Petruk

Suhu Suma Mihardja: Bisa saja terjadi Goro-Goro, Ada ungkapan "Lungo, Sajodo, Saparo"

KONFRONTASI- Petruk adalah satu dari empat punakawan yg ditugaskan oleh swargaloka untuk mendampingi Pandawa. Tetapi Petruk adanya cuma di Wayang Purwa. Lelakon ‘Petruk Dadi Ratu’ yang kerap dibalik menjadi “Ratu Dadi Petruk”. Petruk senantiasa jenaka tapi tidak licik, jahat apalagi kejam dan tidak pernah ingkar janji.

''Lakon apa yang sedang terjadi di Nusantara ? Jenaka tidak, tapi licik dan selalu ingkar janji. Apakah akan ada gorogoro ?'' seorang netizen numpang tanya

Akhir Lakon Petruk Dadi Ratu: Rakyat Takut dan Cemas bakal Hancur Republik Ini

Oleh: Zakariya al-Bantany
_________

Istana Presiden Jokowi dan  para elite negara perlu merenungkan esai ini. Kondisi kita di tanah air saat ini sedang seperti menyaksikan pagelaran wayang dalam lakon "Petruk Dadi Ratu" di sebuah panggung sandiwara politik demokrasi.

Petruk yang berwajah culun asalnya adalah seorang kawulo atau seorang rakyat jelata. Kemudian Petruk pun mendadak menjadi seorang ratu atau raja di negara yang dinamainya Lojitengara.

Renungan Nusantara: Petruk Menjadi Raja

Sinopsis:

Petruk adalah salah satu dari kaum Punakawan (kastanya di bawah para Ksatria cerdik pandai dan para Brahmana/Agamawan dan sebenarnya melayani Ksatria dan Brahmana).

Dia rakyat jelata yang khas dilukiskan berbadan kurus, cengengesan sering nyengir, agak jangkung, tukang melucu, pembual, banyak bicara, slenge'an agak seenaknya, penyuka kemewahan bahkan naik Kereta Kencana dsb., hidungnya panjang, tak segan berbohong, setengah bodoh, bernafsu besar menjadi orang terkenal. Dan tiba-tiba menjadi Raja (Penguasa), dengan jalan yang tidak sah.