19 November 2018

presiden

Presiden Berencana Jual 800 Anak Perusahaan BUMN

KONFRONTASI - Presiden Joko Widodo menyepakati usulan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk melebur sedikitnya 800 anak perusahan BUMN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Usulan tersebut telah disampaikan Preside kepada para menteri dalam sidang kabinet paripurna, kemarin.

"Saya sudah perintahkan kemarin, yang 800 dimerger. Atau kalau perlu dijual," kata Presiden menutup Rakornas Kadin 2017 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa 3 Oktober 2017.

Presiden Harus Hormati Kerja Pansus, Hadiri Rapat Konsultasi Dengan DPR

KONFRONTASI -  Presiden Joko Widodo kembali diminta untuk menghargai hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) Angket DPR untuk Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.
Berita Terkait
Bahas Kode Etik
Gugat UU Pemilu, Effendi Ghazali Takut Cuma Ada Capres Tunggal
Kemendagri: Peran Masyarakat Dalam Pemilu Sangat Penting
Caranya presiden harus mengikuti rapat konsultasi bersama Pimpinan DPR, sebelum hasil kerja Pansus diserahkan ke Rapat Paripurna DPR pada 28 September mendatang.

Wah! Presiden sindir lulusan IPB?

KONFRONTASI -

Presiden Joko Widodo menyindir lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tidak bekerja di sektor pertanian saat berpidato dalam acara dies natalis institut di Kampus Dramaga, Bogor, Rabu.

"Maaf Pak Rektor, tapi mahasiswa IPB banyak bekerja di bank... Saya cek direksi-direksi perbankan BUMN yang banyak dari IPB, manajer tengah banyak berasal dari IPB, terus yang mau jadi petani siapa," katanya.

Presiden yakin IPB dan lulusannya mampu menyiapkan para petani untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Kapolri Tito : Presiden Tegaskan perlunya Sinergi Birokrasi

KONFRONTASI- Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menanggapi baik atas Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo yang menginginkan sinergi dalam birokrasi yang tergolong sangat besar untuk Indonesia. "Kita melihat pentingnya pembicaraan Bapak Presiden yang menyampaikan masalah sinergiitas," kata Tito menanggapi Pidato Kenegaraan oleh Presiden Jokowi di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (16/8/2017). Sebagai negara yang luas dan besar, kata dia, membuat Indonesia juga memiliki skala birokrasi yang besar pula mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah.

Jika Presiden Hanya Sebagai Boneka Kapitalis

Oleh: Muslim Arbi

Jika Presiden hanya sebatas boneka kapitalis, maka bangsa, negara dan pemerintahan nya, hanya sebagai ajang pengabdian pada kepentingan kapitalis dan kaum pemilik modal semata. Parta politik, dan koalisi partai politik, adalah instrumen belaka sebagai syarat negara yang menganut paham drmokrasi sebagai prosedur.

JK Menerima Presiden Bank Dunia Bahas Anak-anak "Stunting"

KONFRONTASI -  Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menerima Kunjungan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim beserta delegasi di Kantor Wakil Presiden Jakarta Pusat, Rabu, membahas masalah anak-anak stunting.

Wapres usai menerima Jim Yong Kim mengatakan, dalam pertemuan tersebut keduanya membahas kerja sama, utamanya terkait dengan pengentasan anak-anak stunting atau kurang gizi.

Langgar UU Keuangan, Presiden Terancam Pemakzulan, kata Yusril Ihza

JAKARTA-Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan, masyarakat bisa melakukan penggulingan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai masalah hutang negara.

Menurut Yusril, Jokowi telah melanggar UU Keuangan, karena total utang pemerintah secara keseluruhan tidak boleh melebihi 30 persen dari APBN.

Novel Baswedan Nilai Kinerja Lambat Polri Ungkap Kasusnya Merupakan Pembangkangan Terhadap Perintah Presiden

KONFRONTASI -  Hingga kini polisi belum berhasil mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan. Penyidik senior KPK itu mempertanyakan kinerja kepolisian. Kepada wartawan Jawa Pos Agus Dwi Prasetyo dan Imam Husein, Novel yang kini dirawat di Singapore General Hospital membeberkan sejumlah kejanggalan penanganan perkara yang dilakukan polisi. Berikut petikannya.
 
Sampai sekarang polisi belum berhasil mengungkap pelaku kasus penyerangan terhadap Anda. Seperti apa sebenarnya yang terjadi?

Pelajaran dari Jokowi: Menjadi Presiden Perlu “Natural Selection”

 by : Asyari Usman

 

Mengapa dalam waktu kurang dari tiga tahun ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) begitu banyak melakukan blunder? Mengapa “public relation” beliau sangat buruk? Mengapa Jokowi akhirnya berada di posisi berhadap-hadapan dengan umat Islam, yang berpuncak pada Perppu 2/2017?

Mungkin banyak lagi pertanyaan, tetapi jawabannya singkat saja. Bahwa semua itu terjadi karena, mohon maaf, Jokowi “inexperienced”. Minus pengalaman. Belum memiliki bekal personalitas yang diperlukan oleh seorang presiden.

Jurus Bingung Tuan Presiden

Oleh: Pradipa Yoedhanegara

Sekedar ingin mengingatkan kembali memori bangsa ini, detik-detik menjelang akan diumumkannya *Kabinet Kerja* oleh Presiden Jokowi, ada sebuah statement politik yang keluar dari mulut yang mulia tuan presiden, kalau para menteri yang diangkat "tidak ada yang punya program", dan semuanya "para menteri menjalankan program serta janji kampanye presiden".

Pages