Radikalisme

Deradikalisasi Jangan Sekedar Seremonial

KONFRONTASI-Mantan narapidana terorisme Haris Amir Falah menilai program deradikalisasi yang selama ini dilakukan hanya sebatas ceremonial belaka, sehingga tidak ada tindaklanjut yang dilakukan terhadap orang-orang yang telah terpapar radikalisme.

“Kalau saya lihat deradikalisasi itu jangan sekadar dianggap seremonial. Artinya hanya ada kegiatan-kegiatan resmi, kemudian ada foto-foto, tapi tidak ada follow up,” kata Haris usai diskusi di Ibis Hotel Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3).

Indonesia terancam radikalisme: fakta atau mitos? (Bag-2)

KONFRONTASI-Ada satu realita yang tidak mungkin diingkari oleh siapapun. Bahwa pada semua bangsa ada dinamika sosial dan hiruk pikuk komunal yang terjadi dari masa ke masa. Dan tidak jarang dinamika sosial itu justeru berwajah yang buruk (ugly face). 

Wajah buruk dari dinamika sosial yang terjadi itu yang biasa saya sebutkan sebagai “gesekan sosial” pada bangsa-bangsa dunia. Dan saya berani mengatakan bahwa tak satu pun bangsa di dunia ini yang terjaga (immune) darinya. 

Indonesia terancam radikalisme: fakta atau mitos? (Bag-1)

“Saya ngeri sekali. Akhir-akhir ini Indonesia kok mengerikan. Saya tidak lagi mengenal Indonesia yang seperti dulu. Indonesia tidak lagi toleran. Kerukunan antar umat beragama bersobek-sobek. Indonesia berubah total dari bangsa yang moderat menjadi bangsa yang radikal. Kini Indonesia berada di ambang kahancurannya”. 

Pengamat Asing Kritik Kampanye Pemerintah Lawan Radikalisme

KONFRONTASI -  Peneliti Lembaga Studi Asia Tenggara dan Karibia Kerajaan Belanda (KITLV), Ward Berenschot, mengkritisi kampanye Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin dalam melawan radikalisme.

Berenschot mengakui bahwa radikalisme merupakan hal yang dikhawatirkan. Namun, kata dia, yang mengkhawatirkan lagi adalah definisi radikalisme yang semakin luas.

Para Intelektual NU menilai, Umat Islam Ditakuti dengan HTI, Wahabi, dan Radikalisme

KONFRONTASI -    Umat Islam saat ini sedang ditakut-takuti dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Wahabi. Di samping itu sedang dipasung dengan istilah radikalisme. Pada sisi lain, umat Islam hendak dibutakan dari ancaman yang sesungguhnya yaitu komunisme.

Demikian benang merah pemikiran akal sehat yang bisa dipintal dari paparan Prof Dr Achmad Zahro, Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Prof Dr Aminuddin Kasdi, Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Drs Choirul Anam, mantan Ketua GP Ansor Jatim.

Menkopolhukam Mahfud MD Minta PPP Perangi Radikalisme

Konfrontasi - Menko Polhukam Mahfud MD meminta PPP ikut memerangi radikalisme di Indonesia. Menurut Mahfud, saat ini paham radikalisme sedang berkembang. 

"Pemerintah mengajak semua unsur di dalam PPP mulai sesepuh, ulama, kiai, pimpinan partai, pengurus partai pusat hingga daerah, khususnya kaum muda partai, untuk bersama-sama melawan berkembangnya paham radikalisme," kata Mahfud saat sambutan pembukaan Mukernas PPP di Grand Sahid Hotel, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12/2019).

Muhammadiyah Minta Pemerintah Tak Radikal Hadapi Radikalisme

KONFRONTASI -   Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir meminta pemerintah tidak menggunakan cara radikal dalam menangani gerakan radikalisme. Dia menilai cara-cara kekerasan dalam menangkal radikal tidak akan menyelesaikan masalah.

Haedar mengatakan pemerintah perlu memahami secara mendalam segala aspek penyebab suatu kelompok masyarakat terpapar radikalisme. Sebab jika salah penanganan, ia menyebut kelompok yang teradikalisasi mudah dieksploitasi oleh paham lebih ekstrem seperti terorisme.

Twitter Memanas, Muncul Tagar Uninstall Tokopedia

Konfrontasi - Jagat media sosial Twitter dihebohkan tagar #UninstallTokopedia, Sabtu hari ini, 29 November 2019. Hal itu sebagai tanggapan warganet atas kemunculan video yang menampilkan Ustaz Haikal Hassan sedang berbicara di atas panggung dengan latar bertuliskan “Tokopedia presents Ria Miranda The Seventh Annual Show".

Video singkat berdurasi 11 detik ini diunggah oleh akun Twitter @TolakBigotRI, yang dikutip oleh VIVA. Berdasarkan pantauan, tagar #UninstallTokopedia telah dicuitkan sebanyak 2.243 kali.

Twitter Memanas, Muncul Tagar Uninstall Tokopedia

Konfrontasi - Jagat media sosial Twitter dihebohkan tagar #UninstallTokopedia, Sabtu hari ini, 29 November 2019. Hal itu sebagai tanggapan warganet atas kemunculan video yang menampilkan Ustaz Haikal Hassan sedang berbicara di atas panggung dengan latar bertuliskan “Tokopedia presents Ria Miranda The Seventh Annual Show".

Video singkat berdurasi 11 detik ini diunggah oleh akun Twitter @TolakBigotRI, yang dikutip oleh VIVA. Berdasarkan pantauan, tagar #UninstallTokopedia telah dicuitkan sebanyak 2.243 kali.

Pages