Prabowo

Persiapan TNI Jelang Latihan Bersama Tentara AS di Fort Polk, Lousiana, Amerika. Disemangati Menhan Prabowo

KONFRONTASI-  Prajurit Yonif Para Raider 501/Kostrad menggelar sejumlah persiapan jelang latihan bersama tentara Amerika Serikat di Markas Batalyon, Madiun, Selasa (11/8). Menhan Prabowo Subianto menyemangati  latihan bersama tentara RI-AS ini.  Menhan Prabowo juga telah membuka pendaftaran rekrutmen Komponen Cadangan (Komcad) berlangsung sejak 1 - 29 Agustus 2020. Satuan ini akan dibentuk seperti sukarelawan yang akan dibekali pendidikan militer.

Rekrutmen ini terbuka untuk umum. Namun dibatasi untuk rentang usia 18-35 tahun.

Prabowo Diisukan Bakal Geser KH Ma’ruf Amin, Gerindra: Isu Mau Pecah NU Dan Jokowi

KONFRONTASI -  

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto diisukan bakal menggantikan posisi wakil presiden KH Ma’ruf Amin. Isu tersebut berembus mengingat kemesraan Jokowi dengan Prabowo akhir-akhir ini dalam penanganan virus corona baru (Covid-19).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mengatakan bahwa hal tersebut mustahil terjadi.

Mungkinkah Prabowo Gantikan Maruf Amin?

OPINI-Senin (10/08). Dalam dunia politik sesuatu yang tidak mungkin bisa saja terjadi. Demikian juga dengan pertanyaan dalam judul tulisan ini. Jadi sangat memungkinkan seorang Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menggantikan Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden.

Beberapa hari lalu, seorang kawan yang memiliki jaringan dengan para aktivis dan elite politik mengabarkan tentang adanya agenda politik seperti di atas. Anda boleh percaya boleh tidak. Yang jelas, kata Jakob Oetama , “politik itu tidak hitam putih bung “!.

Diminta Maju Lagi di Pilpres 2024, Ini Respon Prabowo

KONFRONTASI-Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa banyak kader partai berlambang burung garuda itupun meminta agar ketua umum Prabowo Subianto untuk maju kembali mencalonkan diri sebagai Presiden di tahun 2024 mendatang.

"Seluruh DPD dan DPC tadi meminta pak Prabowo untuk maju dalam pilpres tahun 2024," ujar Muzani di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2020).

Sudah 6 Lembaga Survei Nyatakan Prabowo Capres Terkuat 2024

KONFRONTASI-Hasil survei lembaga Akurat Poll memastikan kalau Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapat elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden di Pilpres 2024.

Hasil survei lembaga ini merupakan hasil lembaga survei keenam yang menyatakan kalau Parabowo sebagai sosok dengan elektabilitas tertinggi jika berkompetisi di Pilpres 2024.

Direktur Akurat Poll, Adlan Nawawi mengatakan, dalam hasil survei Akurat Poll kali ini, elektabilitas Prabowo sebesar 12,7 persen.

Pak Luhut & Prabowo ‘Harta Karun’ RI Dikelola China Atau AS?

KONFRONTASI -  Nasib pengembangan harta karun Rare Earth tanah air kini ada di tangan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menhan Prabowo Subianto. Lantas keduanya memberikan rare earth dikelola China atau AS?

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan sudah menawarkan ke negara-negara yang siap menjadi investor, seperti Amerika Serikat (AS). Namun untuk saat ini investor yang sudah siap adalah China. Demi menjaga iklim investasi di Indonesia, ia enggan menyerahkan ke negara tersebut.

Rizal Ramli: Zaman Prabowo mark up 10% doang kok

KONFRONTASI -  Nama mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli kembali menjadi sorotan. Saat hadir di acara Indonesia Lawyer Club di tvOne, ia memuji Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, karena telah menunda pembelian alutsista.

Menurut Rizal, langkah Prabowo itu perlu diapresiasi, karena bisa menghemat anggaran negara, yang saat ini sedang dibutuhkan untuk menghadapi bencana virus COVID-19.

Kans Buram Prabowo Maju Pilpres 2024

KONFRONTASI -   Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto disebut siap kembali menjadi calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang. Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju itu bersedia kembali maju jika diminta oleh kader dan diharapkan oleh masyarakat.

Jika kembali maju, 2024 akan menjadi pertarungan pilpres Prabowo keempat kalinya, sejak mulai debut di Pilpres 2009. Dalam empat palagan itu Prabowo selalu kalah bersama pasangannya.

Membaca Ancaman AS Jika Prabowo Tetap Beli Sukhoi Su-35 dari Rusia

KONFRONTASI-Sudah menjadi rahasia umum jika Amerika Serikat (AS) kerap melayangkan ancaman pada negara-negara yang melakukan transaksi pembelian peralatan perang, seperti pesawat tempur maupun senjata, buatan Rusia.

Hal itu juga berlaku bagi Indonesia yang sedang dalam proses untuk merampungkan pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia. Indonesia telah menandatangani kontrak dengan Rusia untuk membeli 11 unit pesawat tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia. Nilai kontrak yang sudah diteken Kementerian Pertahanan pada 2018 ini mencapai US$ 1,14 miliar.

Dalam dua kali kesempatan, Menteri Pertahanan RI Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto pun telah bertolak ke Rusia. Terbaru, Ia menghadiri acara peringatan 75 tahun kemenangan Uni Sovyet atas Nazi pada Juni lalu. Prabowo diklaim membahas kelanjutan pembelian 11 unit jet tempur Sukhoi Su-35.

Soal ancaman AS, hal tersebut sudah pernah diakui langsung oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva. Namun, Lyudmila menyebut Rusia dan mitra-mitranya menanggapi ancaman tersebut dengan santai, sebab itu bukan hal baru.

"Tapi sebenarnya [sanksi itu] tidak mencegah teman-teman kami untuk membeli peralatan pertahanan dari Rusia, yang mana harganya bersahabat dan kualitasnya bagus. Jadi diharapkan kontrak ini [dengan RI], dan tidak hanya yang satu ini, karena di sini ada banyak rencana, ada rencana lain juga untuk diselesaikan. Jadi rencana ini belum dibatalkan," kata Lyudmila dalam media briefing yang berlangsung secara virtual, Rabu (8/7/2020).

Lalu, apa sebenarnya "sanksi" yang bisa diterima Indonesia dari AS terkait rencananya melanjutkan pembelian pesawat tempur buatan Rusia?

Jika berkaca pada kasus serupa yang pernah menimpa China pada 2018 lalu, AS menerapkan sejumlah sanksi pada China, termasuk memblokir agen China dari mengajukan permohonan izin ekspor dan berpartisipasi dalam sistem keuangan AS.

Selain itu, AS juga membuat daftar "black list" Departemen Keuangan, di mana individu-individu yang dianggap terlibat pelanggaran akan dilarang melakukan bisnis dengan AS.

Hukuman yang diumumkan pada September 2018 dijatuhkan karena China membeli 10 pesawat tempur SU-35 pada tahun 2017 dan peralatan terkait sistem rudal surface-to-air pada tahun 2018, kata Departemen Luar Negeri AS pada saat itu, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Sementara itu, jika berkaca pada kasus Mesir, negara itu juga mendapat ancaman sanksi dari AS karena hampir menyelesaikan kesepakatan untuk membeli pesawat Sukhoi Su-35 Rusia. Namun demikian, menurut Abdel-Moneim Said, seorang analis di Pusat Studi Strategis Mesir, AS nampaknya masih belum menentukan jenis sanksi apa yang akan dijatuhkan untuk negara itu.

"Amerika Serikat berusaha menekan Mesir untuk menghentikan kesepakatan dengan Rusia, tetapi tetap berkomitmen pada hubungan bilateral mereka karena memiliki hubungan perdagangan yang penting dan operasi bersama." katanya kepada The Arab Weekly pada Mei lalu.

Meski mengatakan dirinya yakin bahwa Kongres AS akan membahas sanksi potensial terhadap Kairo, tetapi Said juga menekankan bahwa AS mungkin akan membiarkan Mesir melakukan pembelian dengan jaminan tertentu.

Menurut TASS, Mesir membeli 24 pesawat tempur Rusia. Pengiriman gelombang pertama dari sebagian pesawat yang menghabiskan biaya US$ 2 miliar itu akan dilakukan pada kuartal ketiga atau terakhir tahun 2020.

Di sisi AS, negara itu dikabarkan melayangkan ancaman pada Mesir dikarenakan khawatir pembelian peralatan tempur Rusia akan membuat kekuatan pasukan militer Mesir meningkatkan di wilayah tersebut dan mungkin dapat mengancam posisi jet tempur AS yang bersaing dengan buatan Rusia.

Sementara itu, mengutip laporan media China, South China Morning Post, sanksi yang bisa diberikan AS pada Indonesia atas transaksinya dengan Rusia akan ditentukan di bawah Undang-Undang Countering America's Adversaries Through Sanctions (CAATSA). Sanksi ini sebelumnya juga telah berlaku untuk Rusia dan beberapa negara lain.

Pages