17 February 2019

presiden

Presiden Resmikan Situs Pekabaran Injil di Papua Barat

KONFRONTASI-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono meresmikan situs Pekabaran Injil di Pulau Mansinam, Papua Barat, Minggu, setelah menempuh perjalanan sekitar 10 menit menggunakan KRI Sampari 628 dari Pelabuhan Peti Kemas Manokwari.

Presiden meresmikan situs Pekabaran Injil dengan patung Kristus Raja dan tugu peringatan kedatangan utusan Zending yang pertama pada 1855 itu antara lain dengan didampingi Gubernur Papua Barat Abraham Octavianus Atururi, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Menteri Perhubungan EE Mangindaan.

Banyak Jebakan, RR: Presiden Terpilih Harus Berani Bongkar RAPBN 2105

KONFRONTASI-Presiden ke depan harus berani membongkar RAPBN 2015 yang diajukan pemerintah sekarang. Harus ada kebijakan terobosan untuk menyiasati banyaknya jebakan yang bisa menjadi ‘bom waktu’. 

 

“RAPBN 2015 menunjukkan, di akhir pemerintahannya, tim ekonomi Presiden SBY sama sekali tidak bisa membaca keadaan. Mereka sepertinya tidak mampu melihat adanya dua tantangan startegis yang bakal dihadapi pemerintah berikutnya,” ujar ekonom senior Rizal Ramli pada diskusi bertema Membedah RAPBN 2015 di Press Room DPR, Kamis (21/8).

 

Kata Pengamat, Golkar Cuma Jadi Alat Aburizal untuk Jadi Presiden

KONFRONTASI-Peneliti dari Centre for Strategic of International Studies (CSIS), J Kristiadi, menilai sangat wajar jika ada desakan internal Partai Golkar untuk segera mengadakan semacam audit politik terhadap pemerintah Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie melalui musyawarah nasional (munas).

Menurut Kristiadi, Golkar harus segera melakukan konsolidasi karena konsolidasi Golkar saat ini dianggapnya karut-marut.

RAPBN 2015 Masih Jadi Tanggung Jawab SBY

KONFRONTASI - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan tidak ada kabinet demisioner, sehingga para menteri harus tetap bekerja serta menjalankan tugasnya dengan baik hingga presiden baru disumpah oleh MPR pada 20 Oktober 2014.

Tiga Hal Ini Yang Bisa Batalkan Joko Jadi Presiden

KONFRONTASI -  Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengungkapkan ada tiga skenario yang dapat membatalkan pelantikan Jokowi jadi presiden. Pertama, permohonan untuk mundur dari posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta dapat ditolak oleh DPRD DKI Jakarta.

"Ini adalah hal yang sangat mungkin mengingat koalisi yang dibangun oleh Jokowi tidak cukup kuat untuk meloloskan permohonan ini," kata Jajat di Jakarta, Kamis (24/7).

Menlu AS Ucapkan Selamat kepada Joko

KONFRONTASI - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry memberi ucapan selamat kepada Presiden terpilih Joko Wododo. Dilansir AFP, Rabu (23/7/2014), Kerry menyatakan ingin bekerjasama dengan Jokowi. Kerry mengapresiasi jalannya Pemilu di Indonesia.

"Rakyat Indonesia bersatu sekali lagi untuk menunjukkan komitmennya terhadap demokrasi melalui Pemilu yang bebas dan adil," kata Kerry lewat pernyataannya pada Selasa (22/7) waktu setempat.

Indonesia merupakan negara demokratis terbesar ketiga setelah AS. Kedua negara dapat memberikan tauladan bagi seluruh dunia.

KPU: Joko-JK Pemenang Pilpres 2014

KONFRONTASI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sebagai pemenang pilpres 2014. Penetapan dibacakan oleh Ketua KPU Husni Kamil Manik di kantor KPU, Selasa (22/7) malam.

"Keputusan ini mulai berlaku dari tanggal ditetapkan," kata Husni.

Sebelum penetapan, Husni membacakan perolehan suara tiap-tiap capres di semua provinsi. KPU mencatat, Jokowi-JK mendapatkan 70.997.833 suara atau 53,15 persen dari jumlah pemilih sah yang sekitar 133 juta orang.

Akankah Presiden SBY Keluarkan Dekrit?

KONFRONTASI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta untuk tidak buru-buru menetapkan capres terpilih, menyusul penarikan diri capres Prabowo Subianto dari proses Pilpres 2014. Pakar hukum tata negara Irman Putra Siddin menilai proses penarikan diri oleh pasangan capres cawapres Prabowo-Hatta harus disikapi secara hati-hati,"Karena ini bisa mengancam konstitusionalitas hasil pilpres..

SBY: Kebebasan Pers Jangan Disalahgunakan

KONFRONTASI - Kebebasan berdemokrasi di Indonesia sedang diuji, khususnya menyangkut penggunaan kekuasaan dan kebebasan pasca-reformasi 1998, kata Presiden SBY

Menurut SBY, saat bangsa ini berada pada era kebebasan (open society) yang dijalankan berdasarkan hukum, nilai, dan norma-norma reformasi, setiap elemen bangsa dituntut agar makin pandai dan arif menggunakan kekuasaan dan kebebesan yang diraih dengan susah payah itu.

"Siapapun Presidennya, Arus Investasi akan Tetap Masuk Lebih Banyak Lagi ke Indonesia"

KONFRONTASI - Ekonom dari Citibank, Helmi Arman menyatakan bahwa terlepas siapapun yang menjadi pemenang Pemilihan Presiden 2014, ekonomi Indonesia akan tetap dapat tumbuh dengan baik.

Menurut Helmi, penyelenggaraan pemilu dan Pilpres tahun ini membawa angin segar bagi pasar saham dan juga ekonomi secara keseluruhan. Investor meyakini reformasi struktural di Indonesia pun akan berjalan lebih baik setelah pemerintahan baru terbentuk.

Pages