Pilpres 2014

Sekedar Mengingatkan Kilas Balik Pilpres 2014 berawal pada 15 Maret 2011

Oleh:  Chairawan Nusyirwan

 

 

Dua media Australia 'The Age' dan 'Sidney Herald Morning' memuat berita dari kabel rahasia Scott Marciel Dubes AS di RI yg dibocorkan Wikileaks.
Marciel melaporkan ke Menlu AS ttg dugaan korupsi & abused of prower oleh SBY

Di pemberitaan The Age dan SHM disebutkan Marciel menuduh Presiden SBY telah menerima uang dalam jumlah besar dari konglomerat Tionghoa. Nama2 penyuap juga dicantumkan oleh kedua media australia itu.

Kantor Luhut Panjaitan Bertugas Sedot Data KPU dalam Pilpres 2014

KONFRONTASI -  

 Surat terbuka mantan Deputi Tim Transisi Jokowi-JK Akbar Faisal cukup menggegerkan publik. Sebab di dalamnya terdapat keluh kesah yang bernada kekecewaan tentang kebijakan Istana yang lebih mementingkan lulusan luar negeri, meskipun tak banyak terlibat dalam pemenangan Jokowi-JK.

Di Pilkada Jabar: Suara Prabowo di Pilpres 2014 Diharapkan Tercurah ke Pasangan Asyik

KONFRONTASI -  Menutup masa kampanyenya, calon Gubernur Jawa Barat (Cagub Jabar) nomor urut tiga Sudrajat memilih menemui massa pendukungnya di Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (23/6/2018) sore. Dipilihnya Cililin sebagai persinggahan terakhir paslon yang memiliki jargon Asyik ini dikarenakan daerah penghasil makanan khas wajit itu memiliki kenangan indah bagi dirinya. 

Bongkar Kecurangan Pilpres 2014

Dugaan Kecurangan dalam Pilpres 2014 sedikit demi sedikit mulai terungkap ,mulai dari SMS Akbar Faisal kepada Luhut Panjaitan terkait alat sedot data KPU  cukup  dengan memarkir mobil di depan KPU, maka data suara yang masuk ke  KPU akan tersedot diduga untuk memanipulasi data perhitungan suara  saat Pilpres 2014 dimana Luhut Dan Akbar adalah Tim Sukses Jokowi - JK .

Akbar Faisal Harus Bongkar Dugaan Sedot-menyedot Data KPU ala Luhut Panjaitan

KONFRONTASI - Kabar penyedotan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan alat IT yang disebut-sebut milik Luhut Binsar Panjaitan bisa menjadi jalan membongkar dugaan kecurangan pilpres yang terjadi secara terstruktur, sistematis dan masif.

"Sangat berbahaya jika ada pihak yang dapat menyedot data-data penting KPU. Secara teoritis data yang tersedot itu bisa digunakan untuk mengatur hasil pemilu sebelum hari pencoblosan," ujar Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman kepada redaksi, Selasa (7/4).

Sukini, 'Tumbal' Pilpres 2014

KONFRONTASI-Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 yang sudah berlalu meninggalkan luka dalam bagi Sukini (52 tahun). Guru SDN yang menjadi anggota KPPS (Kelompok Panitia Pemungutan Suara) Desa Dukuh, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jateng, harus mendekam dalam bui.

Barangkali, Sukini satu-satunya penyelenggara Pilpres yang diproses hukum. Dan, diputus hukuman pidana murni. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo memvonis penjara satu tahun penjara, dan denda Rp 12 juta.

Outlook Ekonomi Pasca Pemilu 2014, Perangi Penumpang Gelap

KONFRONTASI - Pemerintah baru perlu menyiapkan kebijakan riil dalam menyikapi postur Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2015 yang dinilai hanya akan meninggalkan bom waktu menyusul membengkaknya anggaran subsidi bahan bakar minyak BBM sebesar Rp 363,5 triliun. Apalagi, neraca transaksi berjalan juga menunjukan defisit non migas selama 7 bulan terakhir. Demikian pandangan Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri  saat berbicara dalam seminar bertajuk "Halalbihalal dan Outlook Ekonomi Pasca-Pemilu 2014" di Jakarta, Senin (18/8).

Pemerintah Harus Tertibkan Konglomerasi Media Pasca Pemilu Presiden

KONFRONTASI-Pemerintah Indonesia harus segera mengatur konglomerasi kepemilikan media massa usai Pemilu Presiden 2014, hal ini disampaikan Program Manager Yayasan Satu Dunia, Anwari Natari.

"Pemerintah harus bertindak tegas dalam mengatur kepemilikan media itu setelah Pemilu Presiden 2014 jika tidak ingin pilar demokrasi keempat itu roboh," katanya dalam pernyataan, di Palangka Raya, Senin.

Presiden yakin Proses Pilpres Berjalan Aman

KONFRONTASI-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkeyakinan proses Pemilihan Presiden bisa berjalan dengan aman walaupun ada gugatan hasil Pilpres dari pihak Prabowo Subianto-Hatta Rajasa ke Mahkamah Konstitusi Jumat sore tadi.

"Saya sampaikan ke Mahkamah Konstitusi untuk bisa proses apa yang akan disampaikan pasangan Prabowo dan Hatta Rajasa dan ini sesuatu yang tidak luar biasa, " kata Presiden dalam wawancara yang diunggah ke situs Youtube, Sabtu.

Pages