prostitusi

Pengacara Robbi Abbas Minta Polisi Periksa Semua Artis yang Terlibat Prostitusi

KONFRONTASI-Pengacara Robbi Abbas, Pieter ELL, meminta kasus kliennya dihentikan. Ia mengatakan seharusnya seluruh artis yang terlibat dalam kasus tersebut, harus ikut diperiksa oleh pihak kepolisian.

"Kami meminta kasus ini kalau bisa dihentikan saja. Kalau artis yang terlibat dalam kasus ini tidak dipanggil sebaiknya dihentikan saja," kata Pieter saat ditemui di FX Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2015) malam.

Bukan tanpa alasan dirinya mengatakan hal tersebut. Pieter merasa kliennya hanya menjadi korban saja dalam masalah yang terus berkelanjutan ini.

Pedangdut Cantik Ini Pernah Ditawar Rp100 Juta untuk Satu Kali 'Begituan'

KONFRONTASI-Kasus prostitusi artis sempat menggemparkan publik beberapa waktu lalu. Salah satu penyanyi dangdut jebolan KDI, Devy Berlian,  meski inisial namanya tak ada di daftar nama artis yang disebut RA (mucikari), mengaku pernah nyaris terlibat dalam bisnis haram itu.

Wanita cantik ini mengatakan pernah mendapat tawaran fantastik dari seorang pria yang berani membayarnya Rp 100 juta dalam sekali kencannya.

Kasus Prostitusi Artis, Disinyalir Ada Gratifikasi Seks ke Kalangan Pejabat

KONFRONTASI-Polri masih menyelidiki kasus prostitusi yang melibatkan kalangan artis. Selain itu, Polri juga mendalami adanya unsur gratifikasi seks dalam perkara ini.

"Masih terus ditelusuri, temuan baru ya jaringan-jaringan mucikarinya, kita fokuskan ke mucikari-mucikarinya, mudah-mudahan kita bisa kembangkan, kita ke depannya ingin sampai ke gratifikasi seks, untuk meloloskan proyek," kata Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (19/5/2015).

Polisi Diam-diam Periksa Artis Anak Buah RA, Roro Fitria Juga Ikut Datangi Polres Jaksel

KONFRONTASI-Untuk menguak jaringan prostitusi kelas kakap mucikari RA, penyidik Kepolisian Resor Jakarta Selatan secara diam-diam ternyata telah memeriksa wanita lain selain artis AA.

"Iya kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap satu orang saksi lainnya, soal identitas maupun inisialnya tidak dapat kami sebutkan sekarang," ujar Wakil Kapolres Jakarta Selatan, AKBP Surawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin, 18 Mei 2015.

Namun, Surawan menolak membuka identitas siapa wanita yang diperiksa dan keterlibatan wanita itu dalam jaringan protitusi mucikari RA.

Germo Ini Tawarkan Pelajar Seharga Rp2 Juta untuk Sekali Kencan

KONFRONTASI-Fenomena bisnis prostitusi di Indonesia tak hanya melibatkan kalangan artis papan atas, tetapi juga masyarakat biasa hingga anak sekolah dan mahasiswa.

Di Mamuju Sulawesi Barat misalnya, sorang mucikari berinisial DS ditangkap polisi karena kedapatan sedang menawarkan pekerja seks komersial, kepada seorang pelanggannya.

Ironisnya, korban yang dijajakan adalah anak di bawah umur dan berstatus pelajar salah satu sekolah ternama di Mamuju.

Tinggalkan Bangku Kuliah, Gadis Ini Jadi PSK di Bali

KONFRONTASI-Sebuah tempat prostitusi ilegal di Jalan Gunung Lawu, Mumbul, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (14/5/2015), dirazia petugas. Yp yang merupakan salah-satu PSK yang diamankan tampak kebingungan malam itu saat dijaring. Sesekali ia menutupi wajahnya menggunakan rambutnya yang panjang.

Mengutip laporan Tribun Bali, perempuan berusia 26 tahun ini mengaku terpaksa menjalani pekerjaan sebagai penjaja cinta.

Dorongan ekonomi membuatnya nekat merantau ke Bali empat bulan yang lalu dari Jawa Barat.

Mucikari Penjual ABG: Satu Kali Main Tarifnya Satu Juta

KONFRONTASI-Jaringan prostitusi online melalui sosial media dan chat online, BBM dan SMS, berhasil dibongkar jajaran kepolisian Resort Mamuju, Sulawesi Barat.

Terbongkarnya kasus ini dari penangkapan wanita DS (23), yang diduga sebagai mucikari, atau mami para pekerja seks komersil usai 16 hingga 23 tahun.

Penangkapan tersangka DS dilakukan jajaran Resmob Polres Mamuju di Hotel Aghata Jl Cik Ditito, Kota Mamuju, Jumat (14/5/2015) dini hari sekitar pukul 24.00 wita.

Soal Prostitusi, Ruhut: Pejabat Negara Jangan Munafik

KONFRONTASI - Anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul mengatakan praktik penggunaan pekerja seks komersil (PSK) di kalangan pejabat negara sudah terjadi sejak lama.

Ruhut mengaku mempunyai niat untuk mengusulkan agar pengguna PSK, terutama para pejabat negara dihukum layaknya yang terjadi pada seorang mucikari. Namun, hal itu dinilai sulit terealisasi karena banyaknya fraksi yang akan menolak.

"Karena memang (mereka) takut dan munafik, banyak yang terjerumus juga," ujar Ruhut saat dihubungi wartawan (Jumat, 15/5).

Ruhut Sebut Banyak Pejabat yang Suka Nikmati Layanan 'Esek-esek'

Konfrontasi- Kabar para pejabat negara yang suka menikmati layanan 'esek-esek' sedah berhembus sejak lama. Demikian diutarakan anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul saat dihubungi wartawan (Jumat, 15/5).

Ruhut mengaku mempunyai niat untuk mengusulkan agar pengguna PSK, terutama para pejabat negara dihukum layaknya yang terjadi pada seorang mucikari. Namun, hal itu dinilai sulit terealisasi karena banyaknya fraksi yang akan menolak.

"Karena memang (mereka) takut dan munafik, banyak yang terjerumus juga," ujarnya.

Butuh Semangat Kolektif untuk Cegah Prostitusi Online

KONFRONTASI-Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengatakan, pencegahan kasus prostitusi "online" membutuhkan semangat kolektif dari semua elemen masyarakat karena terkait dengan moralitas.

"Kasus prostitusi 'online' ini sudah menjadi persoalan bangsa sehingga harus menjadi perhatian khusus kita bersama," katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat.

Apalagi, lanjutnya, aksi prostitusi "online" yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan dengan berbagai modus dan cara dengan memanfaatkan teknologi.

Pages