prostitusi

Pelanggan Prostitusi Artis Kebanyakan Konglomerat dan Ekspatriat, Mucikari RA Bukan Pemain Biasa

KONFRONTASI - Prostitusi online kelas atas yang ditawarkan RA, banyak dikonsumsi oleh berbagai kalangan seperti konglomerat dan ekspatriat. RA diketahui merupakan seorang mucikari yang menawarkan penjaja seks dengan melibatkan artis.

"Kebanyakan pelanggan dari RA adalah orang yang berduit, seperti orang luar negeri atau ekspatriat dan banyak juga konglomerat lokal berduit yang menyewa perempuan koleksi RA," ujar Kasat Reskrim Polres Jaksel, AKBP Audie Latuheru Minggu, 10 Mei 2015.

Sebelum Bubarkan Dolly, Risma Butuh Waktu Dua Tahun untuk Riset

KONFRONTASI- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang sukses menutup lokalisasi Dolly memberi saran untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) jika memang berniat memberantas prostitusi dari Ibu Kota.

"Aku nggak tahu yang di Jakarta casenya seperti apa. Tapi memang harus didalami. Kita harus tahu karakter prostitusi itu sendiri," kata Risma dilansir detikcom, Rabu (6/5/2015).

Risma: Lokalisasi Prostitusi Sarang Kejahatan

KONFRONTASI-Lokalisasi atau tempat prostitusi adalah sarang kejahatan. Demikian ditegaskan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

"Kawasan prostitusi itu banyak beredar narkoba, minuman keras, dan segala kejahatan ada di sana," ujar Risma ditemui di Jakarta, Kamis malam, 30 April 2015. Namun, dia tidak menjelaskan secara detail angka kejahatan yang terjadi di kawasan prostitusi, terutama di Surabaya.

Mau Legalisasi Pelacuran. MUI: Ahok Bisa Dimakzulkan

KONFRONTASI-Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain menyayangkan ucapan Gubernur DKI Jakarta Ahok yang melontarkan ucapan, Nabi turun sekalipun tak bisa menghilangkan prostitusi di Jakarta.

"Dalam hal ini Ahok harus menjaga mulutnya. Dia perlu menyadari bahwa negara Indonesia ini adalah negara yang berke-Tuhanan yang  Maha Esa dalam Pasal 29 ayat 1 UUD 1945. Tidak ada satu pun agama di Indonesia yg memperbolehkan melokalisasi pelacuran," kata Tengku, Rabu, (29/4).

Ahok Bakal Sikat Kos-kosan yang Dijadikan Tempat 'Esek-esek'

KONFRONTASI-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tidak akan memberikan toleransi kepada kos-kosan yang dipakai untuk prostitusi. -Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan, pihaknya tidak akan segan-segan untuk melakukan pembongkaran. 

Bahkan, mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku, dirinya sudah memiliki cara untuk membongkar‎‎ kos-kosan yang dipakai sebagai tempat prostitusi. 

"Kami punya banyak macam cara senjatanya termasuk soal izin dan pajak apalagi di jalur hijau akan kami bongkar," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (28/4).

Praktek Prostitusi Sudah sangat Meresahkan, Penegak Hukum Tegas Dong!

KONFRONTASI-Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan prostitusi melalui media sosial merupakan salah satu modus mucikari untuk memasarkan bisnisnya. Karenanya, penegak hukum diminta bertindak tegas memberantas semua praktik prostitusi. Sebab, praktik jual diri itu sudah meresahkan masyarakat.

Khofifah: Empat Persoalan Dalam Prostitusi

Konfrontasi - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan persoalan praktik prostitusi di Indonesia sudah mengkhawatirkan semua pihak sehingga perlu solusi untuk penyelesaiannya.

"29 April (2015) akan ada rapat koordinasi (rakor) yang membahas atas berbagai persoalan yang terjadi saat ini dan kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan semua pihak," kata Khofifah saat mengunjungi Pondok Pesantren Al-Quran Cijantung di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (26/4).

Blokir Situs Prostitusi, Polri Gandeng Kominfo

KONFRONTASI - Guna memblokir situs-situs penyedia jasa prostitusi, Polri akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Kami inventarisir mana situs yang esek-esek. Kewenangan pemblokiran ada di Kominfo," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Anton Charliyan di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan pemberantasan penyedia jasa prostitusi daring akan sulit dilakukan karena penyedia jasa bisa dengan mudah membuka situs baru jika situs lama mereka diblokir pemerintah. 

"Ada kesulitan, misal dihapus, kemudian muncul situs baru," kata Anton.

Djarot: Minta Walikota Berlakukan Wajib Lapor 1x24 Jam

Konfrontasi - Makin ramainya warga yang datang ke Ibukota membuat masalah kependudukan menjadi masalah yang selalu merumitkan Pemerintah DKI Jakarta. Pemukiman yang ada saat ini tidak sebanding dengan jumlah warganya.

Lahan yang sempit di Jakarta menyebabkan banyak bermunculan kontrakan dan tempat kos. Sejalan dengan perkembangan zaman, tempat kos dimanfaatkan sebagai tempat prostitusi.

Deudeuh Efek, DPRD Banjarmasin Minta Satpol PP Awasi Rumah Kos

Konfrontasi - Kasus pembunuhan Deudeuh membuat anggota DPRD Kota Banjarmasin, Matnor Ali meminta agar setiap rumah kos-kosan di wilayahnya diawasi secara ketat agar tidak menjadi tempat prostitusi terselubung sebagaimana terkuak di Jakarta.

Menurut Matnor Ali yang juga politisi dari Partai Golkar ini, Jumat (17/4), gonjang-ganjing tentang prostitusi di tempat kos di Jakarta kini sedang memanas hingga sampai ke daerah-daerah.

Pages