Rasisme

Alexander-Arnold Akan Pakai Sepatu Khusus di Laga Derby Merseyside

Konfrontasi - Liverpool akan bertemu Everton pada lanjutan laga Premier League. Pertandingan akan berlangsung di Goodison Park, Senin, 22 Juni 2020 dini hari.

Trent Alexander-Arnold, akan menggunakan sepatu khusus pada di laga tersebut. Sepatu berwarna hitam tersebut bertuliskan 'Black Lives Matter'.

Dikutip dari Dailymail, pemain berusia 21 tahun itu telah mengunggah sepatu buatan apparel asal Amerika Serikat, Under Armour. Alexander-Arnold mengunggah di Twitter pribadinya.

Islam dan Perang Terhadap Rasisme

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Akhir-akhir ini Amerika bergejolak. Kematian George Floyd di Minneapolis, Minnesota di tangan orang-orang yang seharusnya memberikan keamanan dan keselamatan memicu apa yang saya istilahkan “bara api dalam sekam”. Hampir di semua kota-kota besar Amerika terjadi gelombang demonstrasi besar-besaran. 

Nikahi Pemain Kulit Hitam, Model Rusia Alami Rasisme

Konfrontasi - Demonstrasi yang terjadi di Amerika Serikat sebagai protes menentang rasisme yang bermula dari kasus George Floyd mendapat perhatian khusus dari model cantik nan seksi asal Rusia, Ekaterina Dorozhko. Kebetulan, dia adalah seorang istri pesepakbola Brasil kulit hitam, Luiz Adriano.

Ekaterina diketahui mulai menjalin hubungan dengan Adriano pada 2017 silam. Kala itu, eks penggawa AC Milan sedang merumput di Liga Rusia bersama Spartak Moskow.

Rasisme itu Dosa Asal Amerika

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Akhir-akhir ini Amerika sedang memanas. Di sekitar 30 kota di 50 negara bagian terjadi kekisruhan-kekisruhan, bahkan kerusuhan, kekerasan dan penjarahan. Bahkan di sekitar Gedung Putih sendiri, memaksa Presiden dan keluarganya sempat disembunyikan di sebuah bunker, di bawah gedung kediaman Presiden US itu.

Negara Tidak Boleh Justifikasi Rasisme Dan Papua Phobia Dengan Kriminalisasi Rakyat Papua

Oleh: Natalius Pigai

 

PERNYATAAN Wiranto bahwa perusuh di Manokwari diproses secara hukum sebagaimana dilansir media online Kumparan, tanggal 19 Agustus 2019. Tentu saja Wiranto tidak eloķ dan pantas sasar rakyat Papua yang pada saat ini posisinya sebagai korban rasialisme di Indonesia. Apalagi rakyat Papua melakukan tindakan menentang/penghapusan diskriminasi rasial yang merupakan semangat/menstream dunia internasional yang ingin membangun peradaban baru antidiskriminasi dan masyarakat inklusif.

Lima Belas Hari Penuh Ketakutan, Rasisme dan Air Mata di Amerika

KONFRONTASI -   Amerika Serikat adalah negara penuh ketakutan dan rasisme. Ya, setidaknya itulah gambaran Negeri Paman Sam belakangan ini. Bayangkan, hanya dalam kurun dua pekan, terjadi tiga penembakan brutal yang menewaskan puluhan orang.

Pertama, penembakan terjadi di tengah festival bawang putih di Gilroy, California pada 29 Juli 2019 lalu. Kedua, penembakan di El Paso Texas pada Sabtu 3 Agustus 2019 lalu, dan ketiga adalah penembakan di pusat hiburan Dayton, Ohio, tepat 13 jam setelah penembakan di El Paso.

Baca Nih, Isu Rasisme yang Dipakai KKB Tidak Mendasar

Konfrontasi - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menilai isu diskriminatif, rasisme, dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang selalu disuarakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat ada permasalahan di Papua dinilai sama sekali tidak punya dasar.

Upaya yang dilakukan pihak-pihak yang sengaja ingin memecah Papua tersebut tidak pernah mendapat sedikit pun respons dari masyarakat internasional dan juga PBB, termasuk saat kerusuhan di Wamena.

Gubernur Papua Beberkan Skenario Mengejutkan di Balik Kerusuhan Jayapura

Konfrontasi - Aksi demonstrasi rasisme berujung amuk massa pada Kamis (29/8/2019) lalu ternyata disusupi oleh sejumlah orang yang tak ingin tanah Papua damai. Hal ini bisa terlihat dari sejumlah pengerusakan fasilitas umum, harta benda masyarakat yang tidak bersalah dan penjarahan di beberapa kantor Pemerintahan termasuk kantor gubernur.

Konstitusi Indonesia Tegas Anti Segala Bentuk Rasisme

KONFRONTASI  -   Tokoh nasional DR Rizal Ramli mewanti-wanti agar aparat keamanan tidak melakukan tindakan represif dalam menangani kerusuhan di Papua.Tindakan represif, khususnya kepada sipil yang tidak bersenjata, tidak hanya membuat gerakan pemberontak bersenjata semakin besar. Tapi juga berpotensi membuat negara-negara asing memberi kecaman dan label rasisme serta negara pelanggar HAM berat.

Pages