Perang Dagang

Terjadi Boikot produk Tingkok di Seantero negeri, India bukan tandingan China dalam perang dagang

KONFRONTASI -  Terjadinya pertempuran dengan tangan kosong di perbatasan yang menewaskan 20 tentara India memicu kemarahan publik di negara itu. Seruan boikot produk China semakin nyaring di seantero negeri.

Dilansir dari Indian Express, Minggu (21/6/2020), pemerintah India tengah berupaya menekan Beijing dengan mendorong warganya melakukan boikot pada barang-barang buatan dari China. Wacana memulai perang dagang dengan China juga mulai disuarakan publik India.

Menperin: Kawasan Industri Brebes Siap Tampung Relokasi Pabrik AS dari China

Konfrontasi - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pengembangan kawasan industri (KI) Brebes sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak pembangunan Jawa Tengah. Apalagi, KI Brebes digadang menjadi area relokasi sejumlah perusahaan Amerika Serikat (AS) dari China sebagai dampak perang dagang AS-China yang semakin alot.

"Kunjungan ini dalam rangka ingin melihat kesiapan KI Brebes, karena kita ketahui peluangnya sangat besar yang ada di depan mata. Kalau kita tidak bisa pergunakan atau tangkap, sangat sayang sekali. Rencananya ada relokasi perusahaan industri dari Jepang dan AS yang akan keluar dari China," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pernyataannya, Jumat (29/5/2020).

KI Brebes ditargetkan menjadi core-industry untuk sektor industri tekstil dan produk tekstil, industri kulit dan alas kaki, industri makanan dan minuman, industri mebel, serta industri farmasi dan alat kesehatan. Khusus untuk sektor farmasi, investor ingin mengembangkan bisnis di pulau Jawa, sehingga Brebes menjadi pilihan yang masuk akal.

Menteri Agus menjelaskan, akselerasi pengembangan KI Brebes diawali dari hasil rapat terbatas dengan Presiden mengenai Percepatan Pembangunan Jawa Tengah pada Juli 2019, yang menyebutkan bahwa terdapat tiga proyek Quick Wins untuk mendongkrak pembangunan Jawa Tengah. Salah satunya adalah melalui peran KI Brebes.

"Hal ini pula yang menjadi dasar terbitnya Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Jawa Tengah, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen," ujarnya.

Maka dari itu, pemerintah ingin memastikan kesiapan pengembangan KI Brebes, termasuk mengenai ketersediaan infrastruktur di dalam kawasan industri. Mengingat sejumlah negara di kawasan ASEAN turut membidik perusahaan Jepang dan Amerika untuk merelokasi industrinya.

AS-China Segera Mulai Perundingan Dagang Tahap Kedua

KONFRONTASI-Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu mengungkapkan bahwa Washington dan Beijing akan segera memulai perundingan menyangkut kesepakatan ekonomi dan perdagangan Tahap Kedua.
Trump menambahkan bahwa perundingan tersebut akan dapat diselesaikan.

"Kesepakatan dengan China akan ditandatangani, mungkin pada 15 Januari... Kita akan segera memulai perundingan tahap kedua dan menurut saya tahap kedua bisa diselesaikan," kata Trump kepada para wartawan.

Santai Sejenak, Sekarang Lupakan Saja Perang Dagang, Pemakzulan Trump Membara di AS

KONFRONTASI -   Hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China belum juga menemui titik terang. Hingga kini belum diketahui kapan kedua ekonomi terbesar di dunia ini akan menandatangani kesepakatan dagang Fase I yang mereka lahirkan dari perundingan bulan Oktober di Washington.

Cari Solusi Perang Dagang, Juru Runding AS-China Kembali Bertemu

KONFRONTASI-Para juru runding utama Amerika Serikat dan China pada Kamis akan bertemu untuk pertama kali sejak Juli guna mencari jalan keluar dari perang dagang, yang telah berlangsung selama 15 bulan.

Perundingan dilangsungkan saat gangguan baru antara kedua negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu mengancam harapan bahwa kemajuan akan tercapai.

China Bebaskan 16 Barang Asal AS Ini dari Aksi 'Balas Dendam' Perang Dagang

KONFRONTASI-China mengumumkan batch pertama pembebasan tarif untuk 16 jenis produk AS, beberapa hari sebelum pertemuan yang direncanakan antara negosiator perdagangan dari kedua negara untuk mencoba dan menurunkan eskalasi deretan perang tarif mereka.

Pengecualian akan berlaku untuk barang AS termasuk beberapa obat anti kanker dan pelumas, serta bahan pakan ternak whey dan tepung ikan, Kementerian Keuangan China mengatakan dalam sebuah pernyataan di situsnya pada Rabu.

Beijing mengatakan pada Mei bahwa mereka akan memulai program pengabaian, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kerugian akibat perang perdagangan yang berkepanjangan pada ekonominya yang sudah melambat.

Beberapa analis melihat langkah itu sebagai sikap bersahabat tetapi tidak melihatnya sebagai sinyal bahwa kedua belah pihak sedang mempersiapkan kesepakatan.

"Pengecualian itu dapat dilihat sebagai isyarat keikhlasan terhadap AS menjelang negosiasi pada Oktober tetapi mungkin lebih merupakan sarana untuk mendukung ekonomi," tulis ekonom ING China Greater, Iris Pang dalam sebuah catatan.

“Masih banyak ketidakpastian dalam pembicaraan perdagangan mendatang. Daftar pengecualian hanya 16 item tidak akan mengubah sikap China," katanya.

Memang, daftar yang dikecualikan tidak ada artinya dibandingkan dengan lebih dari 5.000 jenis produk AS yang sudah dikenakan tarif tambahan China. Selain itu, impor utama AS, seperti kedelai dan babi, masih dikenai bea tambahan yang besar, karena China meningkatkan impor dari Brazil dan negara pemasok lainnya.

Beijing mengatakan akan berupaya membebaskan beberapa produk AS dari tarif jika tidak mudah diganti dari tempat lain. Amerika Serikat sejauh ini merupakan pemasok whey terbesar di China, yang merupakan bahan penting dalam pakan babi dan sulit untuk mendapatkan volume besar dari tempat lain.

Para analis telah mencatat bahwa dengan bea masuk untuk kedelai dan impor penting lainnya seperti mobil buatan AS, China membidik basis dukungan politik utama Presiden AS Donald Trump, terutama pabrik dan pertanian di seluruh Midwest dan Selatan pada saat momentum di ekonomi top dunia itu surut.

China telah memberlakukan beberapa putaran tarif pada barang-barang AS sebagai balasan terhadap tarif Bagian 301 AS, dimulai tahun lalu pada Juli dan Agustus dengan pungutan 25 persen atas sekitar 50 miliar dolar AS impor Amerika.

Secara keseluruhan, dua negara ekonomi terbesar di dunia ini telah mengenakan saling berbalas tarif pada ratusan miliar dolar barang dalam perang perdagangan pahit yang telah berlangsung selama lebih dari setahun dan meningkatkan momok resesi global.

Item-item pada dua daftar pembebasan tarif - diposting di situs web kementerian - tidak akan dikenakan bea tambahan yang dikenakan oleh China pada barang-barang AS "sebagai tindakan balasan terhadap langkah-langkah Bagian 301 AS", kata kementerian dalam pernyataannya.

Pembebasan akan berlaku pada 17 September dan berlaku selama satu tahun hingga 16 September 2020, katanya.

Pang dari ING mencatat bahwa Amerika Serikat juga telah membebaskan impor produk-produk China dari tarif pada Juli, termasuk produk bernilai tinggi seperti peralatan medis dan suku cadang.

Gubernur The Fed Sebut Perang Dagang AS-China Bebani Keputusan Investasi

Konfrontasi - Gubernur bank sentral Amerika Serikat (AS) the Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell mengatakan bahwa perang perdagangan antara Tiongkok dan AS membebani keputusan investasi perusahaan.

"Saya pikir itu adalah sebuah ketidakpastian. Perang tarif pada perdagangan kedua negara menyebabkan beberapa perusahaan menahan investasi sekarang," kata Jerome Powell di Swiss, Jumat (6/8/2019).

Perang Dagang Lanjut Terus, Ekonomi RI Makin Tergerus

KONFRONTASI-Pemerintah agar mewaspadai stagnasi perekonomian global sehingga diperlukan strategi yang jitu serta cara baru dalam mengelola stabilitas keuangan nasional dan perekonomian nasional.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta dalam Seminar Nasional Perkembangan Terkini Ekonomi Indonesia dan Tantangan ke Depan yang diselenggarakan Bank Indonesia dan Universitas Airlangga,Selasa (3/9/2019).

Pages