pendidikan

Kasus Corona Melonjak, Pemkot Jambi Kembali Berlakukan Belajar di Rumah

KONFRONTASI-Pemkot Jambi kembali mengambil kebijakan untuk memberhentikan sementara kegiatan tatap muka di sekolah selama dua minggu ke depan. Keputusan itu diberlakukan, setelah Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kota Jambi menggelar rapat dengan hasil keputusan belajar di rumah secara daring.

"Mengingat bahwa kembali bertambahnya jumlah kasus Corona yang cukup banyak, maka pemerintah mengambil kebijakan sikap dengan merumahkan siswa," kata Wakil Wali Kota Jambi Maulana saat rapat Gugus Tugas COVID-19 Kota Jambi, Rabu (5/8/2020).

PBNU Sarankan Kemendikbud Batalkan dan Tata Ulang POP

KONFRONTASI-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyarankan Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar dibatalkan dan ditata ulang.  

Begitu disampaikan Sekjen PBNU Ahmad Helmy Faishal Zaini dalam cuitan akun Twitter pribadinya @Helmy_Faishal_Z, pada Rabu (29/7).

"Tentang POP (program organisasi penggerak), sebaiknya dibatalkan untuk kemudian ditata ulang," ujar Helmy.

Mendikbud Tegaskan Sampoerna dan Tanoto Foundation Gunakan Dana Mandiri untuk POP

KONFRONTASI - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyatakan Putera Sampoerna Foundation bersama Tanoto Foundation dipastikan menggunakan skema pembiayaan mandiri untuk mendukung Program Organisasi Penggerak (POP).

Dengan demikian, kedua yayasan yang selama ini bergerak di bidang pendidikan tersebut tidak memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Demi Bisa Belajar Online, Bocah Ini Terpaksa Jualan Cilok untuk Beli Kuota Internet

KONFRONTASI-Darwin, bocah berusia 12 tahun asal Cemani, Grohol, Sukoharjo harus rela mengayuh sepeda berkilo-kilo menjajakan jajanan cilok.

Berjualan menjadi satu-satunya cara agar Darwin mendapatkan uang untuk membeli kuota internet selama sekolah online.

Disaat anak-anak seusianya sibuk bermain, Darwin Jazilin harus menghabiskan harinya berjualan cilok berkeliling kota Solo.

Uang yang didapatkan dari penjualan cilok ia berikan sebagian untuk orang tuanya dan sisanya untuk membeli kuota internet.

LP Maarif NU Anggap POP Kemendikbud Janggal dan Tidak Jelas

K9NFRONTASI-Nahdlatul Ulama memutuskan untuk mengundurkan diri dari program organisasi penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Arifin Junaidi menyampaikan, NU memilih mundur lantaran program yang ditawarkan janggal dan tidak jelas.

“Kami merasa programnya itu tidak jelas, oleh karena itu kami memilih mundur,” ucap Arifin dilansir RMOL, Kamis (23/7).

Ternyata POP Kemendikbud Belum Miliki Payung Hukum

KONFRONTASI-Program Organisasi Penggerak (POP) yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ternyata masih belum mempunyai payung hukum yang jelas untuk dilaksanakan.

Anggota Komisi X DPR RI Illiza Sa’aduddin Djamal menyebutkan, payung hukum belum ada karena Komisi X dan Kemendikbud belum selesai melakukan pembahasan terkait peta jalan pendidikan.

Aneh, Nadiem Berikan Dana 'Gajah' untuk CSR Korporasi Besar

KONFRONTASI-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dikritik karena memberikan dana puluhan miliar untuk organisasi pendidikan milik perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Hibah dana tersebut diberikan dalam program Organisasi Penggerak yang dibuat Mendikbud Nadiem Makarim untuk digunakan dalam pelatihan guru dan kepala sekolah.

Gara-gara Dana BOS, Puluhan Kepsek di Indragiri Hulu Kompak Ajukan Pengunduran Diri

Gegara dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), mendadak 64 Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, meminta mundur. Pengunduran diri dari sejumlah kepsek SMP karena tidak sanggup mengelola dana BOS, yang dinilai ada tekanan dari pihak tertentu.

"Surat permohonan pengunduran diri dikumpulkan dalam tas, dan diserahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Inhu," kata Plt Kepala Disdikbud Indragiri Hulu, Ibrahim Alimin di Rengat, Rabu.

5 Pemain yang Miliki Tingkat Pendidikan Tinggi, Nomor 3 Pegang Gelar Doktor

Konfrontasi - Menjadi seorang pesepakbola ternama membuat segala hal bisa didapatkan dengan mudah. Ketenaran serta gaya hidup mewah menjadi faktor yang tidak bisa lepas dari mereka yang memiliki gaji hingga miliaran perpekan.

Tidak sedikit bahkan yang rela mengorbankan pendidikan demi mengejar ambisi untuk menjadi pesepakbola papan atas. Namun, ternayata tidak semua berpikri demikian. Melansir dari laman Sportszion, Sabtu (11/7/2020), berikut lima pemain yang punya tingkat pendidikan tinggi bahkan hingga mencapai gelar Doktor.

Pages