25 June 2018

pendidikan

Mendikbud: Butuh Waktu Tujuh Tahun untuk Angkat Seluruh Guru Honorer Jadi PNS

KONFRONTASI-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, butuh waktu tujuh tahun untuk mengangkat guru honorer di seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai 736 ribu orang untuk menjadi guru pegawai negeri sipil.

UN SMA 2018: Rata-rata Nilai Matematika, Fisika dan Kimia Turun

KONFRONTASI-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan(Kemendikbud) menyatakan terjadi penurunan nilai rerata Ujian Nasional (UN) jenjang SMA atau sederajat tahun akademik 2017/2018. Penurunan terjadi pada mata pelajaran (mapel) matematika, fisika, dan kimia.

Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan, berdasarkan analisis, ada indikasi kuat bahwa penurunan nilai UN karena dua faktor. Pertama, adanya soal bernalar tinggi atau High Thinking Order Skill (HOTS).

Kepala Sekolah Ditemukan Meninggal Dalam Keadaan Duduk di Ruang Kerjanya

KONFRONTASI-Kepala Sekolah SD Negeri 013 Sepinggan, di Balikpapan Selatan, H Hanafi, ditemukan meninggal dunia di ruang kerjanya di sekolah itu, Jumat malam (4/5).

"Penjaga sekolah yang menemukan sekitar pukul 20.00," kata Wali Kota Balikpapan non aktif, Rizal Effendi, Minggu.

Dosen Harus Mampu Beradaptasi dengan Era Digital

KONFRONTASI-Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 dosen dituntut untuk terus meningkatkan kualifikasi dan kompetensinya. Terutama agar dosen adaptif terhadap perubahan dan tidak gagap teknologi (gaptek) dalam proses pembelajaran sehari-hari.

Ketua DPR Ingatkan Impor Dosen Harus Selektif

KONFRONTASI-Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan bahwa impor dosen asing dari luar negeri, yang belakangan diwacanakan, harus dilakukan dengan selektif dan dengan kualifikasi yang lebih tinggi dibanding tenaga pengajar lokal.

Profesi Guru Kini Rentan Bersentuhan dengan Kasus Hukum

KONFRONTASI-Wakil Rektor Universitas Telkom Bandung, Dr M Yahya Arwiyah SH MH menuturkan, dewasa ini profesi guru sangat rentan berdampak terhadap proses hukum, sehingga diperlukan kecakapan dalam mendidik budi pekerti siswa.

"Tantangan guru dimasa lalu dengan kekinian sangat berbeda. Dimana, seorang guru saat ini bisa saja berimplikasi pada persoalan hukum, sebagaimana yang acap terjadi akhir-akhir ini," katanya di Langsa, Senin.

Hal itu diungkap saat menyajikan materi pada kegiatan seminar nasional perlindungan guru/dosen dan anak didik yang digelar Ikatan Alumni Fakultas Hukum (IKAFAHU) Universitas Samudera Langsa, di aula Cakra Donya, Kota Langsa, Propinsi Aceh.

"Ada beberapa kasus hukum dimana guru dilaporkan orang tua siswa atas sebuah perbuatan tidak menyenangkan, semisal melakukan razia rambut di sekolah," ujarnya.

Karenanya, ia mengingatkan para guru atau tenaga pengajar agar senantiasa cakap dalam memberikan tindakan kepada siswanya, walau hanya bermaksud mendisplinkan atau mendidik budi pekerti.

Dia mencontohkan, kasus yang menimpa Aop Saopudin seorang guru honor di SDN Penjalin Kidul V Kabupaten Majalengka. Dimana guru tersebut ikut merazia rambut siswa yang diangap "gondrong" dalam ukuran sekolah tersebut.

Kemudian, terdapat seorang siswa yang melapor pada orang tuanya sehingga mendatangi sekolah sambil marah dan mencukur rambut Aop Saopudin.

"Tak puas, salah seorang wali murid melaporkan guru Aop Saopudin ke polisi," urai Yahya Arwiyah.

Karenanya, lanjut Yahya, perlindungan hukum terhadap profesi guru diantaranya terdapat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2006.

Sebelumnya, Ketua Umum Ikafahu, Dr Darwis Anatami mengatakan, kegiatan seminar yang dilakukan merupakan rangkaian peringatan HUT Ikafahu ke 30 tahun.

"Harapan kita dengan seminar ini bisa meningkatkan pemahaman guru, dosen dan anak didik terhadap hukum sehingga terwujudnya pendidikan yang berkualitas," ujar dia.

Soal UNBK Terlalu Sulit, Mendikbud Minta Maaf

KONFRONTASI-Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy menyampaikan permohonan maaf terkait soal Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK) yang dianggap terlalu sulit oleh para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).

Seperti diketahui, di dunia maya banyak keluhan soal matematika yang dinilai sulit. Keluhan ini disampaikan kepada pemerintah.

"Saya minta maaf kalau ada beberapa kalangan yang merasa mengalami kesulitan, yang sulit, yang tidak bisa ditoleransi," ujar Muhadjir, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Parah, Rp14 Triliun Dana Riset Digunakan di Luar Peruntukkannya

KONFRONTASI-Besarnya dana riset yang diplotkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ternyata sebagian besarnya tidak tepat sasaran.

Menurut Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, biaya riset yang disiapkan pemerintah sebanyak Rp 24,9 triliun.

Hasil USBN Jadi Pertimbangan Kelulusan Siswa

KONFRONTASI-Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Edy Heri Suasana mengatakan, hasil ujian sekolah berstandar nasional (USBN) akan menjadi salah satu pertimbangan kelulusan siswa dari satuan pendidikan.

"Selain mempertimbangkan nilai yang diperoleh siswa setiap semester, maka hasil ujian sekolah berstandar nasional (USBN) juga akan menjadi indikator dalam menentukan lulus atau tidaknya siswa dari sekolah," ucapnya di Yogyakarta, Rabu.

USBN untuk jenjang SMP digelar pada 9-16 April 2018 dan dilanjutkan pada 23-26 April 2018 untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Hampir semua mata pelajaran yang diajarkan di sekolah akan diujikan dalam USBN, yang meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan.

"Hanya mata pelajaran seperti muatan lokal dan pendidikan jasmani kesehatan yang tidak diujikan dalam USBN," kata Edy.

Jika siswa tidak bisa mengikuti USBN pada jadwal utama, maka siswa masih bisa mengikuti USBN susulan. "Namun, jika tidak mengikuti USBN sama sekali, maka siswa bisa dinyatakan tidak lulus," katanya.

APTISI: Pendidikan di Indonesia Kapitalis, Ujung-ujungnya Uang

KONFRONTASI-Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Dr. Budi Djatmiko mengatakan pihaknya banyak menerima keluhan mengenai konsep orientasi pendidikan di Indonesia.

"Kami memang hampir tiap hari dibombardir aduan-aduan tentang konsep pendidikan kita," ujar Budi dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja dengan Komisi X, di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (14/3).

Pages