16 August 2018

Penipuan

Terlibat Penipuan, Pasutri Dicokok Polisi

KONFRONTASI-Kepolisian Resor Kota Denpasar, Polda Bali, menahan pasangan suami-istri yang melakukan penipuan dan penggelapan puluhan mobil dengan modus menggunakan identitas palsu untuk melakukan pengalihan kredit kendaraan kepada sejumlah korbannya di Pulau Dewata.

"Kedua pelaku penggelapan mobil roda empat ini adalah Hafid (41) dan Anita Yulistia (37) yang beberapa kali melakukan aksi penggelapan di sejumlah wilayah Polresta Denpasar," kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Wayan Arta Aryawan di Denpasar, Minggu.

Kedua pelaku saat ini masih ditahan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, terkait apakah ada keterlibatan orang lain dalam sindikat penipuan dan penggelapan mobil yang dilakukannya tersebut.

Pengungkapan aksi keduanya ini bermula, dari pengaduan korban I Gede Arya Merandika kepada tim Resmob Polresta, karena kedua pelaku melakukan pengallhan (over) kredit mobil Xenia dengan Nomor Polisi DK-986-LS kepada korban seharga Rp26 juta.

Setelah selesai membuat surat perjanjian dengan menggunakan KTP diduga palsu dengan nama M Dhopir (nama palsu). Sedangkan identitas istri Nisa (nama palsu). Selanjutnya kedua pasutri ini membawa mobil korban.

Selama dua bulan, pelaku tidak melakukan pembayaran cicilan kredit dan korban curiga dan mengecek ke rumah kontrakan pelaku dan tidak ditemukan kedua pasangan suami istri ini dan unit mobil Xenia tersebut.

 "Korban curiga dengan tidak adanya pelaku dan mobil tersebut sehingga korban melaporkan kepada Polresta Denpasar," ujarnya.

Menerima laporan itu, tim Resmob Polresta Denpasar pada 8 Agustus 2018 pukul 15.00 Wita melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka di daerah Renon Denpasar.

"Kepada petugas pelaku mengakui telah melakukan over kredit mobil Xenia milik korban dan mobil tersebut sudah digadaikan di Bondowoso, Jawa Timur dengan harga Rp32 juta," ujarnya.

Tegar Diciduk Gara-gara Ngaku Polisi

KONFRONTASI-Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, Jawa Barat, menangkap oknum warga berseragam polisi untuk membohongi seorang perempuan di wilayah hukum setempat.

"Tersangka mengaku sebagai anggota polisi yang bertugas di Polda Metro Jaya bagian pengawalan SSI dengan menggunakan seragam kaos dinas berlogo Tribrata dan sepatu PDLT dan menggunakan kopel yang bertuliskan Polri," kata Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari di Bekasi, Senin.

Pemerintah Didesak Tuntaskan Ganti Rugi Korban First Travel

KONFRONTASI-Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais mendesak pemerintah untuk menuntaskan ganti rugi korban penipuan oleh biro perjalanan First Travel pascaputusan pengadilan.

Hati-hati, Penipuan Mengatasnamakan BPJS

KONFRONTASI  - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meminta warga waspada atas iming-iming pemberian bantuan sebesar Rp47 juta kepada masyarakat yang diumumkan lewat laman www.dana-bantuanbpjs.blogspot.co.id. “Kami tidak pernah membuat program bertajuk bantuan BPJS, diduga kuat itu adalah penipuan,” kata Kepala BPJS Kesehatan cabang Padang, Sistri Sembodo pada Rabu (9/5/2018).

Mantan Bupati Tapteng Jadi Tersangka Penipuan

KONFRONTASI- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara kembali menetapkan RBS, mantan Bupati Tapanuli Tengah, sebagai tersangka kasus dugaan penipuan senilai Rp3,5 miliar, penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil tahun 2013.

Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan, Sabtu, mengatakan korban Efendi Marpaung, dalam laporan polisi nomor: LP/555/V/2018/SPKT I tanggal 1 Mei 2018 melaporkan mantan Bupati Tapteng RBS dan kawan-kawan.

Menurut dia, dari keterangan pelapor Efendi Marpaung bahwa terlapor RBS memerintahkan anak buahnya untuk mengutip kepada sejumlah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebesar Rp120 juta hingga Rp150 juta dengan imbalan nantinya akan lulus menjadi PNS.

Namun, teryata apa yang telah dijanjikan RBS, tidak terbukti dan para CPNS tersebut belum juga diterima.

"Uang hasil pengutipan liar di luar prosedur yang berlaku itu, dinikmati oleh RBS dengan anggotanya," ujar AKBP Tatan.

Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti yang ada, dilakukan gelar perkara, serta status terlapor sudah ditingkatkan menjadi tersangka.

Bahkan, yang dilaporkan dalam kasus penipuan dan penggelapan ini lebih dari satu orang.

"Namun, saat ini baru hanya RBS yang sudah ditingkatkan statusnya menjadi tersangka," ucap mantan Wakapolrestabes Medan.

Tatan menjelaskan, penyidik Polda Sumut belum bersedia membeberkan siapa saja nama korban dan terlapor dalam kasus tersebut, karena masih dalam penyelidikan.

Kemungkinan masih ada masyarakat yang akan melaporkan berkaitan dengan kasus penipuan itu.

"Tersangka RBS, akan dijerat dengan Pasal 378 dan Pasal 372 KUH Pidana," kata Kabid Humas Polda Sumut itu.

RBS berpasangan dengan ST, menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah. Pada saat RBS tersandung kasus, posisinya digantikan oleh ST.

Kini keduanya tersandung dugaan kasus penipuan dan penggelapan. Dan laporannya di Polda Sumut dalam kasus yang berbeda.

Sebelumnya, Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara menetapkan mantan Bupati Tapanuli Tengah berinisil ST tersangka dalam dugaan penipuan dan penggelapan proyek senilai Rp450 juta.

Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja, ketika dikonfiramasi wartawan melalui "WhatsApp", Jumat malam (18/5) membenarkan peningkatan status tersangka mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng).

Pria Ini Dipidanakan Gara-gara Jual Lukisan Palsu di eBay

KONFRONTASI-Seorang pria Massachusetts, Amerika Serikat (AS), bernama Brian Walshe ditangkap pada Rabu (9/5) lantaran didakwa mencuri dua lukisan Andy Warhol dari mantan teman sekelasnya, kemudian membuat karya palsu untuk dijualnya di laman dagang eBay.

Tipu Calon Anggota Polri, Wanita Ini Tilep Rp1 Miliar

KONFRONTASI-Masih ada saja orang tak bertanggung jawab yang mencoba meraih keuntungan pribadi dari Proses seleksi penerimaan anggota Polri. Seorang wanita bernama Fargie J Mandagi (44) ditangkap, setelah menipu dua calon anggota Polri hingga Rp1 miliar.

Kapolda Maluku, Inspektur Jenderal Polisi Andap Budhi Revianto mengatakan, tersangka mengaku sanggup meluluskan keluarga korban menjadi anggota Polri dengan imbalan uang. Tersangka, juga membantu mengurus dokumen korban untuk seleksi calon anggota Polri.

"Korban tidak berdomisili di Ambon. Tersangka meyakinkan korban, melalui kerabatnya yang tinggal di Ambon," ujar Andap melalui keterangan tertulis, Jakarta, Rabu 2 Mei 2018.

Berdasarkan pengakuan tersangka, dia baru pertama kali melakukan penipuan dengan modus meluluskan peserta seleksi anggota Polri. Tersangka juga mengaku hanya menipu dua orang korban dengan total kerugian mencapai Rp1 miliar.

Seorang korban diketahui telah mengirim uang Rp650 juta kepada tersangka. Sementara itu, satu korban lainnya mengirim Rp350 juta.

Lagi, Polisi Bongkar Sindikat penipuan Asal Tiongkok

KONFRONTASI-Sindikat penipu online asal Tiongkok berhasil dibongkar Kepolisian Daerah (Polda) Bali. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bali, Komisaris Besar Anom Wibowo menjelaskan, sebanyak 49 orang tersangka berhasil diamankan dari dua lokasi. Lokasi pertama di Jalan Bedahulu XI Nomor 39 Denpasar.

“Di TKP (Tempat Kejadian Perkara) ini kami berhasil mengamankan 32 orang tersangka terdiri dari 4 orang WNI dan 28 WNA asal Tiongkok,” jelas Anom, Selasa (1/5).

Dijanjikan Pekerjaan, Dimintai Duit Jutaan, Ternyata Penipuan

KONFRONTASI-Delapan orang pencari kerja melapor ke Satuan Reskrim Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat yang diduga menjadi korban penipuan perusahaan jasa perekrut tenaga kerja.

"Sudah ada delapan orang yang melapor atas dugaan kasus penipuan perusahaan jasa tenaga kerja," kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Budi Nuryanto di Sukabumi, Rabu.

Informasi yang dihimpun, para pencari kerja tersebut melamar ke PT IKS dan dijanjikan akan ditempatkan di perusahaan garmen di wilayah Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi.

Tipu Puluhan Pencari Kerja, Sabri Dicokok Polisi

KONFRONTASI-Seorang tersangka penipuan bernama Sabri (37) ditangkap anggota Satreskrim Polresta Banjarmasin karena menipu 28 orang pencari kerja di Banjarmasin.

"Satu di antara 28 orang itu dijanjikan bekerja di kantor KONI Banjarmasin sebagai pengantar surat setelah korbannya menyerahkan uang sebesar Rp46 juta," Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Ade Papa Rihi di Banjarmasin, Kamis.

Dia mengatakan, dalam melakukan aksinya tersangka menjanjikan berbagai pekerjaan kepada korbannya dengan harus membayar sejumlah uang.

Pages