Pers

Rizal Ramli Khawatir, Rezim Jokowi hanya akan dikenang sebagai "Rezim BuzzeRP" yang Kelola Ekonomi secara Ugal-Ugalan,

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli (RR)  sungguh khawatir bahwa pemerintahan Jokowi tidak memiliki legacy keberhasilan ekonomi, kemakmuran rakyat, bersih (anti KKN) dan pro-demokrasi, dan akhirnya hanya akan dikenang sebagai "Rezim BuzzeRP" yg kelola ekonomi secara ugal-ugalan,

Rizal Ramli Teladani Ali Sadikin Yang Anjurkan Wartawan Menulis Faktual, Bukan Asal Bapak Senang

KONFRONTASI- Kepemimpinan Ali Sadikin di DKI Jakarta menjadi salah satu  keteladanan yang dipelajari dan diterapkan oleh tokoh nasional, DR. Rizal Ramli.
Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu mengaku sering bertemu dengan Ali Sadikin saat dirinya masih berstatus sebagai mahasiswa di ITB. Kesan yang diterima RR, sapaan Rizal Ramli, kala itu adalah Ali Sadikin pemimpin yang apa adanya.   

Kemerdekaan Pers dan Cek Kosong RUU Ciptaker

DEWAN Pers pada tanggal 16 April lalu memgeluarkan pernyataan pers. Salah satu isi menyatakan menolak pembahasan RUU Cipta Kerja khususnya adanya upaya perubahan terhadap Pasal 11 dan Pasal 18 UU 40/1999 tentang Pers. Proses pembahasan RUU Hak Cipta Kerja sendiri belum ada tanda-tanda ditunda.

Dibandingkan dengan Undang-Undang (UU) lain, Undang-undang Pers mempunyai tiga karakteristik khas yang berbeda.

Koran Besar, TV dan Majalah Maintream di Indonesia sudah Membebek Penguasa? Buktinya, Tidak Kritis dan Tidak jadi Watch Dog lagi

Menurut tokoh nasional Rizal Ramli,zaman kemerdekaan sampai tahun 1980’an, pemilik-pemilik media adalah wartawan-pejuang & pejuang-wartawan, sehingga idealismenya sangat kuat. Hari ini pemilik media kebanyakan tokoh  bisnis dan politisi ambisius, yg banyak kepentingan & sangat mudah ditekan oleh kekuasaan. Qua vadis press  Indonesia?

Dunia Pers Harus Ikut Berperan dalam Menangkal Hoax dan Ujaran Kebencian

KONFRONTASI - Banyaknya berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian yang beredar di masyarakat melalui media social (medsos) tentunya menjadi tantangan terbesar bagi dunia pers dan media mainstream pada saat ini.  Sebagai sumber informasi pers menjadi tidak diminati masyarakat daripada medsos. Bahkan tidak jarang justru pers malah mengikuti arus narasi dan wacana yang berhembus dari medsos meski informasi di medsos tersebut belum terkonfirmasi kebenaran informasinya.

Kasus Kekerasan dan Pengeroyokan Wartawan di Polsek Ciracas dalam sorotan Pers

KONFRONTASI- Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menduga pelaku pengeroyokan dua anggota TNI di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, tengah menenggak minuman keras jenis kamput.

"Pada saat kejadian para pelaku sedang meminum minuman keras di sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara)," kata Dedi kepada wartawan, Kamis (13/12/2018)..

Buktinya, sambung Dedi, mereka berada di bawah sadar sehingga pun memiliki nyali dengan melakukan kekerasan terhadap Kapten Komarudin yang merupakan anggota dari TNI Angkatan Laut.

Pages