18 August 2019

Puasa

Puasa Itu Menyehatkan

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

“Berpuasalah niscaya kamu sehat” (hadits).

Tak dapat disangkal lagi bahwa berdasarkan penelitian pada ahli kesehatan, sebagian besar penyakit yang terjadi dalam tubuh manusia disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi. Dari kolesterol, tekanan darah tinggi, usus buntu, diabestis atau gula, ginjal, masalah paru-paru, hingga kanker perenggut maut. 

Puasa Ramadan itu pintu ampunan

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Salah satu bentuk misrepresentasi ajaran Islam di dunia Barat umumnya adalah bahwa Islam itu agama kebencian dan kekerasan. Konsep ketuhanan kerap kali ditampilkan sebagai Tuhan yang kasar, bengis, tiada belas kasih. 

Puasa Ramadan itu pengakuan atas otoritas Ilahi

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Salah satu kekeliruan besar manusia adalah perasaan kepemilikan (ownership) dalam hidup. Padahl sejatinya segala sesuatu dalam hidup duniawi kita bersifat amanah (titipan). Titipan, bukan kepemilikan. 

Oleh karena itu bagi orang beriman, hidup ini di satu sisi tidak boleh diakui. Namun di sisi lain harus dipekihara dan dijaga baik-baik. 

Puasa Itu Menata Hati

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Warna hidup manusia itu terbentuk oleh suasana hatinya. Segala gerak-gerik hidupnya adalah gambaran dari suasana hati. Dan karenanya hati adalah penentu hitam putih, sehat sakitnya prilaku manusia. 

Hakikat inilah yang digambarkan secara sederhana oleh Rasulullah SAW: “Sungguh dalam tubuh manusia itu ada segumpal darah, yang jika baik, baiklah seluruh anggota tubuhnya. Tapi jika rusak, maka rusak pula seluruh anggota tubuhnya. Itulah hati” (hadits).

Puasa itu membangun keseimbangan

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Manusia itu menjadi manusia karena tiga elemen dasar penciptaannya, yang menyatu dalam bangunan hidupnya. Saya menyebut tiga elemen ini sebagai pilar hidup. Manusia tidak menjadi manusia kecuali ketiganya menyatu (integratif) dalam hidupnya. 

Puasa itu kunci terkabulnya doa

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

“Dan jika hamba-hambaKu bertanya kepadaMu tentang AKU, sampaikan bahwa AKU sangat dekat. Saya menerima doa siapa yang meminta jika meminta kepadaKu. Maka hendaklah mereka memenuhi ajakanKu dan mengimaniKu. Semoga mereka mendapat petunjuk” (Al-Quran). 

Puasa itu membawa kejutan-kejutan

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Tidak diingkari bahwa bulan Ramadan itu adalah bulan yang penuh dengan kejutan-kejutan (surprises). Dalam bahasa agama kejutan-kejutan ini dikenal dengan “ mu’jizaat” atau kemukjizatan. 

Karenanya tidak berlebihan jika saya juga menamai bulan ini sebagai “Syahrul mu’jizah” (bulan kemukjizatan). 

Cinta Laura Ajak Netizen Puasa dari Caci Maki dan Fitnah

Konfrontasi - Aktris Cinta Laura berharap puasa Ramadhan tahun ini memberi kebaikan. Tidak sekadar puasa dari makan dan minum, tapi juga dari ujaran caci maki atau fitnah.

Hal tersebut disampaikan Cinta Laura lewat akun Twitter miliknya @xcintakiehlx. Dia mengupload foto tengah berkerudung putih dengan harapan untuk puasa tahun ini.

"Semoga kita tidak hanya puasa dari makanan dan minuman tapi juga dari caci maki dan fitnah," ungkap Cinta Laura.

Puasa itu membangun solidaritas

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Pengalaman adalah guru sekaligus pengingat terbaik dalam hidup. Pengalaman adalah ilmu yang sejati. Pengalaman adalah realita dari sebuah peristiwa yang terjadi dalam perjalanan hidup kita yang berkebas dalam.

Puasa sesungguhnya adalah pengalaman nyata dalam membangun solidaritas kemanusiaan dan rasa simpati kepada mereka yang terpaksa atau dipaksa untuk mengalami pahit getirnya hidup ini. 

Hakikat Puasa dalam Psikologi

Konfrontasi - Berpuasa hakikatnya tidak hanya menahan hawa nafsu makan dan minum semata, namun juga mengendalikan emosi.

Ketika mampu melakukan pengendalian emosi, orang yang berpuasa akan meraih manfaat yang lebih besar, yakni kondisi psikis yang lebih rileks dan tenang.

Sekjen Asosiasi Psikologi Positif Indonesia Abdul Rahman Shaleh mengungkapkan bahwa puasa memiliki beberapa manfaat yang dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang yang menjalankannya.

Pages