Presiden Joko Widodo

Setelah Bendara Palu Arit di Kafe, Beredar Foto Halte Palu Arit PKI di Solo Seret Nama Jokowi

Konfrontasi - Setelah heboh tirai di sebuah kafe di Jakarta Selatan yang memakai kain berwarna merah dengan gambar palu arit, sebuah gambar halte palu arit beredar.

Dalam gambar tersebut, tampak sebuah halte bus yang memiliki desain palu arit lengkap warna merah menyala. Sontak, gambar tersebut disebar ulang oleh warganet.

Seperti yang diunggah oleh seorang warganet dengan membubuhkan sedikit penjelasan bahwa halte tersebut ada di Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah.

“Waspada.. Neo komunis sudah secara terbuka menampakan jati dirinya.. Di wilayah Sukoharjo sebuah halte di upgrade dgn logo identik dgn partai terlarang..!!”

“Siaga satu untuk yang berjiwa pancasilais. kira-kira ini bagian dari tren anak muda masa kini ga ya.????? …sambil tepok jidat..miriiiss!#”, demikian tulis warganet.

Bahkan, unggahan tersebut lantas diunggah ulang oleh akun twitter @MANISPOLOS yang turut menyeret Presiden Jokowi.

“Siapa sebenarnya @jokowi ini …?? Halte di Sukoharjo “PALU-ARIT,” tulisnya.

“Lapor @Puspen_TNI @DivHumasPolri @edo751945 @NTMCLantasPolri @DPR_RI,” lanjutnya.

Seperti diketahui, sebelumnya sebuah kain tirai yang mirip bendera dan lambang Partai Komunis Indonesia (PKI) disita dari sebuah kafe di Jalan Pangeran Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan, disita.

Resmi Dibuka, Bupati Mojokerto ke Jokowi: Tol Moker Harusnya Selesai dari Dulu

Konfrontasi - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengoperasian ruas Tol Mojokerto-Kertosono. Jalan bebas hambatan bagian dari tol Trans Jawa sepanjang 40,5 km ini beroperasi penuh.

Peresmian ruas tol Mojokerto-Kertosono ini berlangsung di gerbang tol (GT) Mojokerto, Desa Penompo, Jetis, Mojokerto, Minggu (10/9/2017). 

Di sela seremoni acara peresmian tersebut, Jokowi sempat mendapat bisikan dari Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa bahwa jalan tol ini seharusnya sudah rampung sejak lama.

Pernyataan Presiden Joko Widodo terkait Aksi Kekerasan dan Krisis Kemanusiaan di Rakhine State

KONFRONTASI - 1. Saya dan seluruh rakyat Indonesia, kita menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar.

2. Perlu sebuah aksi nyata bukan hanya pernyataan kecaman-kecaman. Dan pemerintah berkomitmen  terus untuk membantu mengatasi krisis kemanusiaan, bersinergi dengan kekuatan masyarakat sipil di Indonesia dan juga masyarakat internasional.  

Sembelih Sapi Satu Ton Sumbangan Presiden Jokowi Butuh Waktu 1 Jam

Konfrontasi - Ratusan jamaah Masjid Al Fattah dan warga Kelurahan Solor, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (1/9/2017) siang berkumpul di halaman belakang masjid itu.

Mulai anak kecil hingga orang dewasa, ramai mengerumuni seekor sapi berwarna coklat berbobot satu ton sumbangan dari Presiden Joko Widodo.

Sapi berukuran tubuh jumbo itu rupanya akan segera disembelih, namun ternyata tak mudah bagi warga untuk menyembelih hewan tersebut lantaran terus berontak.

Diperlukan 18 orang pemuda untuk "melawan" sapi itu. Mereka kemudian membagi tugas yaitu mengikat mulut, badan, dan kaki sapi tersebut dengan menggunakan tali nilon.

Proses untuk mengikat tubuh sapi itu pun tidak gampang, karena selain terus berontak, bobot sapi seberat satu ton itu menjadi kendala tersendiri.

"Untuk mengikat sapi ini saja, membutuhkan waktu sekitar satu jam lebih. Setelah diikat mulut, badan dan empat kaki sapi ini, kemudian kita masukan papan panjang di celah kaki sapi, untuk mempermudah saat menyembelih,"kata Is, salah satu pengurus Masjid Al Fattah kepada Kompas.com.

Setelah sapi diikat, proses penyembelihan dimulai dengan belasan orang berdiri di atas papan yang berada di celah-celah kaki sapi dan sebagian lainnya berdiri di tubuh sapi itu.

Tiga pemuda memegang parang selanjutnya menyembelih sapi itu. Pada saat proses penyembelihan warga berteriak dan sebagian berlari karena sapi yang berontak membuat darah yang memercik cukup banyak.

Setelah sapi itu mati, para petugas sudah terbiasa memotong daging sapi kemudian bekerja membagi-bagi daging sapi untuk jamaah masjid dan warga sekitar.

Astagfirullah, Petugas Temukan Ada Cacing Hati di Sapi Kurban Pemberian Presiden Jokowi

Konfrontasi - Cacing hati atau Fasciola hepaticaditemukan dalam organ hati sapi kurban pemberian Presiden Joko Widodo, yang dipotong di Dusun Bodowaluh, Srihardono, Pundong, Jumat (1/9/2017).

Hati yang terinfeksi cacing hati ini langsung dikuburkan karena tidak layak untuk dikonsumsi.

drh Sri Rahayu dari Puskeswan Pundong yang mengawasi dan memeriksa kesehatan hewan kurban sapi pemberian Presiden Joko Widodo mengatakan hati sapi sudah parah terkena cacing hati.

Undang Buzzer ke Istana, Fadli Zon Kritik Jokowi

Konfrontasi - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon mengkritik soal Presiden Joko Widodo yang mengundang para buzzer ke Istana. Menurut dia, kegiatan yang dilakukan Jokowi seharusnya disudahi.

Dia menilai mengumpulkan para buzzer pendukung pemerintah adalah bentuk komunikasi politik yang bermasalah dari seorang kepala negara.

Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Klien Saracen

Konfrontasi - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan sindikat hoax dan kebencian Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) di media sosial, Saracen, sebagai hal yang mengerikan. Maka dia memerintahkan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas klien yang memesan dan membiayai Saracen.

"Saya sudah perintahkan kepada Kapolri, diusut tuntas bukan hanya Saracen-nya saja, tapi siapa yang pesan siapa yang bayar, harus diusut tuntas," kata Jokowi di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (27/8/2017).

Temui Presiden Jokowi, Menteri Pertanian Ditanya Soal Jagung, Bawang dan Beras

Konfrontasi - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Menteri Pertanian Amran Sulaiman ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/8). Amran mengaku ditanya Presiden terkait sejumlah persoalan, salah satunya mengenai produksi jagung.

"Beliau (Presiden) tanyakan tentang jagung, bagaimana jagung sekarang. Syukur Alhamdulillah sampai dengan Agustus, sampai dengan hari ini tidak ada impor," kata Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/8/2017).

Jokowi Lepas Anak Panah, Hitung Mundur Asian Games 2018 Resmi Dimulai

Konfrontasi - Hitung mundur menuju Asian Games 2018 dimulai. Presiden Joko Widodo meresmikannya dengan melepas busur panah.

Jokowi datang ke Countdown Asian Games 2018 menggunakan jaket berwarna merah. Tak lama setelah acara dimulai, dia naik ke atas panggung sambil membawa busur dan anak panah.

"Dengan mengucap Bismillahirohmanirohim, kita sambut 365 hari menjelang asian games ke-18 di tahun 2018," ucap Jokowi.

Pages