Pollycarpus

Kemenkum HAM Anggap Sepele Gugatan Imparsial soal Pollycarpus

KONFRONTASI - Kuasa hukum Imparsial, Muhammad Isnur, menilai Kemenkum HAM berlarut-larut dalam menanggapi gugatan  terhadap pembebasan bersyarat Pollycarpus. 

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia belum menerima surat kuasa untuk menjawab gugatan yang diajukan Imparsial. Karena itu, sidang gugatan terhadap pembebasan bersyarat Pollycarpus itu akan dilanjutkan kembali pada Rabu 1 April 2015 mendatang.

Korban Spionase, Pollycarpus Harus Jadi Saksi Kunci

Konfrontasi – Polemik pembebasan bersyarat Pollycarpus Budi Hari Prijanto sebagai terpidana terus berlanjut. Terdakwa pembunuh Munir ini bebas bersyarat setelah menjalani dua pertiga masa hukuman.

"Dari perspektif hak terpidana, pembebasan bersyarat menurut saya sudah sesuai dengan aturan hukum, hak dia. Jadi, hak untuk bebas bersyarat, saya kira tidak ada masalah," kata dosen Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Hibnu Nugroho, Selasa (2/12).

Allan Nairn: Hendropriyono Minta Pollycarpus Dilindungi

KONFRONTASI - Sebelum terpidana pembunuh Munir Said Talib, Pollycarpus Budihari Prianto, bebas, Jurnalis investigasi asal Amerika Serikat Allan Nairn mempublikasikan data akhir temuan Tim Pencari Faktara Pembunuhan Munir di situsnya, www.allannairn.org, Senin, 24 November 2014.

"Laporan ini atas permintaan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tapi, melihat dari isinya, seperti sedikit diubah,"ujar Allan di situsnya pada Senin lalu.

Pembunuh Munir Bebas Bersyarat

KONFRONTASI - Terpidana kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia Munir Said Talib, Pollycarpus Budihari Prianto telah menghirup udara bebas. Mantan pilot maskapai Garuda Indonesia itu mendapat surat pembebasan bersayarat dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia setelah menjalani hidup selama lima tahun lebih di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung. "Dia sudah dapat pembebasan bersyarat. Siang tadi sudah diantar ke kejaksaan dan Bapas (Balai Pemasyarakatan) Bandung," ujar Kepala Keamanan Lapas Sukamiskin Bandung Heru Tri, Jumat, 28 November 2014.