Pupuk

Tanaman Juga Perlu 'Minum' Kopi, Apa Manfaatnya?

Konfrontasi - Dengan mengkonsumsi makanan yang berbeda sesuai keinginan pastinya akan lebih menyegarkan, dan ternyata hal yang sama juga berlaku untuk tanaman. Seperti dilansir Thekitchn, ada manfaat yang terbukti ampuh untuk melembabkan tanaman kesayangan anda, yaitu dengan memberikannya kopi.

Mungkin masih banyak yang bertanya, kenapa harus menyirami tanaman dengan kopi?

Istri Pengusaha Tembakau Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Suami, Polisi Selingkuhan Terlibat

Konfrontasi - Misteri kematian Tjiong Boen Siong (64), pengusaha tembakau dan pupuk di Temanggung, Jawa Tengah akhirnya terungkap.

Warga Jalan Kosasih Nomor 59 RT 1/RW 6 Kelurahan Parakan Kauman, Kecamatan Parakan, Temanggung, itu ternyata dihabisi oleh istrinya sendiri, Nurtafia (26).

Nurtafia menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi suaminya sendiri. Pembunuhan berencana itu diduga melibatkan selingkuhannya, berinisial P.

Lapor Pak Jokowi! Pupuk Bersubsidi Langka di Aceh, Petani Bingung

KONFRONTASI-Para petani di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali resah dengan peristiwa kelangkaan pupuk bersubsidi di kios-kios pengecer setempat. Sedangkan tanaman padi Musim Tanam (MT) Gadu 2018 yang berumur satu bulan lebih sangat butuh pemupukan sehingga pertumbuhan tidak terganggu.

Sementara persediaan pupuk bersubsidi (NPK Phonska, Urea, SP-36 dan ZA) langka di kios-kios pengecer setempat. “Pupuk Bersubsidi jenis NPK Phonska dan Urea sangat sulit diperoleh karena tak ada stok di kios-kios pengecer,” kata Suryadi, petani Desa Asoe Nanggroe, Kecamatan Blangpidie kepada Serambi, Jumat (24/8).

Kelangkaan pupuk bersubsidi terjadi sejak lima hari lalu, kalaupun ada hanya pupuk Urea dalam jumlah sangat terbatas yang dijual secara eceran (per kilogram) di sejumlah kios pengencer di Blangpidie. Petani terpaksa membeli pupuk non subsidi dengan harga tinggi.

Safrizal, petani Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh juga menjelaskan, petani sangat membutuhkan pupuk NPK Phonska dan Urea bersubsidi, namun tidak ada stok di kios-kios pengecer setempat. Tapi, petani setempat sedikit terbantu dengan pupuk bantuan desa setempat.

Beberapa petani setempat juga telah melakukan antisipasi sejak awal dengan membeli pupuk bersubsidi pasca panen lalu. Diakui, banyak petani di Kecamatan Susoh kewalahan mendapat pupuk bersubsidi yang dibutuhkan akibat tidak ada stok di kios pengecer.

Dilaporkan Serambi, Jumat kemarin, stok pupuk bersubsidi, jenis NPK Phonska, SP-36, ZA dan Urea sulit ditemukan di kios-kios pengecer resmi kawasan Pasar Blangpidie.

“Pupuk bersubsidi NPK terakhir masuk 20 Agustus lalu sebanyak 8 ton, dan langsung diserbu petani sampai habis,” kata seorang pemilik kios pengecer resmi di Jalan H Ilyas, Blangpidie. Dijelaskan bahwa permintaan pupuk bersubsidi dari petani sangat tinggi untuk pemupukan padi yang berumur sekitar satu bulan lebih.

Informasi diperoleh Serambi PT Meuligoe Raya merupakan distributor pupuk NPK Phonska, ZA dan SP-
36 untuk tiga kecamatan, Setia, Manggeng dan Lembah Sabil. Sedangkan distributor pupuk bersubsidi jenis yang sama untuk enam kecamatan lainnya (Babahrot, Kuala Batee, Jeumpa, Susoh, Blangpidie dan Tangan-Tangan) adalah PT Pertani (Persero).

Produsen Pupuk Kaltim Khawatir dengan Serbuan Pupuk Impor

KONFRONTASI-Pupuk Kaltim sebagai salah satu produsen pupuk di Tanah Air mengkhawatirkan adanya serbuan pupuk impor yang masuk ke Indonesia dengan mudah dan harganya pun murah.

"Kekhawatiran itu ada karena harganya lebih murah dan mudah didapat, apalagi pupuk impor ini masuk dengan mudahnya ke Tanah Air," kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Jatim II Pupuk Kaltim disela sosialisasai pengetahuan produk Pupuk Kaltim di Malang, Jawa Timur, Jumat.

Ia mengaku khawatir petani akan beralih ke pupuk impor karena harganya terjangkau (murah) dibanding pupuk produksi dalam negeri dan mudah didapat, terutama pupuk dari Tiongkok dan Amerika Serikat.

Kenapa pupuk impor bisa lebih murah, lanjutnya, karena biaya opearsional, terutama untuk pos pembelian gas lebih murah, yakni hanya 2 dolar AS, sedangkan di Indonesia masih 6 dolar AS. "Dengan harga gas 6 dolar AS ini, kami kesulitan di biaya operasionalnya," ucapnya.

Sementara itu, Superintendent Hubungan Internal Departeman Humas Pupuk Kaltim, Nurdi Saptono mengatakan Tiongkok dan Amerika Serikat yang memroduksi pupuk urea secara besar-besaran menjadikan dunia over stok.

"Dulu pernah terjadi di semua daerah ketika pupuk petani masih menggunakan Pusri, ketika Pupuk Kaltim amsuk dianggap pupuk palsu. Nah, kondisi itu hampir sama dengan sekarang yang banyak serbuan pupuk impor. Mudah-mudahan kondisi itu terjadi sekarang, petani tetap `minded` dengan pupuk dalam negeri, sehingga tidak sampai tergoda pupuk impor," katanya.

Menyinggung ketersediaan pupuk menjelang musim tanam di wilayah Jawa Timur, Sugiyono mengatakan sangat aman, bahkan stoknya melebih ketentuan pemerintah (Kementan).RI. "Oleh karena itu, petani tidak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan karena stoknya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan petani," ucapnya.

Pupuk Kaltim menyediakan stok urea subsidi untuk Jatim mencapai 345.533 ton, dengan rincian stok urea subsidi di Lini I atau gudang pabrik mencapai 5.497 ton, stok di Lini II atau Gudang Provinsi 84.484 ton dan stok urea subsidi di Lini III atau gudang kabupaten 254.269 ton.

Sedangkan untuk stok NPK subsidi mencapai 22.592 ton, dengan rincian stok pada lini I atau gudang pabrik 9.960 ton dan stok di Lini III atau gudang kabupaten 12.632 ton. Adapun serapan urea subsidi tertinggi di Jatim, yaitu 225.306 ton, sedangkan serapan NPK subsidi tertinggi di Kalimantan Selatan, yaitus mencapai 20.953 ton.

Secara nasional, hingga 7 Mei 2018, Pupuk Kaltim telah menyalurkan 536.758 ton urea subsidi atau 36 persen dari alokasi SK Menteri Pertanian RI. Untuk NPK subsidi yang telah disalurkan mencapai 69.187 ton atau 42 persen dari alokasi SK Menteri Pertanian RI.

Sementara itu kapasitas gudang di Jatim mencapai 87.800 ton (di Surabaya dan Banyuwangi) dari ketentuan stok 32.533 ton. Stok fisik mencapai 39.711 ton dan stok administrasi 44.361. Sementara realisasi hingga 7 Mei mencapai 14.428 ton dari alokasi Mei 2018 mencapai 43.377 ton.

Untuk produktivitas rata-rata per tahun mencapai 3,43 juta ton urea dan yang didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan petani di dalam negeri sekitar 1,4 juta ton per tahun. Sedangkan selebihnya menjadi komoditas ekspor. "Untuk ekspor ini dengan catatan kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi an harus ada izin dari pemerintah," kata Sugiyono.

Kebutuhan pupuk bersubsidi di Tanah Air mencapai 13 juta ton per tahun, sementara pemerintah hanya mampu mengkover sekitar 9,55 juta ton. Sehingga, selebihnya petani harus membeli pupuk dengan harga nonsubsidi. "Petani yang tidak terkover pupuk subsidi ini, mau tidak mau membeli dengan harga nonsubsidi," ucapnya.

Menyinggung upaya untuk mengatasi jika terjadi kelangkaan pupuk di pasaran, Sugiyono mengatakan perlu peningkatan kapasitas produksi, monitoring stok pupuk bersubsidi,koordiansi dengan distributor, PPL,KP3, Dinas terkait, dan pemerintah daerah setempat, membentuk tim posko pengamanan musim tanam, serta Pupuk Kaltim menyediakan jaringan bebas pulsa untuk petani, kios resmi dan distributoryang ingin menyampaikan keluhan dan saran.

Alamak, Pemerintah Punya Utang Subsidi Pupuk Rp17 Triliun

KONFRONTASI-PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat piutang subsidi yang belum dibayarkan untuk tahun 2014 dan 2015 sebesar Rp17 triliun. Hal ini karena ada perbedaan asumsi dalam acuan harga gas antara Pupuk Indonesia dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Marketing Director Pupuk Indonesia Achmad Tossin S mengatakan, perseroan menjual pupuk pada tingkat petani sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk selisih harga jual subsidinya menjadi tanggungan perusahaan.

Polisi Ringkus Oknum Wartawan Pemeras Distributor Pupuk

Konfrontasi - AL, seorang oknum wartawan surat kabar mingguan di Kota Jambi, diduga memeras distributor pupuk. Akibatnya, dia ditangkap polisi dan terancam sembilan tahun penjara.

Menurut  Kapolsek Jambi Selatan Kompol Eko, AL mendatangi distributor pupuk yakni PT Sassumi Jaya Sakti (SJS).

"Pelaku mengatakan kepada salah seorang pengurus yang ditemuinya bahwa spesifikasi pupuk yang didistribusikan oleh pemerintah melalui PT SJS tidak sesuai aturan," ungkap Kompol Eko, Kamis (8/12/2016).

Pemerintah Uji Coba Kartu Khusus Petani untuk Beli Pupuk Subsidi

Konfrontasi - Pemerintah saat ini sedang menguji coba penerapan kartu petani. Nantinya, kartu ini bisa dipakai petani untuk membeli pupuk subsidi. 

Selain itu, jika bantuan pupuk subsidi dalam bentuk uang, maka kartu itu bisa dipakai untuk tarik tunai. Namun, untuk saat ini, kartu tersebut masih berfungsi sebagai data identitas petani penerima pupuk subsidi. 

Industri Pupuk Harapkan Harga Gas Bisa Ditekan Hingga USD3/MMBTU

KONFRONTASI-Industri pupuk nasional berharap harga gas bisa ditekan hingga mencapai tiga dolar AS/MMBTU (Million Metric British Thermal Unit) agar bisa bertahan dan bersaing di tengah harga pupuk internasional yang anjlok saat ini.

"Apabila harga gas bisa diturunkan hingga tiga dollar AS per MMBTU, industri pupuk akan dapat bersaing lagi dengan pupuk urea impor yang saat ini mulai membanjiri pasar dalam negeri," kata Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat, di Jakarta, Minggu.

Pejabat Kementan: Pupuk Langka, Saya Terus yang Dimarahi

KONFRONTASI-Hingga saat ini penyaluran pupuk bersubsidi terbukti belum termonitor dengan baik. Masih saja ditemukan penyelewenangan pupuk bersubsidi oleh oknum tak bertanggung jawab di beberapa daerah.

Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Sumardjo Gatot Irianto, mengakui mekanisme pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi di beberapa daerah memang kurang terakselerasi secara optimal.

Petani Harus Waspadai Peredaran Pupuk Palsu

KONFRONTASI-PT Pupuk Indonesia mengimbau kepada para petani agar mewaspadai pupuk palsu yang beredar dengan kualitas rendah, terkait terbongkarnya sindikat produsen pupuk palsu.

“Kami sangat mengapresiasi pihak Kepolisian yang berhasil membongkar sindikat produsen pupuk palsu," kata Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia (Persero) Koeshartono melalui siaran pers di Jakarta, Kamis.

Ia menyampaikan, pihak Pupuk Indonesia juga senantiasa mendukung upaya Kepolisian dalam mengungkap dan mengusut tuntas pelaku praktik pemalsuan pupuk.

Pages