22 October 2018

presiden

Presiden akan Melantik Hadi Tjahjanto di Istana Jakarta Hari Ini

KONFRONTASI -  KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto telah selesai menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper tes) sebagai calon Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui rapat paripurna telah menyetujui Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI yang baru. Selangkah lagi Hadi resmi memimpin TNI setelah dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Panglima.

Jenderal Gatot Merasa Bersyukur Presiden Telah Pilih Calon Panglima TNI

KONFRONTASI -  Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengaku bersyukur bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menentukan pengganti posisinya terutama seseorang yang sudah dipersiapkan untuk menghadapi tantangan tugas ke depan. Calon pengganti Gatot adalah KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto.

Jangan Plintat-Plintut, Presiden. Cepatlah Resufel Tim Ekonomi Kabinet.

KONFRONTASI- Ekonomi jeblok, daya beli rakyat anjlok. Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk segera mereshuflle trio team ekonomi yakni Darmin Nasution, Sri Mulyani Indrawati, dan Rini Soemarno, yang banyak mendapat sorotan negatif dari publik

Terlebih dengan Menteri Hukum dan Ham Yasona Laoly yang diduga terlibat kasus dugaan korupsi KTP elektronik yang sedang ditangani KPK saat ini.

Tahun 2019 Ingin Presiden Kita Ganti Nggak , Tanya Ketua Alumni 212

KONFRONTASI - 

Ketua Presidium Alumni  212 Slamet Maarif berpidato di acara salat subuh berjamaah di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Di acara salat subuh berjamaah ini, Slamet yang juga juru bicara Front Pembela Islam (FPI) ini bicara soal agenda pemenangan Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019.

Rizal Ramli Terus Terang Terkait Presiden - Cari Figur Secara Filosofis Mencintai Kebenaran

KONFRONTASI -  Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Ramli menyatakan sebagai civitas akademika yang merupakan tempat bernaung para cendikiawan, USU saat ini mencari figur yang mencintai kebenaran yang dapat menunjukkan jalan ekonomi bagi Indonesia yang lebih baik. "Bukan karena nama saya ada Ramli-nya, kami di Fakultas Ekonomi selalu mencari figur yang secara filosofis mencintai kebenaran, dan itu ada pada Pak Dr. Rizal Ramli sebagai sesepuh ekonomi yang nyata perlawanannya terhadap neoliberalisme," ujar Prof. Ramli.

Pengamat: Presiden Harus Cabut Kepres 52 Tahun 1995 Tentang Reklamasi Teluk Jakarta

KONFRONTASI -   Pengamat Hukum Tata Negara Margarito Kamis, menilai Presiden harus mencabut Kepres 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Teluk Jakarta, jika ngotot ingin melanjutkan proyek tersebut. Pasalnya, yang direklamasi adalah pantai bukanlah teluk yang dinilai ambigu pada segi hukum.

“Ini reklamasi dasarnya Kepres 52 tahun 1995. Ini memerintahkan reklamasi pantai utara Jakarta. Kalau perintahnya reklamasi pantai utara itu segi hukumnya bagaimana,” ujar Margarito di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/10).

Mahasiswa Medan Area: Kami Tunggu Dr Rizal Ramli Segera Jadi Presiden

KONFRONTASI- Seperti ungkapan "pucuk dicita ulam tiba", kehadiran Rizal Ramli di Medan jadi tempat berkeluh kesah para mahasiswa dan warga Medan berkaitan dengan kelanjutan nasib Danau Toba yang merupakan destinasi wisata kebanggaan seluruh warga Sumut. Kali ini tokoh nasional Dr Rizal Ramli hari ini (Sabtu, 4/11/17) tiba di Kota Medan, Sumatera Utara untuk berdialog dengan warga, mahasiswa dan masyarakat umumnya..

Apakah Presiden Jokowi Memerlukan Intelijen?

KONFRONTASI -  Kalau masyarakat mempertanyakan kenapa saat ini intelijen tampak tidak berfungsi dengan baik, tentu rumit menjawab faktor penyebabnya. Faktor utama tentu saja dilihat dari sejauh mana Presiden RI sebagai user mengoptimalkan fungsi intelijen. Sementara, sewaktu merekrut Kabinet Kerja pada Oktober 2014 saja, konon Presiden tidak menggunakan jasa Badan Intelijen Negara (BIN) untuk melakukan profiling siapa saja yang bakal membantunya di Kabinet.

Walaupun Teratas, Posisi Jokowi Genting, Gerindra yakin Prabowo Jadi Presiden

KONFRONTASI - Nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih berada di peringkat pertama dengan elektabilitas sebesar 29,8 persen. Sementara Prabowo Subianto membayangi di angka 17,4 persen. Hasil itu didapat dari survei yang dilakukan oleh Roda Tiga Konsultan (RTK) dari tanggal 15 hingga 29 September dengan margin of error 1,96 persen.

Politisi Gerindra Ahmad Reza Patria menyambut positif angka itu. Dia menilai dengan elektabilitas Jokowi di bawah 50 persen masih rawan. Sehingga, hal ini dapat direbut oleh pesaing-pesaingnya.

Ini Pembagian Tugas Kenegaraan: Presiden ke Kalimantan Utara, Wapres ke Lampung

KONFRONTASI - Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi beserta rombongan mendarat di Bandar Udara Juwata, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu malam (5/10/2017), pada pukul 22.20 WITA.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam siaran persnya, mengatakan Presiden tiba di Tarakan setelah menempuh perjalanan selama 2 jam 13 menit setelah berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada Kamis, 5 Oktober 2017 pukul 19.07 WIB.

Pages