Pintu

Puisi Ang Jasman : Pintu

Sungguh, jangan anggap enteng menutup ini pintu

Mungkin kau terlalu akrab dan dia suka deritnya sendiri

Sebentar lagi gelap melata dan malam akan mencumbu.

 

 

Sembilan pintu menatap ke seribu penjuru

Sembilan pintu mengarah ke jalan tanpa rambu

Membujuk-rayu langkah akanan hingga ke ufuk

 

 

Kaki-kaki sering tersengkelat di jalan menyilaukan

Merampas mata ke tebing-tebing keindahan

Mencumbu ranum dada para mojang.

 

 

O, pintu-pintu yang membujuk