Pengangguran

Tingkat Pengangguran dan Angka Positif Covid-19 Meningkat di Israel, Kepercayaan Publik Netanyahu Hanya 29,5 Persen

Konfrontasi - Protes terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meningkat atas dugaan korupsi dan penanganannya terhadap krisis virus corona.

Terpukul oleh tingkat pengangguran yang tinggi dan peningkatan tajam jumlah kasus COVID-19, warga Israel hampir setiap hari turun ke jalan dalam demonstrasi menentang pemerintah.

Padat Karya, Cara Ganjar Pranowo Selamatkan Perekonomian Jateng

Konfrontasi - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pemprov sedang menyiapkan penyelesaian masalah kemiskinan dan pengangguran akibat pandemi covid-19.

Di antaranya adalah menyiapkan lapangan kerja pada proyek yang menggunakan anggaran pemerintah

"Ini kan kemiskinan sudah bertambah, pengangguran sudah bertambah. Maka kita coba petakan. Berapa yang kena PHK dan berapa kemudian yang menganggur, untuk kita siapkan lapangan kerja," kata Ganjar di Puri Gedeh pada Minggu (19/7/2020).

Indisipliner Brescia Resmi Jadikan Balotelli Pengangguran

Konfrontasi - Bomber Brescia, Mario Balotelli akhirnya menjadi pengangguran. Klub Italia tersebut resmi memecat sang pemain buntut tingkah indisipliner yang dilakukan mantan pemain Liverpool ini.

Sebelumnya Balotelli menunjukkan sikap bandel yang tidak bisa lagi ditolerir oleh Brescia. Dia absen latihan dengan alasan yang tidak jelas sebanyak dua kali yaitu 26 Mei 2020 dan 31 Mei 2020.

Buntut kelakuannya, Presiden Brescia, Masimo Cellino berang. Dan puncaknya dia membuat sikap dengan memecat Balotelli.

Kadin Prediksi Pengangguran Baru Akibat Corona Bisa Capai 30 Juta Orang

Konfrontasi - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Indonesia (KADIN), Suryani SF Motik, menilai kondisi ekonomi yang terjadi saat terjadi pandemi corona berbeda dengan krisis ekonomi 1998. Kala itu sektor UMKM masih bisa bertahan. Namun, kali ini semua sektor usaha mengalami dampak yang sama tanpa pandang bulu.

Berdasarkan data, jumlah UMKM sebesar 61 juta. Jika asumsi satu UMKM terdiri dari 2 orang, jumlahnya korban terdampak sudah mencapai 122 juta orang. Di tengah pandemi ini ketahanan UMKM tidak lama. Ada yang bertahan dalam hitungan mingguan atau hanya dalam hitungan hari.

"Kalau UMKM dalam hitungan harian dan mingguan banyak yang kolaps," kata Yani sapaannya dalam diskusi virtual Populi Center dan SmartFM Network bertajuk 'Ekonomi, Bisnis, dan Fiskal Saat Ini', Jakarta, Sabtu (2/5/2020).

Begitu juga di industri perhotelan. Saat ini data mencatat sekitar 2-3 juta orang terkena PHK. Itu pun baru data perkiraan dan dari satu sektor. Jika digabungkan dengan berbagai sektor dia meyakini jumlah pengangguran baru bisa mencapai 30 juta orang.

Sementara itu, permasalahan di sektor industri misalnya terkait bahan baku. Hampir semua bahan baku sektor industri yang ada di Indonesia hasil impor. Sehingga ketika terjadi gangguan dalam mobilitas, sektor ini pun terganggu.

Yani melanjutkan keuangan perusahaan pun hanya bisa bertahan selama 3 bulan. Sementara pandemi ini sudah berlangsung selama kurang lebih 1,5 bulan. Sehingga diperkirakan perusahaan hanya bisa bertahan selama 1,5 bulan lagi.

"Pengusaha juga nafasnya paling tinggal 2-3 bulan. Kalau sudah berjalan 1,5 bulan, berarti tinggal 1,5 bulan lagi mereka bisa bertahan," kata Yani.

SBY Ingatkan Jokowi Soal Pengangguran Picu Arab Spring

KONFRONTASI -   -- Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan Jokowi soal pengalaman Arab Spring atau gelombang revolusi dan unjuk rasa yang terjadi di dunia Arab pada 2011 lalu. Ia juga mengingatkan Jokowi soal gerakan protes sosial di 30 negara tahun ini.

Peringatan ia berikan saat Pidato Refleksi Akhir Tahun pada Rabu (11/12). Ia mengatakan gerakan tersebut muncul akibat kesulitan ekonomi dan banyaknya pengangguran. Peringatan ia berikan karena saat ini angka pengangguran masih banyak.

Industri Padat Karya Lemah, Tak Heran Jumlah Pengangguran Bertambah

KONFRONTASI- Jumlah pengangguran, menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), mengalami kenaikan sebanyak 50 ribu orang sampai Agustus 2019 menjadi 7,05 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 7 juta orang.

Meski secara jumlah naik, namun jika ditelisik lebih jauh, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebetulnya turun 0,06 persen menjadi 5,28 persen dibandingkan Agustus 2018 lalu, yakni sebesar 5,34 persen.

Menurut data BPS, penurunan TPT dikarenakan jumlah angkatan kerja yang meningkat, yakni dari 131,01 juta orang menjadi 133,56 juta orang. Walhasil, jumlah orang yang bekerja pun bertambah dari 124,01 juta menjadi 126,51 juta orang.

Pun demikian, Ekonom Indef Enny Sri Hartati tetap menilai pemerintah gagal menekan angka pengangguran. Ia menyebut kegagalan itu dikarenakan payahnya sektor-sektor industri yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Ambil contoh sektor manufaktur. Sektor ini kerap tumbuh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional dalam tiga tahun terakhir. Pada kuartal kedua 2019 saja, pertumbuhannya cuma 3,54 persen. Angka ini jauh dari target sebesar 5 persen.

Di sisi lain, sektor jasa berkembang pesat. Terlepas dari angka investasi yang aduhai, menurut Enny, sektor jasa kedap terhadap penyerapan tenaga kerja. Maklum, banyak sektor jasa bergerak secara informal.

"Itu yang menyebabkan elastisitas pertumbuhan ekonomi terhadap penyerapan tenaga kerja rendah. Mungkin, sekarang sekitar 250 ribu orang per 1 persen. Jadi, kalau 5 persen, hanya 1 juta orang. Sementara, angkatan kerja kan sudah 2 juta orang. Ya wajar kalau tidak mampu menanggulangi pengangguran," ujarnya dilansir CNNIndonesia.com, kemarin.

Karenanya, ia mengatakan pemerintah tidak dapat bergantung kepada sektor informal. Sebut saja, transportasi online yang saat ini menyerap tenaga kerja cukup besar. Di sisi lain, sektor formal dibiarkan layu.

"Ini yang mesti menjadi bahan evaluasi. Kalau memang kebutuhan ekonomi kita untuk penyerapan tenaga kerja yang besar, maka pilihannya tidak lain adalah bagaimana mengembangkan sektor-sektor, seperti manufaktur (sektor formal)," ungkapnya.

Nah, permasalahannya, sektor manufaktur yang padat karya kini dilanda masalah karena kebijakan yang dilahirkan pemerintah itu sendiri. Yakni, terkait kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP). Kemudian, regulasi tenaga kerja di Indonesia yang masih kompleks.

Miris, Pengangguran Indonesia Tertinggi Ke-2 di Asia Tenggara

KONFRONTASI -   Belakangan angka pengangguran di Indonesia dikabarkan menurun, namun nyatanya berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tengah tahun ini, tercatat ada 5,01 persen penduduk produktif yang menganggur.

Indonesia tertinggal dari Laos dan Kamboja, yang secara berurutan mencatatkan 0,60 persen dan 0,10 persen pengangguran dalam data BPS. Artinya, ini memang menjadi angka terendah dalam sejarah Indonesia, tetapi tetap menjadi yang tertinggi kedua di Asia Tenggara.

Lulusan SMK Dominasi Pengangguran di Jawa Timur

KONFRONTASI-Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim) mencatat, jumlah angkatan kerja di Jawa Timur pada Februari 2019 mencapai 21,59 juta orang, atau meningkat 584.000 orang dibanding Februari 2018. Pada Februari 2019, sebanyak 20,76 juta orang penduduk di Jawa Timur bekerja, sedangkan sebanyak 830.000 orang menganggur.

"Dibanding setahun yang lalu, jumlah penduduk bekerja bertambah 567 ribu orang dan penganggur bertambah sekitar 17 ribu orang," ujar Kepala BPS Jawa Timur, Teguh Pramono di Surabaya, Rabu (8/5/2019).

Pages