17 December 2018

presiden

"Siapapun Presidennya, Arus Investasi akan Tetap Masuk Lebih Banyak Lagi ke Indonesia"

KONFRONTASI - Ekonom dari Citibank, Helmi Arman menyatakan bahwa terlepas siapapun yang menjadi pemenang Pemilihan Presiden 2014, ekonomi Indonesia akan tetap dapat tumbuh dengan baik.

Menurut Helmi, penyelenggaraan pemilu dan Pilpres tahun ini membawa angin segar bagi pasar saham dan juga ekonomi secara keseluruhan. Investor meyakini reformasi struktural di Indonesia pun akan berjalan lebih baik setelah pemerintahan baru terbentuk.

Presiden Minta Media tidak Aduk-aduk Emosi Masyarakat

KONFRONTASI-Mendekati hari pemungutan suara Pilpres, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono terus mengingatkan berbagai pihak agar menjaga situasi damai dan aman. Imbauan itu juga ditujukannya pada media massa. Presiden mengaku dirinya merasakan bahwa selama ini media massa cenderung mengaduk emosi masyarakat melalui pemberitaan capres-cawapres.

"Saya juga amati media massa di masa kampanye ini melakukan sesuatu yang bisa mengaduk emosi rakyat. Saya berharap, dengan niat baik di masa kritis ini, mendekati kualitas demokrasi," ujar Presiden di Gedung MPR RI, Jakarta, Senin, (7/7).

Presiden Tandatangani PP Tentang Tarif Biaya Nikah Yang Baru

KONFRONTASI - Setelah ditunggu-tunggu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya menandatangi peraturan pemerintah (PP) tentang tarif biaya nikah yang baru.

Rencananya aturan ini secara resmi dipublikasi hari ini. Dengan adanya rencana ini, sudah tidak ada lagi pungutan nikah yang ditanggung masyarakat.
 
Aturan baru tarif pencatatan nikah itu tertuang dalam PP 48/2014 tentang Perubahan atas PP 47/2004 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak di Lingkungan Kemenag (Kementerian Agama).

Presiden : Satu Tinjauan Politis, Mistis, Kritis dan Klenik

                                                                         Warih W Subekti *)

Fadli Zon: Kecap Nomor 1, Masak Presiden Nomor 2

KONFRONTASI-Fadli Zon kembali melontarkan sentilan ke kubu lawan. Menurut dia, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang mendapat nomor urut 1 menandakan mendapat isyarat baik di Pilpres 9 Juli mendatang. "No. 1 artinya MENANG, No. 2 artinya KESEIMBANGAN," katanya lewat akun Twitter, @fadlizon.

Menurut dia, nomor 1 itu di mana pun selalu lebih baik daripada nomor 2. Karena itu, ia heran masih ada yang mempertanyakan, mengapa nomor 2 bisa lebih baik ketimbang nomor 1. "Kecap saja No.1, masak presiden no. 2. :)," ujar wakil ketua umum Partai Gerindra itu.

Peran dan Tugas Presiden dan Wapres Harus Dipisahkan Jika Jokowi Jadi Presiden

KONFRONTASI- Jusuf Kalla (JK) bakal sangat dominan di istana sebagai the real president  jika Jokowi terpilih jadi Presiden. Maka, JK harus diberi tugas khusus seperti menyelesaikan konflik regional, dan masalah Papua serta perdamaian, namun jangan membentuk struktur kabinet, memilih menteri kabinet, jangan pula mengurusi  hubungan  pemerintah  dan DPR. Itulah pendapat analis politik Mohamad Nabil yang juga peneliti CSRC UIN Jakarta dan Andar Nubowo MA, Direktur Indo Strategi.

Jaksa : Anas perlu uang untuk jadi presiden

KONTROFERSI-Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam dakwaan disebut perlu banyak uang demi memenuhi keinginannya sebagai Presiden Indonesia.

"Terdakwa pada sekitar 2005, keluar dari anggota Komisi Pemilihan Umum dan selanjutnya berkeinginan untuk tampil menjadi pemimpin nasional yaitu sebagai Presiden RI, sehingga memerlukan kendaraan politik dan biaya yang sangat besar," kata ketua jaksa penuntut umum Yudi Kristiana di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat.

Khayalan-khayalan Jokowi Jika dirinya Presiden

KONFRONTASI - Para partai politik (parpol) yang ingin berkoalisi dengan PDI Perjuangan pada pemilu presiden (pilpres) 2014 nanti tampaknya harus siap-siap gigit jari.

Khayalan Jokowi bila ia terpilih nanti cukup mengagetkan karena jauh sebelum pilpres terlaksana ia sudah yakin akan membentuk kabinet seperti apa nantinya.

Pages