12 December 2019

Pilpres Curang

Kecurangan Pilpres Mulai Terkuak, KPU Gelembungkan 22 Juta Suara untuk Jokowi

KONFRONTASI - Kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum Presiden 2019 lalu mulai terkuak. Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai salah satu bentuk kecurangan itu adalah penggelembungan dan pencurian suara yang berjumlah antara 16.769.369 suara hingga 30.462.162 suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Dan hal tersebut sangat berpengaruh dan merugikan perolehan suara dari pemohon," demikian dalil gugatan Tim Hukum Prabowo-Sandiaga seperti dilaporkan CNBC Indonesia, Kamis (13/6/2019). 

Pilpres Curang: Situng KPU Harus Dihentikan

 KONFRONTASI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Dalam laporan itu, BPN Prabowo-Sabdi  meminta KPU menghentikan penayangan Sistem Perhitungan (Situng) di Portal KPU.

"Kami meminta kepada Bawaslu RI untuk memerintahkan KPU RI agar saat ini juga menghentikan penghitungan melalui aplikasi Situng karena sudah menyesatkan opini rakyat dan dapat mengarah pada tingkat kegaduhan yang tidak kita inginkan," ucap Direktorat Advokasi dan Hukum BPN, Sufmi Dasco Ahmad, Kamis (2/5).

Usut Pemilu Curang: Tim Pencari Fakta, Solusi yang Tak Mengada-ada

Oleh: Kavin Haidar

Kecurangan Pemilu serentak khususnya Pilpres 2019 sudah jadi bahan pergunjingan di berbagai penjuru negeri. Situasi makin bergejolak lantaran banyak kesalahan input data di Situng KPU.
 
Dibentuknya Tim Pencari Fakta pemilu untuk menelusuri dugaan-dugaan kecurangan, itu seharusnya jadi hal yang wajar saja. Eh, tapi kok KPU dan pemerintah malah menolak?

Pilpres harus Jurdil, Bersih, apalagi dalam Pantauan Dunia Internasional

KONFRONTASI- Tokoh senior nasionalis/Mantan Komandan Barisan Soekarno dari ITB yakni  Suko Sudarso  mengingatkan bahwa masyarakat  ingin pilpres jurdil, bersih  dan bermartabat sehingga tidak boleh curang dengan mengerahkan aparat negara (babinsa, kamtibmas, TNI/Polri) dan lembaga2 survei maupun  ahli IT dan pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Sebab AS/Eropa dan negara maju sudah mencium dan mengetahui gelagat buruk itu, dan mereka punya SDM maupun teknologi untuk membuka kecurangan itu nantinya.

Pilpres Curang, Demokrasi Dibajak secara Semena-mena

KONFRONTASI - Prabowo Subianto mengatakan kecurangan di pemilu presiden (Pilpres) 2014 sangat vulgar. Bahkan menurut Prabowo, sejak jauh-jauh hari kondisi seperti ini sudah diprediksi bakal terjadi. Kini, temuan data, saksi, dan bukti menunjukkan kenyataan tersebut. Untuk itu, Prabowo-Hatta membawanya ke Mahkamah Konstitusi (MK) guna mencari keadilan.

2 Juta Lembar Dokumen Kecurangan Pilpres Dibawa ke MK

KONFRONTASI - Pasangan capres-cawapres nomor urut satu Prabowo-Hatta akan menggugat kecurangan pilpres 2014 ke MK. Rencananya besok, Jumat (25/7), gugatan akan didaftarkan ke MK.

"Besok kita akan sampaikan kurang lebih sore dengan tim yang akan dikawal berikut pengacara dan kader yang akan menyaksikan proses gugatan ke MK," ujar Kuasa Hukum Tim Prabowo-Hatta, Didiek Supriyanto, kepada wartawan di gedung DPP PKS, Jakarta (Kamis, 24/7).

Didiek menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan bukti-bukti dokumen setebal 2 juta lembar dan dugaan 25 juta suara Pilpres bermasalah.