab tertentu".

Tinggalkan Rudal Patriot AS, Erdogan Pilih Beli S-400 Rusia

KONFRONTASI-Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pembicaraan tentang pembelian sistem rudal Patriot buatan Amerika Serikat (AS) tidak berjalan mulus. Dia memastikan kesepakatan pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia sudah final dan tidak akan rusak.

"Kami membuat kesepakatan S-400 dengan Rusia, jadi tidak mungkin bagi kami untuk berbalik. Itu sudah selesai," kata Erdogan kepada wartawan pada hari Sabtu, dikutip NTV, Minggu (17/2/2019).

Erdogan Sebarkan Rekaman Pembunuhan Khasshoggi ke AS

Konfrontasi - Turki telah memberikan rekaman-rekaman terkait dengan pembunuhan wartawan Jamal Khasshoggi kepada Arab saudi, Amerika Serikat, Jerman, Prancis dan Inggris, kata Presiden Tayyip Erdogan pada Sabtu (10/11).

Sumber-sumber Turki mengatakan sebelumnya bahwa pihak berwenang memiliki rekaman audio yang dimaksudkan mendokumentasikan pembunuhan tersebut.

Erdogan Desak Saudi Ungkap Dalang Pembunuhan Khashoggi

KONFRONTASI -Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak pemerintah Arab Saudi untuk membuka siapa yang memerintahkan pembunuhan kolumnis Jamal Khashoggi, sekaligus mengungkap lokasi jasadnya.

“Siapa yang memberi perintah?” kata Erdogan di hadapan anggota Partai AK di Ankara, Jumat (26/10/2018).

“Siapa yang memerintahkan 15 orang ini datang ke Istanbul?” tanyanya lagi, merujuk pada 15 orang yang dilaporkan tiba di Istanbul beberapa jam sebelum pembunuhan Khashoggi.

Khashoggi killing a 'political murder': Erdogan

KONFRONTASI-Turkish President Recep Tayyip Erdogan has said the murder of journalist Jamal Khashoggi at the kingdom's consulate in Istanbul was planned by Saudi officials days in advance.

Addressing legislators from his Justice and Development Party (AK Party) on Tuesday, Erdogan detailed Khashoggi's disappearance and murder, but stopped short of accusing Saudi royals for the "savage" killing that has caused global outrage.

"On September 28, Khashoggi arrived at the Saudi Arabian consulate for him to sort out his wedding paperwork," Erdogan said during the speech in the Turkish parliament in the capital, Ankara.

"It seems that at that time they [Saudi Arabian officials] started to plan a roadmap for his murder."

He added some officials left Turkey and travelled to Saudi Arabia, "indicating they planned the murder".

Khashoggi, 59, a Washington Post columnist and critic of MBS, disappeared after entering the Saudi consulate on October 2.

So far, Erdogan had remained largely silent on the case, although unnamed Turkish officials have leaked information about his killing, including information over a 15-member Saudi "assassination team" who flew into Istanbul on two chartered planes. 

In the wake of intense global pressure, Saudi Arabia admitted last week that Khashoggi was killed inside its Istanbul consulate on October 2 as a result of a "fistfight" during an interrogation.

Saudi authorities arrested 18 people in connection with the killing and fired top security officials considered close to bin Salman.

Erdogan called the killing a "political murder", adding that international investigators should be included in the probe.

The Turkish leader called Khashoggi's killing "savage", adding that Ankara continue its investigation until all questions have been answered.

"Why did they [the Saudi team] come to Istanbul, on instruction by whom?" Erdogan asked, adding that Saudi Arabia should make clear why it did not let investigators into the consulate until days later.

Pages