Penistaan Agama

Ahok Jadikan Tuntutan Ringan Jaksa Sebagai 'Senjata'

KONFRONTASI-Terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadikan tuntutan jaksa penuntut umum sebagai 'senjata' demi membantah dugaan penodaan agama.

Menurut Ahok, tuntutan jaksa yang menganggapnya telah melanggar Pasal 156 KUHP merupakan fakta bahwasanya jaksa tidak mampu membuktikan dugaan penodaan agama yang ditujukan kepadanya.

“Saya yakin majelis hakim akan mempertimbangkan fakta dan bukti yang muncul. Dimana, JPU buktikan saya tidak menistakan agama. Berdasarkan hal tersebut di atas, haruskan dipaksakan saya menghina golongan,” kata dia saat membacakan nota pembelaan atau pledoi di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (25/4).

Tak hanya soal tuntutan pelanggaran Pasal 156 KUHP, Ahok pun mengutip pendapat tim JPU yang menyatakan bahwa Buni Yani adalah pihak yang mengakibatkan dugaan penodaan agama menjadi sorotan publik.

Artinya, pandangan Ahok, jika tidak ada tindakan Buni Yani, yakni mengunggah video pidato di Pulau Pramuka, dugaan penodaan agama yang melilinya tak akan besar atau bahkan masuk ‘ke meja hijau’.

“Namun menjadi masalah pada 6 Oktober 2016 setelah Buni Yani mengunggah video pidato”

Bacakan Pledoi, Ahok Ibratkan Dirinya Bagai Ikan Nemo

KONFRONTASI-Terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengibaratkan diri sebagai ikan badut bernama Nemo dalam film "Finding Nemo" (2003) saat menyampaikan pembelaan dalam lanjutan sidang perkara itu di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa.

"Sekali pun kita melawan arus semua, melawan semua orang yang berbeda arah, kita harus tetap jujur. Mungkin setelah itu tidak ada yang terima kasih sama kita, kita juga tidak peduli karena Tuhan yang hitung bukan kita. Nah ini pelajaran dari film ikan Nemo," katanya.

"Jadi, orang tanya sama saya, kamu siapa? Saya bilang saya hanya seorang ikan kecil Nemo di tengah Jakarta," kata Ahok saat membacakan pledoinya yang diberi judul "Tetap Melayani Walau Difitnah".

Dia percaya bahwa tidak ada jerih payah yang sia-sia karena Tuhan akan membalasnya.

"Tuhan yang melihat hati dan mengetahui isi hati saya. Saya hanya seekor ikan kecil Nemo di tengah Jakarta, yang akan terus menolong yang miskin dan membutuhkan. Walau pun saya difitnah dan dicaci maki, dihujat karena perbedaan iman dan kepercayaan saya..."

Ia juga mengatakan bahwa fakta-fakta dalam persidangan menunjukkan bahwa dia tidak melakukan penistaan agama seperti yang dituduhkan.

"Terbukti saya bukan penista atau penoda agama," katanya.

Tim pengacara Ahok juga menyampaikan pembelaan mereka di sidang itu. Menurut I Wayan Sudirta, anggota tim kuasa hukum Ahok, peldoi penasihat hukum tebalnya 634 halaman.

Ahok Bacakan Pledoi, Polda Metro Siapkan Ribuan Personel

KONFRONTASI-Pada lanjutan sidang kasus dugaan penistaan agama berikutnya Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) akan membacakan nota pembelaan (pledoi) . Dalam sidang tersebut, akan hadir ribuan massa pro dan kontra dari Ahok.

"Menurut informasi, dari pembertahuan ada 2.000-an massa yang akan datang," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, dilansir detikcom, Senin (24/4/2017) malam.

Pemuda Muhammadiyah akan Perkarakan JPU di Kasus Ahok

KONFRONTASI-Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah akan melaporkan Jaksa Penuntut Umum kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Komisi Kejaksaan karena tuntutan satu tahun yang disampaikan bertolak belakang. Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, apa yang dilakukan jaksa yang menuntut Ahok satu tahun penjara masa percobaan dua tahun itu justru tidak sesuai dengan keterangan saksi yang dihadirkan.

Ahok Dituntut Ringan, Dahnil: Copot Jaksa Agung!

KONFRONTASI-Presiden Joko Widodo diminta untuk segera mencopot Muhammad Prasetyo dari posisinya sebagai Jaksa Agung. DEsakan itu disuarakan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

Dimana PP Pemuda Muhammadiyah menilai ada intervensi dari Jaksa Agung terhadap JPU dalam kasus penodaan agama jelas menodai hukum.

“Bahkan saya secara resmi kepada Pak Jokowi minta Jaksa Agung dicopot saja karena bagi kami Jaksa Agung tidak berdiri atas nama kepentingan hukum,” kata Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, Minggu (23/4).

Ahok Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara, Rizal Ramli: Mas Prasetyo Piye Toh?

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli mengaku tak habis pikir dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang hanya menuntut terdakwa penistaan agama Basuki T Purnama (Ahok) hukuman 1 tahun penjara ditambah 2 tahun masa percobaan.

"Saya ndak ngerti hukum,, agak bingung itu Jaksa Penuntut Umum atau Pembela Umum," ungkapnya dalam akun twitternya.

Ia pun lantas menyindir Ketum Partai Nasdem, lantaran Jaksa Agung saat ini pernah menjadi kader partai tersebut.

Kenapa Jaksa Tak Tuntut Ahok dengan Pasal Penodaan Agama?

KONFRONTASI-Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menuntut terdakwa dengan satu tahun penjara dan masa percobaan selama 2 tahun. JPU menilai Ahok telah melanggar pasal alternatif 156 KUHP.

Dalam pembacaan tuntutannya, JPU membacakan pertimbangan dan fakta-fakta hukum bahwa Ahok tak dijerat dengan Pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama. Menurut JPU, apa yang diucapkan Ahok tentang Surat Al Maidah Ayat 51 tak memenuhi unsur niat menghina agama.

Ahok Dituntut 1 Tahun Penjara, Fadli Zon: Kalau Cuma Segitu Nanti Orang Bisa Seenaknya Nistakan Agama

KONFRONTASI-Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon mengatakan bahwa tuntutan satu tahun penjara terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam perkara penodaan agama ini terlalu kecil.

Dia mengatakan, masyarakat sebenarnya ingin pembelajaran bahwa tidak boleh orang itu menistakan agama. Apalagi, dilakukan oleh orang yang berbeda agama.

“Kalau cuma dituntut segitu, nanti orang bisa seenaknya menistakan agama,” ujar Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/4).

Pages