20 October 2018

Penipuan

Ketua DPRD Samarinda Ditahan Polisi, Diduga Terlibat Penipuan

KONFRONTASI-Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif ditahan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Bareskrim Polri karena dugaan melakukan penipuan dan penggelapan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, mengatakan Bareskrim telah melayangkan panggilan setelah Alphad dilaporkan, tetapi politisi Partai Gerindra itu tidak hadir untuk memberikan keterangan.

"Kemudian dicek di Samarinda juga tidak ada. Untuk itu, penyidik mencari informasi ternyata yang bersangkutan ada di Singapura," tutur Setyo.

Ngakunya Sopir Kapolri, Ternyata Penipu

KONFRONTASI-Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan telah membekuk seorang tersangka penipu dan pelaku penggelapan uang berkedok sopir Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian. atas nama RH atau Rahmat.

"Penipu ini orang yang mengaku-ngaku dekat dengan Kapolri, sehingga dia memperdaya seseorang pengusaha IT yang menjadi korban, dan sudah ditangkap kemarin," ujar Argo di Jakarta, Selasa.

Korban Dugaan Penipuan Yusuf Mansur Tuntut Uang Investasi Dikembalikan

KONFRONTASI-Sejumlah korban dugaan penipuan investasi oleh Jam'an Nur Chotib atau yang akrab disapa Ustaz Yusuf Mansur menuntut uang mereka dikembalikan dengan skema yang jelas.

Penyebabnya, tidak semua peserta investasi menerima pengembalian uang, berikut janji keuntungan dari investasi. Pengembalian pun dilakukan setelah beberapa dari mereka melayangkan laporan ke kepolisian.

Mengaku Petugas, Amirudin Tega Tipu Para Mantan TKI

KONFRONTASI-Polisi mengamankan Amirudin, warga Magelang, Jawa Tengah lantaran melakukan penipuan. Dalam aksinya, Amirudin mengincar para mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang pernah bekerja di Arab Saudi.

Kepala Bagian Operasional Polres Bantul, Kompol Donny Zuliyanto mengatakan untuk melancarkan aksinya, Amirudin mengaku kepada korbannya sebagai petugas penyalur tenaga kerja luar negeri. Amirudin kemudian menjanjikan pekerjaan kepada mantan TKI.

Penipu Pembuatan Sertifikat Tanah Dicokok Polisi

KONFRONTASI-Polresta Pontianak, Kalimantan Barat, meringkus EW (45) yang melakukan penipuan dengan modus bisa mengurus pembuatan sertifikat tanah dengan mengaku punya kenalan di BPN Kubu Raya.

Menipu Berkali-kali, Ibu Hamil Diborgol Polisi

KONFRONTASI-Seorang istri Jenderal TNI bernama Dewi Mahalayati (49) menjadi korban penipuan dan penggelapan saat ingin membeli pakaian batik melalui media sosial facebook dari seorang wanita bernama Fitria (23) pada Sabtu (21/4/2018).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyebutkan pelaku sudah berhasil ditangkap pada 3 Mei 2018 yang lalu oleh anggota Polsek Metro Kebayoran Lama.

"Awalnya pelaku menawarkan harga diskon pakaian batik melalui facebook kemudian korban berminat dan memesan sepuluh pasang batik, lalu pelaku mengirimkan nomor rekening milik pacarnya atas nama Rocky Darmanto Sitompul," kata Argo di Jakarta, Rabu (23/8/2018).

Kemudian, karena percaya istri dari Brigjen TNI Djaka Budi Utama ini mentransfer sejumlah uang sebesar Rp. 2,5 juta ke rekening yang diberikan tersangka dari rekening suaminya. Namun, setelah mengirimkan uangnya, barang yang dipesan pun tidak kunjung datang.

"Tersangka ditahan pada 4 Mei 2018, pada saat dilakukan penahanan tersangka tidak memberitahu bahwa tersangka sedang hamil, kemudian pada saat tersangka dipindahkan kerutan pondok bambu baru diketahui bahwa tersangka sedang hamil 4 bulan," jelas Argo.

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini menyebutkan selain menipu Dewi, tersangka juga sudah beberapa kali menipu orang. Salah satunya yang sudah dilaporkan di Polres Metro Bekasi. Pengakuan korban, pelaku sering menipu dilingkungan asrama.

"Barang bukti yang berhasil diamankan adalah 1 lembar bukti transaksi bank BRI atas nama Djaka Budi Utama, 1 unit handphone merk vivo Y53 warna gold, 1 lembar screenshoot penawaran dari akun ETNIK Batik," jelasnya.

Terlibat Penipuan, Pasutri Dicokok Polisi

KONFRONTASI-Kepolisian Resor Kota Denpasar, Polda Bali, menahan pasangan suami-istri yang melakukan penipuan dan penggelapan puluhan mobil dengan modus menggunakan identitas palsu untuk melakukan pengalihan kredit kendaraan kepada sejumlah korbannya di Pulau Dewata.

"Kedua pelaku penggelapan mobil roda empat ini adalah Hafid (41) dan Anita Yulistia (37) yang beberapa kali melakukan aksi penggelapan di sejumlah wilayah Polresta Denpasar," kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Wayan Arta Aryawan di Denpasar, Minggu.

Kedua pelaku saat ini masih ditahan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, terkait apakah ada keterlibatan orang lain dalam sindikat penipuan dan penggelapan mobil yang dilakukannya tersebut.

Pengungkapan aksi keduanya ini bermula, dari pengaduan korban I Gede Arya Merandika kepada tim Resmob Polresta, karena kedua pelaku melakukan pengallhan (over) kredit mobil Xenia dengan Nomor Polisi DK-986-LS kepada korban seharga Rp26 juta.

Setelah selesai membuat surat perjanjian dengan menggunakan KTP diduga palsu dengan nama M Dhopir (nama palsu). Sedangkan identitas istri Nisa (nama palsu). Selanjutnya kedua pasutri ini membawa mobil korban.

Selama dua bulan, pelaku tidak melakukan pembayaran cicilan kredit dan korban curiga dan mengecek ke rumah kontrakan pelaku dan tidak ditemukan kedua pasangan suami istri ini dan unit mobil Xenia tersebut.

 "Korban curiga dengan tidak adanya pelaku dan mobil tersebut sehingga korban melaporkan kepada Polresta Denpasar," ujarnya.

Menerima laporan itu, tim Resmob Polresta Denpasar pada 8 Agustus 2018 pukul 15.00 Wita melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka di daerah Renon Denpasar.

"Kepada petugas pelaku mengakui telah melakukan over kredit mobil Xenia milik korban dan mobil tersebut sudah digadaikan di Bondowoso, Jawa Timur dengan harga Rp32 juta," ujarnya.

Tegar Diciduk Gara-gara Ngaku Polisi

KONFRONTASI-Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, Jawa Barat, menangkap oknum warga berseragam polisi untuk membohongi seorang perempuan di wilayah hukum setempat.

"Tersangka mengaku sebagai anggota polisi yang bertugas di Polda Metro Jaya bagian pengawalan SSI dengan menggunakan seragam kaos dinas berlogo Tribrata dan sepatu PDLT dan menggunakan kopel yang bertuliskan Polri," kata Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari di Bekasi, Senin.

Pemerintah Didesak Tuntaskan Ganti Rugi Korban First Travel

KONFRONTASI-Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais mendesak pemerintah untuk menuntaskan ganti rugi korban penipuan oleh biro perjalanan First Travel pascaputusan pengadilan.

Hati-hati, Penipuan Mengatasnamakan BPJS

KONFRONTASI  - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meminta warga waspada atas iming-iming pemberian bantuan sebesar Rp47 juta kepada masyarakat yang diumumkan lewat laman www.dana-bantuanbpjs.blogspot.co.id. “Kami tidak pernah membuat program bertajuk bantuan BPJS, diduga kuat itu adalah penipuan,” kata Kepala BPJS Kesehatan cabang Padang, Sistri Sembodo pada Rabu (9/5/2018).

Pages