15 June 2021

Quick Count

Ditantang Metode Ilmiah Quick Count Guru Besar UI, Juragan Survei Ngacir

KONFRONTASI -  Para juragan lembaga survei tidak berani menerima tantangan Guru Besar UI Prof UI Prof Ronnie Higuchi Rusli terkait metode ilmiah quick count. “Tantangan Prof Ronnie Higuchi Rusli, kok gak disambut? Tukang survei gembar-gembor ajak adu data dengan kubu BPN tapi mingkem pas ditantang dosen UI ini,” kata wartawan senior Edy Effendi di akun Twitter-nya @Nadiku18.

 

Terbukti Quick Count Meleset, KAMAKH Desak Bareskrim Periksa Lembaga Survei

KONFRONTASI -    Hasil penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk wilayah Bengkulu terbukti pasangan Capres 02,Prabowo+Sandiaga menang dari Petahana.

Sesuai data 6.165 TPS di Bengkulu berdasarkan Sistem Informasi Penghitungan (Situng) KPU, Pemilu2019.kpu.go.id, pasangan Prabowo-Sandi unggul tipis dari Jokowi-Ma’ruf Amin.

Ingatkan untuk Kembali Siarkan Berita Lain, KPI Minta Lembaga Penyiaran Kurangi Penayangan Hitung Cepat

Konfrontasi - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta lembaga penyiaran untuk mengurangi penayangan hasil perhitungan cepat pemilihan presiden yang sudah diumumkan sejak pukul 15.00 WIB, Rabu pekan ini, sebagai berita utama yang diulang-ulang terus penayangannya.

Mahfud Minta Peserta Pemilu tak Bertindak di Luar Konstitusi

Konfrontasi - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menegaskan jika hingga saat ini belum ada pemenang resmi dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. "Pemenang Pemilu, termasuk pilpres baru bisa diketahui saat pengumuman rekapitulasi suara pada 22 Mei 2019 oleh KPU," kata Mahfud MD di Sleman, Jumat (19/4/2019).

Gugat Quick Count

Alhamdulillah,  beberapa TV yang Tidak berfihak kepada Paslon 02/ PS, 
Telah meniadakan 
TAMPILAN QC / Hitung Cepat 
 

Karena menyebarkan Kebohongan Publik. 

Atas Desakan, 
Peringatan KPI (Komisi Penyiaran Ind.), serta Somasi dari PENGACARA BPN & SEMUA PIHAK

SCTV TV siang ini pkl 12.30, sdh meRevisi info hasil pilpres, sbb : Joko-MA 42,8%. PAS-SANDI 55,4%. 

KeKhawatiran Serius utk di PIDANAkan karena menyiarkan Data Palsu dan KeBohongan Publik. 

Prof. Asep Saefudin dari IPB : Quick Count Tetap Bisa Salah, Ini Penyebabnya

Seorang pemilih mencelupkan jarinya ke tinta seusai memanfaatkan hak suaranya pada Pemilu 2019 di Jakarta. - Reuters/Edgar Su

Guru besar statistika Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Asep Saefudin mengatakan hasil hitung cepat hanya metode keilmuan yang tentu walaupun tingkat akurasinya tinggi tetap saja ada kemungkinan salah.

 

Cenderung Timbulkan Konflik, Lieus Minta KPI Hentikan Penayangan Quick Count

KONFRONTASI- Kontroversi hasil quick count enam lembaga survei yang ditayangkan hampir semua stasiun televisi di Indonesia tidak hanya menimbulkan keresahan di asyarakat, tapi juga mengundang timbulnya konflik horizontal. Pasalnya, quick count enam lembaga survei itu berbeda jauh dengan quick count lembaga surve lainnya. Bahkan juga berbeda dengan real count yang diselenggarakan oleh masing-masing partai peserta pemilu dan pendukung capres.

Pages