21 July 2018

presiden

Rizal Ramli Terus Terang Terkait Presiden - Cari Figur Secara Filosofis Mencintai Kebenaran

KONFRONTASI -  Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Ramli menyatakan sebagai civitas akademika yang merupakan tempat bernaung para cendikiawan, USU saat ini mencari figur yang mencintai kebenaran yang dapat menunjukkan jalan ekonomi bagi Indonesia yang lebih baik. "Bukan karena nama saya ada Ramli-nya, kami di Fakultas Ekonomi selalu mencari figur yang secara filosofis mencintai kebenaran, dan itu ada pada Pak Dr. Rizal Ramli sebagai sesepuh ekonomi yang nyata perlawanannya terhadap neoliberalisme," ujar Prof. Ramli.

Pengamat: Presiden Harus Cabut Kepres 52 Tahun 1995 Tentang Reklamasi Teluk Jakarta

KONFRONTASI -   Pengamat Hukum Tata Negara Margarito Kamis, menilai Presiden harus mencabut Kepres 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Teluk Jakarta, jika ngotot ingin melanjutkan proyek tersebut. Pasalnya, yang direklamasi adalah pantai bukanlah teluk yang dinilai ambigu pada segi hukum.

“Ini reklamasi dasarnya Kepres 52 tahun 1995. Ini memerintahkan reklamasi pantai utara Jakarta. Kalau perintahnya reklamasi pantai utara itu segi hukumnya bagaimana,” ujar Margarito di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/10).

Mahasiswa Medan Area: Kami Tunggu Dr Rizal Ramli Segera Jadi Presiden

KONFRONTASI- Seperti ungkapan "pucuk dicita ulam tiba", kehadiran Rizal Ramli di Medan jadi tempat berkeluh kesah para mahasiswa dan warga Medan berkaitan dengan kelanjutan nasib Danau Toba yang merupakan destinasi wisata kebanggaan seluruh warga Sumut. Kali ini tokoh nasional Dr Rizal Ramli hari ini (Sabtu, 4/11/17) tiba di Kota Medan, Sumatera Utara untuk berdialog dengan warga, mahasiswa dan masyarakat umumnya..

Apakah Presiden Jokowi Memerlukan Intelijen?

KONFRONTASI -  Kalau masyarakat mempertanyakan kenapa saat ini intelijen tampak tidak berfungsi dengan baik, tentu rumit menjawab faktor penyebabnya. Faktor utama tentu saja dilihat dari sejauh mana Presiden RI sebagai user mengoptimalkan fungsi intelijen. Sementara, sewaktu merekrut Kabinet Kerja pada Oktober 2014 saja, konon Presiden tidak menggunakan jasa Badan Intelijen Negara (BIN) untuk melakukan profiling siapa saja yang bakal membantunya di Kabinet.

Walaupun Teratas, Posisi Jokowi Genting, Gerindra yakin Prabowo Jadi Presiden

KONFRONTASI - Nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih berada di peringkat pertama dengan elektabilitas sebesar 29,8 persen. Sementara Prabowo Subianto membayangi di angka 17,4 persen. Hasil itu didapat dari survei yang dilakukan oleh Roda Tiga Konsultan (RTK) dari tanggal 15 hingga 29 September dengan margin of error 1,96 persen.

Politisi Gerindra Ahmad Reza Patria menyambut positif angka itu. Dia menilai dengan elektabilitas Jokowi di bawah 50 persen masih rawan. Sehingga, hal ini dapat direbut oleh pesaing-pesaingnya.

Ini Pembagian Tugas Kenegaraan: Presiden ke Kalimantan Utara, Wapres ke Lampung

KONFRONTASI - Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi beserta rombongan mendarat di Bandar Udara Juwata, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu malam (5/10/2017), pada pukul 22.20 WITA.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam siaran persnya, mengatakan Presiden tiba di Tarakan setelah menempuh perjalanan selama 2 jam 13 menit setelah berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada Kamis, 5 Oktober 2017 pukul 19.07 WIB.

Presiden Berencana Jual 800 Anak Perusahaan BUMN

KONFRONTASI - Presiden Joko Widodo menyepakati usulan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk melebur sedikitnya 800 anak perusahan BUMN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Usulan tersebut telah disampaikan Preside kepada para menteri dalam sidang kabinet paripurna, kemarin.

"Saya sudah perintahkan kemarin, yang 800 dimerger. Atau kalau perlu dijual," kata Presiden menutup Rakornas Kadin 2017 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa 3 Oktober 2017.

Presiden Harus Hormati Kerja Pansus, Hadiri Rapat Konsultasi Dengan DPR

KONFRONTASI -  Presiden Joko Widodo kembali diminta untuk menghargai hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) Angket DPR untuk Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.
Berita Terkait
Bahas Kode Etik
Gugat UU Pemilu, Effendi Ghazali Takut Cuma Ada Capres Tunggal
Kemendagri: Peran Masyarakat Dalam Pemilu Sangat Penting
Caranya presiden harus mengikuti rapat konsultasi bersama Pimpinan DPR, sebelum hasil kerja Pansus diserahkan ke Rapat Paripurna DPR pada 28 September mendatang.

Wah! Presiden sindir lulusan IPB?

KONFRONTASI -

Presiden Joko Widodo menyindir lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tidak bekerja di sektor pertanian saat berpidato dalam acara dies natalis institut di Kampus Dramaga, Bogor, Rabu.

"Maaf Pak Rektor, tapi mahasiswa IPB banyak bekerja di bank... Saya cek direksi-direksi perbankan BUMN yang banyak dari IPB, manajer tengah banyak berasal dari IPB, terus yang mau jadi petani siapa," katanya.

Presiden yakin IPB dan lulusannya mampu menyiapkan para petani untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Kapolri Tito : Presiden Tegaskan perlunya Sinergi Birokrasi

KONFRONTASI- Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menanggapi baik atas Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo yang menginginkan sinergi dalam birokrasi yang tergolong sangat besar untuk Indonesia. "Kita melihat pentingnya pembicaraan Bapak Presiden yang menyampaikan masalah sinergiitas," kata Tito menanggapi Pidato Kenegaraan oleh Presiden Jokowi di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (16/8/2017). Sebagai negara yang luas dan besar, kata dia, membuat Indonesia juga memiliki skala birokrasi yang besar pula mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah.

Pages