Pengangguran

Masalah Besar Indonesia yang Terkesan Diabaikan: Angka Kemiskinan dan Pengangguran Melonjak, Hukum Tebang Pilih

KONFRONTASI -   Pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dinilai terkesan mengabaikan masalah-masalah besar yang sedang dihadapi bangsa ini. Masalah besar itu, antara lain semakin meningkatnya kemiskinan, pengangguran, lemahnya penegakan hukum. Hukum tampak tebang pilih, tajam ke bawah tumpul ke atas.

Pengangguran Bertambah 2,6 Juta, Sri Mulyani Salahkan Pandemi

KONFRONTASI- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat sekitar 2,6 juta orang Indonesia kehilangan pekerjaan alias jadi pengangguran. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ini bertambah akibat Covid-19.

Dia memerinci, tambahan pengangguran sebanyak 2,6 juta orang, tambahan angkatan kerja baru 2,36 juta, sementara penurunan lapangan kerja yang diciptakan sebesar 0,31 juta.

Pengangguran Capai 29,12 Juta, PR Pemerintah Berat

KONFRONTASI-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ekonomi Indonesiasudah menuju ke arah perbaikan. Meskipun demikian, masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus segera dibereskan.

Salah satunya adalah masih tingginya angka pengangguran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka pengangguran sudah mencapai 29,12 juta.

Menurut Airlangga, permasalahan ini perlu segera dibereskan dengan cara menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Dengan demikian, angka kemiskinan tidak akan bertambah lagi. 

Menaker Ida Sebut Pengangguran di Indonesia Didominasi Orang Berpendidikan Tinggi

Konfrontasi - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan, angka pengangguran di Indonesia didominasi orang berpendidikan tinggi. Mereka yang berpendidikan rendah lebih sedikit, namun produktivitasnya kurang.

Menurut Ida, 87 persen dari total penduduk yang bekerja tingkat pendidikan SMA ke bawah. Dari angka tersebut 39 persen pendidikan setingkat SD.

Ekonomi Minus, Angka Pengangguran Bisa Membludak Hingga 13 Juta

KONFRONTASI- Pandemi virus corona (Covid-19) membuat ekonomi Indonesia terancam minus pada tahun ini. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memprediksi angka pertumbuhan ekonomi Indonesia di akhir tahun pada kisaran minus 1,7% hingga 0,6%.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, ekonomi Indonesia yang minus pada tahun ini akan berdampak ke beberapa hal. Salah satunya adalah angka kemiskinan yang akan semakin bertambah seiring pengangguran yang meningkat.

Tingkat Pengangguran dan Angka Positif Covid-19 Meningkat di Israel, Kepercayaan Publik Netanyahu Hanya 29,5 Persen

Konfrontasi - Protes terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meningkat atas dugaan korupsi dan penanganannya terhadap krisis virus corona.

Terpukul oleh tingkat pengangguran yang tinggi dan peningkatan tajam jumlah kasus COVID-19, warga Israel hampir setiap hari turun ke jalan dalam demonstrasi menentang pemerintah.

Padat Karya, Cara Ganjar Pranowo Selamatkan Perekonomian Jateng

Konfrontasi - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pemprov sedang menyiapkan penyelesaian masalah kemiskinan dan pengangguran akibat pandemi covid-19.

Di antaranya adalah menyiapkan lapangan kerja pada proyek yang menggunakan anggaran pemerintah

"Ini kan kemiskinan sudah bertambah, pengangguran sudah bertambah. Maka kita coba petakan. Berapa yang kena PHK dan berapa kemudian yang menganggur, untuk kita siapkan lapangan kerja," kata Ganjar di Puri Gedeh pada Minggu (19/7/2020).

Indisipliner Brescia Resmi Jadikan Balotelli Pengangguran

Konfrontasi - Bomber Brescia, Mario Balotelli akhirnya menjadi pengangguran. Klub Italia tersebut resmi memecat sang pemain buntut tingkah indisipliner yang dilakukan mantan pemain Liverpool ini.

Sebelumnya Balotelli menunjukkan sikap bandel yang tidak bisa lagi ditolerir oleh Brescia. Dia absen latihan dengan alasan yang tidak jelas sebanyak dua kali yaitu 26 Mei 2020 dan 31 Mei 2020.

Buntut kelakuannya, Presiden Brescia, Masimo Cellino berang. Dan puncaknya dia membuat sikap dengan memecat Balotelli.

Kadin Prediksi Pengangguran Baru Akibat Corona Bisa Capai 30 Juta Orang

Konfrontasi - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Indonesia (KADIN), Suryani SF Motik, menilai kondisi ekonomi yang terjadi saat terjadi pandemi corona berbeda dengan krisis ekonomi 1998. Kala itu sektor UMKM masih bisa bertahan. Namun, kali ini semua sektor usaha mengalami dampak yang sama tanpa pandang bulu.

Berdasarkan data, jumlah UMKM sebesar 61 juta. Jika asumsi satu UMKM terdiri dari 2 orang, jumlahnya korban terdampak sudah mencapai 122 juta orang. Di tengah pandemi ini ketahanan UMKM tidak lama. Ada yang bertahan dalam hitungan mingguan atau hanya dalam hitungan hari.

"Kalau UMKM dalam hitungan harian dan mingguan banyak yang kolaps," kata Yani sapaannya dalam diskusi virtual Populi Center dan SmartFM Network bertajuk 'Ekonomi, Bisnis, dan Fiskal Saat Ini', Jakarta, Sabtu (2/5/2020).

Begitu juga di industri perhotelan. Saat ini data mencatat sekitar 2-3 juta orang terkena PHK. Itu pun baru data perkiraan dan dari satu sektor. Jika digabungkan dengan berbagai sektor dia meyakini jumlah pengangguran baru bisa mencapai 30 juta orang.

Sementara itu, permasalahan di sektor industri misalnya terkait bahan baku. Hampir semua bahan baku sektor industri yang ada di Indonesia hasil impor. Sehingga ketika terjadi gangguan dalam mobilitas, sektor ini pun terganggu.

Yani melanjutkan keuangan perusahaan pun hanya bisa bertahan selama 3 bulan. Sementara pandemi ini sudah berlangsung selama kurang lebih 1,5 bulan. Sehingga diperkirakan perusahaan hanya bisa bertahan selama 1,5 bulan lagi.

"Pengusaha juga nafasnya paling tinggal 2-3 bulan. Kalau sudah berjalan 1,5 bulan, berarti tinggal 1,5 bulan lagi mereka bisa bertahan," kata Yani.

SBY Ingatkan Jokowi Soal Pengangguran Picu Arab Spring

KONFRONTASI -   -- Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan Jokowi soal pengalaman Arab Spring atau gelombang revolusi dan unjuk rasa yang terjadi di dunia Arab pada 2011 lalu. Ia juga mengingatkan Jokowi soal gerakan protes sosial di 30 negara tahun ini.

Peringatan ia berikan saat Pidato Refleksi Akhir Tahun pada Rabu (11/12). Ia mengatakan gerakan tersebut muncul akibat kesulitan ekonomi dan banyaknya pengangguran. Peringatan ia berikan karena saat ini angka pengangguran masih banyak.

Pages