20 June 2018

Piala Dunia

Teknologi VAR Tak Digunakan, Brasil Protes FIFA

KONFRONTASI-Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) melayangkan protes kepada FIFA. CBF protes mengapa teknologi video asisten wasit (VAR) tidak digunakan untuk meninjau dua keputusan yang mereka yakini menghambat tim Brasil saat bermain imbang 1-1 dengan Swiss, Ahad (17/6).

Pemain Brasil memprotes keras insiden pendorongan bek Miranda oleh Steven Zuber ketika dia menyundul bola di awal babak kedua pertandingan pembuka Grup E. Mereka juga percaya Gabriel Jesus telah handball di dalam area penalti dan seharusnya mendapat tendangan penalti.

Prediksi Polandia vs Senegal

KONFRONTASI-Polandia mengandalkan Robert Lewandowski, sementara Senegal mengandalkan Sadio Mane. Kedua pemain sama-sama menempati posisi sebagai juru cetak gol, dan menorehkan prestasi menjulang di klub masing-masing.

Polandia menjajal Senegal dalam laga Grup H Piala Dunia 2018, yang diadakan di Spartak Stadium, Moskow, pada Selasa, pukul 18.00 waktu setempat, atau pukul 22.00 WIB. Pertandingan itu siap ditayangkan Trans TV.

Lewandowski yang didapuk sebagai kapten Timnas Polandia mampu mencatatkan prestasi jempolan di babak kualifikasi, dengan membukukan 16 gol dalam 10 pertandingan. Ini berarti setengah dari koleksi gol Timnas Polandia yang seluruhnya berjumlah 28 gol.

Ia juga menyabet predikat sebagai pencetak gol terbanyak di Bundesliga dengan mencetak 29 gol manakala membela Bayern Muenchen, dari 41 pertandingan secara keseluruhan, sebagaimana dikutip dari laman BBC.

Untuk merayakan kehebatan pemain itu, pada malam penyelenggaraan Piala Dunia, kantor pos Polandia merilis lima juta perangko dengan mencantumkan inisial RL9 beserta wajah Robert Lewandowski.

Polandia hanya membukukan dua clean sheets dalam babak kualifikasi, dan mempunyai catatan buruk berkaitan dengan lini pertahanan di antara peserta asal Eropa yang berlaga di Piala Dunia.

Polandia kini benar-benar berhadapan dengan ketajaman striker Liverpool Sadio Mane yang membela Senegal.

Mane mencetak 20 gol bagi The Reds dalam seluruh kompetisi, mencakup 10 gol di ajang Liga Champions. Dia berkolaborasi bersama dengan Roberto Firmino dan Mohamed Salah. Torahan ini hanya berada di bawah capaian Cristiano Ronaldo yang membukukan 15 gol.

Senegal kini dilatih oleh mantan pemain Birmingham City dan gelandang Portsmouth, Aliou Cisse, yang juga menjadi kapten Timnas Senegal dalam Piala Dunia 2002. Saat itu mereka lolos sampai kuarter-final.

Cisse mengatakan, "Sadio Mane pemain yang uni. Ia tidak akan dapat dibandingkan dengan pemain Senegal lainnya...meskipun dua tahun belakangan ia mengalami perubahan, tetapi ia tidak banyak berubah. Ia tetaplah sosokk yang rendah hati dan saya kali pertama bertemu dengan dia pada Olimpiade 2012."

"Senegal bukan hanya Sadio Mane. Ia bermain di klub yang hebat, dan hal ini memberi kontribusi yang positif bagi kami. Ia membela salah satu tim terbaik di Eropa. Ia sungguh pemain yang unik karena ia tidak dapat diprediksi, karena itulah ia pemain hebat. Ia bakal memberi perbedaan dalam mengumpan dan melepaskan tembakan ke gawang lawan. Ia (merupakan) salah satu pemain terbaik di dunia."

Striker Polandia, Robert Lewandowski, yang mencetak satu gol dalam Piala Eropa 2012 dan Piala Eropa 2016, menyatakan, "Saya berharap dapat tampil bugar. Ini kesempatan baik mengukir prestasi. Saya ingin mencetak gol lebih banyak lagi. Dan saya berharap dapat juga mencetak gol di Piala Dunia ini."  
 

Timnas Kroasia Pulangkan Kalinic Gara-gara Tolak Bermain

KONFRONTASI-Penyerang tim nasional Kroasia, Nikola Kalinic, dilaporkan bakal dipulangkan dari Piala Dunia 2018, setelah menolak diturunkan dalam laga kontra Nigeria, Minggu (17/6).

Kroasia memang akhirnya memenangi pertandingan dengan skor 2-0 atas Nigeria berkat sebuah gol bunuh diri dan eksekusi penalti Luka Modric.

Dampak Kekalahan Jerman bagi Para Pendukungnya

KONFRONTASI-Kekalahan Jerman dari Meksiko 1-0 berdampak bagi seluruh pendukungnya baik yang datang ke Stadion Luzhniki, Kota Moskow tempat berlangsungnya laga tersebut, maupun di luar bahkan di negara lain yang terpantau melalui media sosial.

Usai laga yang awalnya banyak orang menjagokan Jerman sebagai juara dunia itu, seluruh pendukung Jerman baik warga Jerman maupun warga negara lain seperti Indonesia, Jepang dan China terlihat lesu ketika keluar dari stadion itu.

Mey Ling, warga China yang datang dengan tiga rekan perempuan lainnya dari negeri panda itu mengaku sempat menangis ketika peluit panjang ditiupkan wasit yang memimpin pertandingan Alireza Faghani asal Iran dibantu dua rekan senegaranya yakni Reza Sokhandan dan Mohamadreza Mansouri.

Pendukung asal Indonesia Tanuhardi pun merasakan kekecewaannya karena harapan ingin melihat tim Panzer menang namun yang ditemui kebalikannya, jauh dari perkiraan banyak orang.

Ia mengakui permainan Meksiko bagus dengan serangan baliknya serta kepiawaian Javier Hernandez atau Chicarito yang mampu membuat gerakan tanpa bola sehingga membongkar pertahanan lawan, tetapi masih ada celah untuk bisa mengatasi dengan permainan khas Jerman.

Beberapa kali, lanjutnya, peluang dari anak-anak asuhan Joachim Loew kandas baik di lini pertahanan, tendangan tak terarah hingga beberapa kali diselamatkan oleh penjaga gawang Meksiko.

Mahasiswa asal Indonesia di Rusia yang juga pendukung Jerman, Teja Tjakradiningrat tak beda dengan pendukung lainnya. Kekecewaan itu tak bisa dihindarkan. Apalagi guna menyaksikan dan mendukung tim Jerman ia harus rela menyisihkan uang bulanan guna membeli atribut seperti syal tim Panzer itu.

Teja pun mengaku kesal beberapa kali upaya serangan Jerman kandas di tangan penjaga gawang. Ia menilai penjaga gawang Meksiko Guillermo Ochoa tampil pada peformanya dan dinilainya sebagai pemain terbaik pada laga itu.

Sementara para pendukung asal Jerman yang awal laga hingga gawang Manuel Neuer belum kebobolan dari aksi Hirving Lozano, yang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan pendukung Meksiko, masih berteriak sambil mengibarkan bendera negaranya, selanjutnya terdiam.

Sepanjang jalan dari pintu ke luar stadion Luzhniki hingga ke stasiun kereta (metro) tidak banyak gerakan ataupun aktivitas dilakukan mereka. Hanya sesekali berfoto dengan latar stadion tersebut.

Namun, terkadang saat berfoto itu ada saja tingkah usil dari pendukung Meksiko yang langsung masuk dalam kelompok jangkauan yang akan diabadikan, dan langsung mengajak salaman sambil berpelukan.

Di dalam kereta pun mereka lebih banyak terdiam. Sepasang suami-istri yang datang khusus dari Jerman untuk memberikan dukungan, bahkan pipi sang istri dibubuhi gambar bendera negaranya, serta mereka pun membawa bendera, hanya mengatakan kecewa, sambil mengangkat kedua pundaknya.

Mereka pun tak menjawab ketika beberapa orang Argentina yang juga menyaksikan laga itu, berdiri di depannya, bertanya apa penyebab kekalahan tim besutan Joachim Loew itu. Tetap dengan gelengan kepala dan mengangkat pundaknya.

Obrolan kekalahan Jerman dari Meksiko terus berlangsung hingga di dalam rumah makan siap saji. Di situ kumpul beberapa orang yang baru menyaksikan pertandingan. Dengan bahasa Rusia--menurut mahasiswa Indonesia di Rusia yang paham dialek tersebut, mereka pun kecewa dan tak mengira.

Kekecewaan pun diungkapkan mereka yang tidak menonton langsung di Stadion Luzhniki. Terpantau melalui media sosial beberapa pendukung Jerman mengungkapkannya. Sahabat dari Lampung bahkan menulis hari ini tidak ingin melakukan apa-apa lantaran Jerman kalah.

Begitu pun rekan dari Gorontalo, yang memang pendukung fanatik tim Panzer sejak dulu, bahkan dia mengerti setiap pemain dari tahun ke tahun, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

Postingnya di media sosial atas kekecewaannya itu mendapat tanggapan beragam. Bagi yang pendukungnya sama, mendapat komentar menyejukkan. Sebaliknya bagi yang tak suka tim Jerman menjadi ajang "pembantaian" melalui kata-kata.

Prediksi Brasil vs Swiss

KONFRONTASI-Semerbak kopi Brasil siap menyentak serabut syaraf pecinta sepak bola mundial. Pasukan negeri Samba memproklamasikan diri dengan berujar, "kami bangkit untuk menang", dan Rostov Arena menjadi saksi historis bahwa kejayaan diusahakan terus menerus, bukan mengemis belas kasihan orang lain.

Sebagai juara dunia lima kali, Brasil tidak terus mengulang-ulang sejarah masa silam. Bagi mereka, sejarah adalah sekarang, karena itu menantang untuk dimenangkan. Saatnya tiba, Neymar dan kawan-kawan siap menerima tantangan Swiss dalam laga Grup E Piala Dunia 2018 yang dihelat di Rostov Arena, Rostov-On-Don pada Minggu pukul 21.00 waktu setempat, atau Senin dini hari, pukul 02.00 WIB. Pertandingan itu akan ditayangkan secara langsung oleh Trans TV.

Duel ini disebut spektakuler oleh sejumlah pengamat, karena mendaulat Brasil sebagai kandidat juara Piala Dunia melupakan kenangan traumatis di Piala Dunia 2014.

Perlu dua tahun bagi Brasil agar bangkit dari kisah sarat derai air mata, karena tim kesayangan negeri mereka gagal menjadi juara dunia. Di pertengahan 2016, pelatih Tite menyuntikkan serum kepercayaan diri kepada seluruh personel tim.

Ini lantaran para pemain Brasil ditekuk sekaligus dipermalukan Jerman dengan skor 1-7 oleh Jerman di hadapan publik negeri sendiri. Di Moskow, mereka bertekad bangkit untuk meraih kemenangan.

Alhasil, mereka lolos ke Piala Dunia 2018 setelah lebih dulu melalui jalan sarat onak berduri di babak kualifikasi zona Amerika Selatan. Brasil merombak komposisi pemain dengan mempertahankan enam pemain yang berpengalaman berlaga di Piala Dunia.

Tim berjuluk Selecao sedari awal menyadari bahwa Swiss siap tampil dengan mengembangkan corak permainan yang serba menekan pertahanan lawan. Untuk itu pasukan asuhan Tite perlu lebih tampil ekstra waspada dan ekstra bersabar, karena kesalah sekecil apapun bakal membawa petaka.

Tite menyusun komposisi pemain dengan mengandalkan kuartet Neymar, Gabriel Jesus, Philippe Coutinho dan Willian. Keempat pemain sarat pengalaman ini memiliki kreativitas, penguasaan bola yang mumpuni, mobilitas yang tiada henti, dan kecermatan serta kejelian memanfaatkan setiap peluang menjadi gol.

Sementara itu, Swiss siap tampil dengan bermodal kepercayaan diri setelah mampu bermain imbang 1-1 melawan Spanyol dan menundukkan Jepang 2-0 dalam laga pemanasan jelang Piala Dunia.

Pelatih Swiss, Vladimir Petkovic terus mencermati gaya permainan khas Amerika Latin jelang melawan Brasil. Mereka menyimpan memori setelah mampu mengalahkan Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Brasil.

Brasil mengandalkan Neymar yang membela Paris Saint-Germain. Ia punya segudang kreativitas dalam menyerang dengan ditopang skill yang jempolan. Hanya saja, Selecao masih punya pekerjaan rumah besar, yakni memperbaiki lini pertahanan.

Bek Brasil, Thiago Silva menyatakan, "Sesudah tiga bulan, dan ia tampil dalam pertandingan, ia (Neymar) kembali kepada performa berkelas. Perkembangannya sungguh luar biasa."

"Kalah 1-7 dari lawan tidak mengusik kami terlalu lama. Kami harus tampil sebagai juara dunia. Saatnya mengukir kembali sejarah," katanya.

Pada bagian lain, Petkovic mengatakan, "Kami berada dan bertanding di sini untuk menang, bukan tampil indah menawan. Kami berusaha tampil disiplin dengan mengandalkan organisasi pertahanan yang solid. Anda perlu memancing keluar tim seperti Brasil dan mendorong mereka berbuat kesalahan. Dengan begitu anda memperoleh kesempatan. Kami berusaha mencetak satu atau dua gol untuk menang."

Gol Tunggal Poulsen Bawa Denmark Ungguli Peru

KONFRONTASI-Yussuf Yurary Poulsen bangkit dari membuat timnya dihukum penalti untuk mencetak gol yang membawa Denmark menang 1-0 atas Peru, yang mendapatkan hadiah penalti pada babak pertama, di pertandingan Piala Dunia Grup C.

Gagal Tundukkan Islandia, Pelatih Argentina Akui Timnya Kurang Kreatif

KONFRONTASI-Pelatih Argentina Jorge Sampaoli mengakui timnya kurang kreativitas di lini tengah sehingga mereka gagal menaklukkan Islandia dalam laga Grup D Piala Dunia 2018, Sabtu (16/6) malam.

Infrastruktur Bukan Tolak Ukur, Islandia yang Mungil Saja Bisa ke Final Piala Dunia

Oleh: Adhie M. Massardi

KAPAN (timnas) Indonesia bisa berlaga di ajang (putaran final) Piala Dunia?

Pertanyaan ini sudah lama menggumam dari jutaan mulut rakyat Indonesia. Pertanyaan ini kembali menjadi gumam nasional setiap FIFA menggelar pentas Piala Dunia seperti sekarang ini. Jadi setiap 4 tahun sekali gumam itu menggumpal dalam jutaan mulut bangsa Indonesia.

Wajah Messi Terpampang di Sana-sini

KONFRONTASI-Pertandingan antara Argentina dan Islandia pada Grup D putaran final sepak bola Piala Dunia 2018 menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta sepak bola khususnya kepada sosok Lionel Messi.

Aguero Jadi Lini Serang Argentina, Messi Jadi Kapten

KONFRONTASI-Sergio Aguero terpilih sebagai penyerang tengah Argentina di depan Gonzalo Higuain untuk pertandingan Grup D Piala Dunia melawan Islandia di Stadion Spartak, Sabtu.

Pages