Polisi

3 Polisi Cianjur yang Dibakar Dirujuk ke RS Pertamina Jakarta dan RSHS Bandung

Konfrontasi - Anggota Polres Cianjur Aiptu Erwin Yudha Wildani yang mengalami luka bakar paling parah dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Pertamina dari Rumah Sakit Polri Said Sukanto Kramat Jati untuk penanganan lebih intensif. Saat dibawa ke Rumah Sakit Sayang Cianjur setelah peristiwa penyiraman bensin, dokter menyatakan tidak dapat menangani sehingga dirujuk ke RS Polri.

Banyak Utang dan Tanggungan, Alasan Briptu Triadi Mangkir dari Tugas dan Ngojek

KONFRONTASI-Seorang perwira polisi di Kota Kendari berpangkat Inspektur Polisi Satu (Iptu) Triadi, membuat heboh usai dikabarkan tak masuk kantor dan memilih jadi tukang ojek. Karena tindakannya, polisi ini sudah menjalani sidang rekomendasi pemberhentian oleh Propam Polda Sulawesi Tenggara, Jumat (9/8/2019).

Ternyata, ada sejumlah alasan yang menjadi penyebab perwira polisi ini malas berkantor dan memilih jadi tukang ojek. Alasan ini makin menguat ketika dia ditarik dari Polsek Wawonii dan bertugas di Polres Kendari.

Diketahui, Iptu Triadi sudah dua kali melakoni profesi sebagai tukang ojek. Pertama, dilakukan di Kabupaten Konawe Kepulauan saat bertugas di Polsek Wawonii. Selanjutnya, saat ditarik di Polres Kendari, dia kembali mengulangi.

"Sebelumnya, sudah ada peringatan keras, ada kebijakan untuk membantu dia. Tapi dia tetap memilih menjadi tukang ojek," ujar Kabid Humas Polda Sultra, AKBP harry Goldenhardt.

Iptu Triadi diketahui memiliki seorang istri dan delapan orang anak. Beberapa diantaranya masih kecil.

Saat diperiksa di Polda Sultra, Iptu Triadi mengaku gajinya sebagai polisi tak mencukupi dan memilih menjadi tukang ojek. Hal ini dilakukan untuk menutupi kebutuhan tumah tangganya.

"Soal penyebab kenapa dia memilih jadi tukang ojek, ada alasannya. Namun, masih diperiksa Propam Polda," ujar AKBP Goldenhardt.

Saat menjalani sidang kode etik di Polda Sultra, Iptu Triadi masih memakai pakaian seragam lengkap. Kabid Propam Polda Sultra, AKBP Agoeng Adi Koerniawan bersama dua orang perwira polisi propam, memimpin langsung sidang rekomendasi pemecatan.

Agar Tidak Disalahgunakan, Beginilah Tahapan dan Pertimbangan Pegang Senjata untuk Polisi

KONFRONTASI -  Menyusul insiden penembakan anggota kepolisian Bripka Rahmat Efendy oleh sesama anggota polri Brigadir Rangga Tianto di Mapolsek Cimanggis, Depok, Kamis (25/7/2019) malam, pihak kepolisian membeberkan enam tahapan pertimbangan anggotanya berhak memegang senjata api.

"Ada sekitar enam langkah dan sekaligus pertimbangan kalau anggota Polri memegang senjata api (senpi)," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra, saat dihubungi oleh wartawan di Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Polisi Ditembak Mati Juniornya, Semua Bermula dari Penangkapan Pelaku Tawuran

KONFRONTASI -   Oknum polisi berpangkat Brigadir membombardir seniornya di Polsek Cimanggis, Kamis (25/7/2019) malam. Bripka Rachmat pun tewas usai menangkap pelaku tawuran.

“Ya betul,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, kepada Poskotanews membenarkan penembakan itu, Jumat (26/7/2019) pagi.

Informasi yang dihimpun Poskotanews menyebutkan penembakan diawali saat Bripka Rachmat mengamankan Fahrul, pelaku tawuran, ke Polsek Cimanggis sekira pukul 20.30. Sebilah clurit  ikut dibawa sebagai barang bukti kesalahan Fahrul.

Bentrok Mesuji: 29 Saksi Diperiksa, Polisi Belum tetapkan Tersangka

KONFRONTASI - Sebanyak 29 orang saksi dalam kasus bentrok antarwarga di Mesuji, Lampung, telah diperiksa Polisi. Namun, hingga saat ini Polda Lampung belum menetapkan tersangka atas bentrok yang mengakibatkan tiga orang tewas itu.

“Untuk saksi dari TKP juga sudah ada yang kami periksa. Namun sampai hari ini dari Polda Lampung belum ada yang ditetapkan (sebagai tersangka),” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (23/7). 

Polisi Periksa Intensif Pengacara yang Serang Hakim PN Jakpus

KONFRONTASI    -    Polres Metro Jakarta Pusat memeriksa dan menyelidiki secara intensif pengacara dari pengusaha Tomy Winata, Desrizal (D/54) yang melakukan penyerangan terhadap hakim Sunarso di PN Jakarta Pusat, Kamis (18/7).

"Kami masih dalami bagaimana hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik. Sampai saat ini masih diperiksa baik pelaku dan korban," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (18/7).

Rizal Ramli Khawatir KPK Tak Lagi Bertaring jika Dipimpin Polisi

KONFRONTASI- Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Menko Ekuin) Rizal Ramli berharap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini, bisa menuntaskan berbagai kasus besar yang sedang ditangani. Ramli pun menyinggung banyaknya calon pimpinan KPK periode 2019-2023 berasal dari Kepolisian Indonesia, yang dikhawatirkannya jika menjadi pimpinan KPK periode mendatang tidak mampu menangani kasus-kasus besar itu yang belum terselesaikan.

Polisi Tetapkan Penganiaya Hakim Sunarso sebagai Tersangka

KONFRONTASI -   Pengacara berinisial D pelaku penyerangan terhadap Hakim Sunarso di PN Jakarta Pusat ditetap sebagai tersangka oleh penyidik Polres Jakarta Pusat.

"D telah ditetapkan tersangka. Siang ini penyidik sudah memeriksa D sebagai tersangka," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono dalam keterangannya, Jumat (19/7/2019).(Baca: Polres Jakpus Masih Selidiki Kasus Penganiayaan Hakim Sunarso)

Polisi Periksa Intensif Pengacara yang Serang Hakim PN Jakpus

KONFRONTASI -   Polres Metro Jakarta Pusat memeriksa dan menyelidiki secara intensif pengacara dari pengusaha Tomy Winata, Desrizal (D/54) yang melakukan penyerangan terhadap hakim Sunarso di PN Jakarta Pusat, Kamis (18/7).

"Kami masih dalami bagaimana hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik. Sampai saat ini masih diperiksa baik pelaku dan korban," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (18/7).

Pages