19 April 2019

Recall

Edan, Mobil Sekelas Lamborghini Kena Recall

Konfrontasi - Supercar mewah yang dibuat secara eksklusif tidak lantas lepas dari kesalahan produksi, termasuk yang baru saja diumumkan pada ribuan unit Lamborghini Gallardo.

Disebutkan, pada versi tertentu supercar Italia itu telah ditemukan ada kerusakan pada lampu indikator (peringatan).

Setidaknya, kampanye penarikan kembali melibatkan 1.152 unit Gallardo Coupe dan Spyder di Amerika Serikat, dengan rentang produksi antara 23 Juni 2010 dan 20 November 2013.

Nissan Tarik 150 Ribu Unit di Jepang

Konfrontasi - Nissan Motor Co mengatakan akan menarik kembali (recall) lebih dari 150 ribu kendaraan di Jepang, lantaran adanya proses inspeksi akhir yang tidak sesuai, sebelum mobil-mobil itu dikirim dari dua pabrik manufaktur di negeri matahari terbit itu.

“Nissan baru saja menemukan beberapa ketidaksesuaian yang mungkin menyebabkan hasil pengujian yang gagal,” kata produsen mobil dalam siaran pers, seperti dilansir Reuters, Jumat (7/12/2018).

Gara-gara Kesalahan Software, BMW Recall 11.700 Unit Mobil

KONFRONTASI -  Produsen mobil Jerman BMW mengumumkan penarikan untuk perbaikan atau recall terhadap 11.700 unit mobil guna memperbaiki software manajemen mesin.

Langkah ini menyusul telah ditemukannya kesalahan program yang terpasang pada kendaraan Seri 5 dan Seri 7.

"Dalam tes internal, BMW Group telah menemukan pembaruan software yang dikembangkan secara benar namun digunakan secara keliru pada versi model tertentu yang tidak sesuai," kata perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Mazda Recall 52.000 Mobil di Jepang

KONFRONTASI - Mazda, Jumat, mengumumkan menarik dari peredaran (recall) 52.000 kendaraan di Jepang untuk investigasi potensi kerusakan air bag buatan Takata Corp.

Mazda, seperti dilaporkan Reuters, mengatakan bahwa recall meliputi mobil ukuran-medium Atenza dan mobil sport RX-8 yang diproduksi antara 2004 dan 2008 yang dilengkapi air bag Takata pada ruang kemudi.

Langkah ini telah diperkirakan setelah Mazda memperluas recall di Amerika Serikat dan mengatakan aksi serupa kemungkinan menyusul di Jepang.