Perang Dagang

Twitter Berminat Beli Saham TikTok

Konfrontasi - Twitter Inc (TWTR.N) disebut-sebut berminat untuk membeli operasional TikTok di Amerika Serikat (AS).

Mengutip Reuters, Minggu (9/8/2020), sumber menyatakan Twitter telah mendekati pemilik TikTok di China, ByteDance. Menurut sumber tersebut, perusahaan berlogo burung ini perlu mengumpulkan modal tambahan untuk mendanai kesepakatan dengan TikTok.

Twitter memiliki kapitalisasi pasar mendekati 30 miliar dolar AS, hampir sama dengan penilaian aset TikTok yang akan didivestasi.

Terdampak Perang Dagang dan Covid-19, Samsung Tutup Pabrik Terakhir di China

Konfrontasi - Produsen perangkat elektronik terbesar di dunia, Samsung Electronics memutuskan akan menghentikan kegiatan produksi di pabrik komputer terakhirnya di China. Hal ini menyusul penutupan pabrik smartphone dari Negeri Tirai Bambu itu sejak 2019 silam.

Samsung mengalihkan produksi dari ekonomi terbesar kedua di dunia itu bukan tanpa alasan. Pihaknya telah mengkaji ulang beban produksi rantai pasokan yang terus bertambah. 

Resmi Diblokir Inggris, Ini Kata Huawei

Konfrontasi - Huawei mengaku kecewa dengan pemblokiran yang dilakukan Inggris.

Melalui juru bicara Huawei Inggris Edward Brewster, mereka menyebut keputusan pemerintah Inggris itu akan membawa "Negeri Ratu Elizabeth" ke kemunduran.

"Keputusan yang mengecewakan ini merupakan kabar buruk bagi siapa pun di negeri Inggris yang mempunyai ponsel."

Terjadi Boikot produk Tingkok di Seantero negeri, India bukan tandingan China dalam perang dagang

KONFRONTASI -  Terjadinya pertempuran dengan tangan kosong di perbatasan yang menewaskan 20 tentara India memicu kemarahan publik di negara itu. Seruan boikot produk China semakin nyaring di seantero negeri.

Dilansir dari Indian Express, Minggu (21/6/2020), pemerintah India tengah berupaya menekan Beijing dengan mendorong warganya melakukan boikot pada barang-barang buatan dari China. Wacana memulai perang dagang dengan China juga mulai disuarakan publik India.

Menperin: Kawasan Industri Brebes Siap Tampung Relokasi Pabrik AS dari China

Konfrontasi - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pengembangan kawasan industri (KI) Brebes sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak pembangunan Jawa Tengah. Apalagi, KI Brebes digadang menjadi area relokasi sejumlah perusahaan Amerika Serikat (AS) dari China sebagai dampak perang dagang AS-China yang semakin alot.

"Kunjungan ini dalam rangka ingin melihat kesiapan KI Brebes, karena kita ketahui peluangnya sangat besar yang ada di depan mata. Kalau kita tidak bisa pergunakan atau tangkap, sangat sayang sekali. Rencananya ada relokasi perusahaan industri dari Jepang dan AS yang akan keluar dari China," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pernyataannya, Jumat (29/5/2020).

KI Brebes ditargetkan menjadi core-industry untuk sektor industri tekstil dan produk tekstil, industri kulit dan alas kaki, industri makanan dan minuman, industri mebel, serta industri farmasi dan alat kesehatan. Khusus untuk sektor farmasi, investor ingin mengembangkan bisnis di pulau Jawa, sehingga Brebes menjadi pilihan yang masuk akal.

Menteri Agus menjelaskan, akselerasi pengembangan KI Brebes diawali dari hasil rapat terbatas dengan Presiden mengenai Percepatan Pembangunan Jawa Tengah pada Juli 2019, yang menyebutkan bahwa terdapat tiga proyek Quick Wins untuk mendongkrak pembangunan Jawa Tengah. Salah satunya adalah melalui peran KI Brebes.

"Hal ini pula yang menjadi dasar terbitnya Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Jawa Tengah, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen," ujarnya.

Maka dari itu, pemerintah ingin memastikan kesiapan pengembangan KI Brebes, termasuk mengenai ketersediaan infrastruktur di dalam kawasan industri. Mengingat sejumlah negara di kawasan ASEAN turut membidik perusahaan Jepang dan Amerika untuk merelokasi industrinya.

AS-China Segera Mulai Perundingan Dagang Tahap Kedua

KONFRONTASI-Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu mengungkapkan bahwa Washington dan Beijing akan segera memulai perundingan menyangkut kesepakatan ekonomi dan perdagangan Tahap Kedua.
Trump menambahkan bahwa perundingan tersebut akan dapat diselesaikan.

"Kesepakatan dengan China akan ditandatangani, mungkin pada 15 Januari... Kita akan segera memulai perundingan tahap kedua dan menurut saya tahap kedua bisa diselesaikan," kata Trump kepada para wartawan.

Santai Sejenak, Sekarang Lupakan Saja Perang Dagang, Pemakzulan Trump Membara di AS

KONFRONTASI -   Hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China belum juga menemui titik terang. Hingga kini belum diketahui kapan kedua ekonomi terbesar di dunia ini akan menandatangani kesepakatan dagang Fase I yang mereka lahirkan dari perundingan bulan Oktober di Washington.

Cari Solusi Perang Dagang, Juru Runding AS-China Kembali Bertemu

KONFRONTASI-Para juru runding utama Amerika Serikat dan China pada Kamis akan bertemu untuk pertama kali sejak Juli guna mencari jalan keluar dari perang dagang, yang telah berlangsung selama 15 bulan.

Perundingan dilangsungkan saat gangguan baru antara kedua negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu mengancam harapan bahwa kemajuan akan tercapai.

Pages