Radikalisme

Tak Ada Radikalisme di Indonesia, Yang Ada Korupsi Besar-besaran Merampok Kekayaan Rakyat

Oleh: Eddy Mulyadi

 

 

SAYA seharusnya marah kepada Presiden Joko Widodo dan para menterinya. Ada beberapa alasan penting kenapa saya layak marah kepada mereka. Antara lain, sebagai rakyat dan pembayar pajak saya berhak berharap punya Presiden dan menteri yang benar-benar profesional, mengerti tugas dan fungsinya, serta berintegritas.

Tidak Ada Radikalisme Di Indonesia , Tapi Ekonomi Bobrok dan Korupsi Yang Semakin Merajalela

KONFRONTASI -   

Masyarakat Indonesia marah kepada Presiden Boneka Joko Widodo dan para menterinya. Ada beberapa alasan penting kenapa saya layak marah kepada mereka. Antara lain, sebagai rakyat dan pembayar pajak saya berhak berharap punya Presiden dan menteri yang benar-benar profesional, mengerti tugas dan fungsinya, serta berintegritas.

“Radikalisme” Upaya Pengalihan Kegagalan Ekonomi Rezim Penguasa

Sekali lagi, Isu Radikalisme

oleh: Shamsi Ali* 

Sesungguhnya kata radikalisme atau extremisme bukan baru dan asing. Bahkan dalam ajaran agama hal ini sejak awal telah diingatkan. Dalam Al-Quran misalnya disebutkan: “wahai Ahli Kitab, jangan kamu berlebihan dalam agamamu”. 

Arti “al-ghuluw” atau berlebihan pada Surah 4 atau 171 itu adalah melebih-lebihkan dari makna sebenarnya. Isa (alaihis salaam) misalnya dilebihkan posisinya dari posisi manusia ke posisi “Tuhan”. 

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sarankan Menag Fachrul Razi Belajar Lagi Soal Radikalisme

Konfrontasi - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi disarankan agar kembali belajar soal radikalisme.

Itu menyusul pernyataannya yang menyebut bahwa radikalisme disebarkan di masjid-masjid melalui anak yang menguasai bahasa Arab dan good looking.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzili menilai, pernyataan Menag itu tidak tepat.

“Jangan menggeneralisasi gejala munculnya radikalisme hanya pada suatu gejala tertentu,” ujarnya, Jumat (4/9/2020).

Christ Wamea, Tokoh Papua ke Menag: Dari Mulai Dilantik Hanya Radikalisme yang Keluar dari Mulutnya

KONFRONTASI -   Tokoh Papua, Christ Wamea menilai, Semenjak dilantik sebagai Menteri Agama, Fachrul Razi hanya membahas soal radikalisme. Seolah fungsi Menag hanya soal radikalisme.

“Menag ini mulai dari dilantik sampai hari ini hanya radikalisme yang keluar dari mulutnya,” tulis Christ Wamea di akun twitternya, Kamis (3/9).

Christ kemudian mempertanyakan fungsi Menag. Dia menilai, setiap argumen Menag, seolah agama itu sarang radikalisme.

Menag Fachrul Razi: Paham Radikalisme Bisa Masuk Lewat Hafiz Alquran

KONFRONTASI -   Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, masuknya paham radikalisme di Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa dimulai dari rumah-rumah Ibadah. Baik rumah ibadah di institusi Pemerintahan, BUMN, bahkan di lingkungan tempat tinggal.

Fachrul Razi menilai, cara masuk paham radikalisme dengan munculnya orang yang berpenampilan bagus, menguasai bahasa Arab, bahkan penghafal Alquran.

Din Syamsuddin: Isu Radikalisme Jangan Hanya Diarahkan Pada Umat Islam

KONFRONTASI-Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Din Syamsuddin, meminta kepada semua pihak untuk tidak secara tendensius mengalamatkan isu Radikalisme kepada umat Islam.

"Agar isu Radikalisme tidak dikembangkan secara sepihak peyoratif tendensius ke Islam. Radikalisme sampai tingkat Ekstremisme itu bisa masuk ke berbagai aspek seperti negara, keagamaan, politik, sosial dan sebagainya," ungkapnya dalam jumpa pers yang dilakukan secara daring, Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Deradikalisasi Jangan Sekedar Seremonial

KONFRONTASI-Mantan narapidana terorisme Haris Amir Falah menilai program deradikalisasi yang selama ini dilakukan hanya sebatas ceremonial belaka, sehingga tidak ada tindaklanjut yang dilakukan terhadap orang-orang yang telah terpapar radikalisme.

“Kalau saya lihat deradikalisasi itu jangan sekadar dianggap seremonial. Artinya hanya ada kegiatan-kegiatan resmi, kemudian ada foto-foto, tapi tidak ada follow up,” kata Haris usai diskusi di Ibis Hotel Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3).

Indonesia terancam radikalisme: fakta atau mitos? (Bag-2)

KONFRONTASI-Ada satu realita yang tidak mungkin diingkari oleh siapapun. Bahwa pada semua bangsa ada dinamika sosial dan hiruk pikuk komunal yang terjadi dari masa ke masa. Dan tidak jarang dinamika sosial itu justeru berwajah yang buruk (ugly face). 

Wajah buruk dari dinamika sosial yang terjadi itu yang biasa saya sebutkan sebagai “gesekan sosial” pada bangsa-bangsa dunia. Dan saya berani mengatakan bahwa tak satu pun bangsa di dunia ini yang terjaga (immune) darinya. 

Pages