18 August 2018

Pers

Kebebasan Seni, Pers Juga Punya Kebebasan dan Hak Azazi: Mengapa Jurnalisme Tak Bisa Dibungkam?

KONFRONTASI -   Sebuah foto seorang demonstran di Meksiko menjadi buah bibir. Kelly Grovier menelisik alasan mengapa upaya membungkam orang-orang yang ingin menyuarakan kebenaran, selalu gagal.

Seni tidak bisa dibungkam. Sama dengan kebenaran. Seperti apa yang pernah dialami para tiran di sepanjang sejarah, menekan kebebasan berekspresi baik ekspresi kreatif maupun jurnalistik, pada akhirnya akan membawa kemunduran bagi kuasa si tiran.

Revisi UU Antiterorisme Jangan Sampai Reduksi Kebebasan Pers

KONFRONTASI-Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengingatkan agar revisi UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme jangan atau tidak boleh mereduksi kemerdekaan pers.

Dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Selasa, terkait dengan serangan teroris berupa peledakan bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, Jatim, dan percepatan penyelesaian revisi UU Terorisme, PWI Pusat memahami keinginan revisi Undang-Undan Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi Undang-Undang, dapat segera disetujui dan disahkan.

Namun, PWI dengan tegas mengingatkan agar UU tersebut harus tetap dalam koridor demokrasi dan menjaga kemerdekaan pers.

Revisi UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme tidak boleh mereduksi kemerdekaan pers, apalagi sampai membuat kemerdekaan pers terbelengu.

Revisi UU itu harus tetap dalam jalur demokrasi dan menjamin kebebasan menyatakan pendapat, termasuk menjalankan perintah agama.

Revisi UU Nomor 15 Tahun 2003 harus mencegah dan memberantas tindak terorisme sedini mungkin. Namun, tidak boleh memberikan cek kosong kepada penguasa untuk melanggar HAM.

Untuk itu, PWI mengingatkan, terorisme perlu diberantas sampai akar-akarnya, tetapi jangan sampai memadamkan tindak terorisme dengan cara yang mirip tindak terorisme juga.

DPR RI bersama pemerintah menjadwalkan percepatan penyelesaian RUU Perubahan atas UU No. 15/2003 mulai 18 Mei mendatang dan diharapkan pada bulan ini atau selambat-lambatnya Juni sudah dapat diselesaikan dengan disetujui dan disahkan menjadi UU baru.

Refleksi HPN 2018: Pers, Tonggak Demokrasi yang Mulai Rapuh

Oleh: Moh Ilyas
Pemerhati Politik, Eks Jurnalis

PERCAYAKAH Anda jika dikatakan bahwa 100 persen pers kita berpihak pada kebenaran? Apakah Anda yakin bahwa suara-suara yang dilahirkan lewat isi berita (media content) mengandung kebenaran-kebenaran dan terbebas dari kesalahan?

PPP Soroti Kesejahteraan Jurnalis

KONFRONTASI- Fraksi PPP menyampaikan selamat atas hari pers nasional tahun 2018, semoga pers makin mengukuhkan sebagai pilar keempat demokrasi. Momentum memasuki tahun politik 2018 dan 2019 ini, diharapkan pers menjadi pilar keempat demokrasi. Kukuh dalam mengawal demokrasi dan NKRI.

Pers Jangan Kembali ke Abad Pertengahan

Oleh: Ilham Bintang

Pers seperti kembali ke “abad pertengahan” ketika memberitakan serangan La Nyalla kepada Prabowo Subianto atau Partai Gerindra. Asal cuap.  Yang penting ada tokoh yang omong atau layak dikutip, dan urusan meneliti kebenaran statement diabaikan begitu saja. Padahal, prosedur meneliti kebenaran informasi sebelum disiarkan adalah menjadi kewajiban yang mutlak ditaati  sesuai amanah kode etik jurnalistik.

Jenderal Gatot Nurmantyo: Tugas Sehari-Hari TNI Tidak Lepas dengan Pers

KONFRONTASI - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyadari betapa pentingnya peranan pers dalam pelaksanaan tugas sehari-hari TNI pada kondisi kekinian, namun saat ini sulit membedakan antara produk jurnalistik yang diverifikasi dengan opini.

Kembalikan Pers sebagai Pilar Demokrasi

Oleh: Ferdinand Hutahaean

Hancurnya Kebebasan Berekspresi: ada apa dengan ILC dan TV ONE?

Oleh : Pradipa Yudhanegara

Beberapa Waktu yang lalu saya mendengar adanya Rumor Intervensi Oleh Rezim Pemerintah yang saat ini sedang berkuasa terhadap salah satu pengusaha pemilik salah satu stasiun TV BERITA yaitu TV.ONE untuk mengubah nama dan Format Acaranya Menjadi Stasiun Televisi INFOTAIMENT bukan lagi menjadi TV BERITA yang akan launcing di tanggal 15 April 2017 Mendatang serta mengganti CEO Stasiun Televisi tersebut dari ARDIANSYAH BAKRIE kepada orang yang di tunjuk oleh rezim saat ini.

Dahlan Iskan Klaim Tak Pernah Cemarkan Pers

KONFRONTASI - Mantan Menteri BUMN yang juga tokoh pers nasional Dahlan Iskan menegaskan bahwa dia tidak pernah mencemarkan nama baik pers, meski berulang kali menyandang predikat tersangka yang ditetapkan oleh Kejaksaan untuk berbagai masalah hukum.

Presiden Jokowi: Pers Bagian Penting dalam Pembangunan Negara

KONFRONTASI - Pers merupakan bagian penting dalam pembangunan Negara, namun media kini dihadapkan dengan sebuah tantangan besar, hadirnya Media Sosial (Medsos). Demikian dikatakan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2017 yang juga dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di lapangan Tantui, Kota Ambon, Maluku, Kamis (9/2/2017). 

Pages