Pemukulan

Demo Mahasiswa Berujung Pemukulan, Propam Turun Tangan

KONFRONTASI -   Demo mahasiswa di Bogor, Jawa Barat berujung aksi pemukulan. Tim Propam Polda Jabar bergerak mengusut dugaan oknum polisi memukul mahasiswa.

Demo mahasiswa yang berakhir ricuh ini terekam lewat video yang beredar luas di media sosial. Dalam video itu terlihat seorang mahasiswa dipukuli oleh sejumlah oknum polisi.

Di potongan video lainnya, mahasiswa tersebut diamankan oleh rekan-rekannya. Mahasiswa yang menjadi korban itu tampak berdarah di bagian kepalanya.

Legislator Desak Kapolda Aceh Usut Kasus Pemukulan Anggota DPR

KONFRONTASI -  Anggota Komisi Hukum dan HAM DPR RI asal Aceh M Nasir Djamil mendesak Kapolda Aceh mengusut tuntas kasus pemukulan Anggota DPR Aceh Azhari Cage diduga dilakukan oleh sejumlah oknum polisi.

"Kejadian itu menunjukkan bahwa oknum polisi tersebut tidak paham dengan siapa mereka berhadapan. Karena itu, kami mendesak Kapolda Aceh mengusut tuntas kasus tersebut," tegas M Nasir Djamil dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Banda Aceh, Senin (19/8).

Ronny, Korban Pemukulan Politisi PDIP Herman Hery Kecewa Kerja Kepolisian

KONFRONTASI -  Ronny, korban dugaan pemukulan oleh politisi PDIP, Herman Hery, menduga molornya penanganan laporannya di kepolisian tak lepas dari suhu politik Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Ronny, berkaca pada kasus Caleg Gerindra, musisi Ahmad Dhani Prasetyo yang diproses hukum atas kasus ujaran kebencian.

"Dhani divonis 1,5 tahun dan terburu-buru aparat hukum memproses kasus Dhani lainnya di Surabaya," ujar Ronny melalui keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Ditempeleng Oknum TNI, Ini Alasan Bripda Yoga Tak Melawan

Konfrontasi - Anggota Polisi Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Bripda Yogi Vernando, memaafkan tindakan Serda Wira Sinaga, oknum TNI yang mengamuk dan memukulnya beberapa waktu lalu.

"Pada pukul 19.30 WIB Katim Intel Komando Resor Militer 031/Wirabima sudah minta maaf atas nama Komandan Korem. Saya berlapang dada memaafkan segalanya," kata Yogi Vernando di Pekanbaru, seperti dilansir Antara, Jumat (11/8/2017).

Ngotot Minta Proyek, Politikus Hanura Bonyok Ditonjok PNS

KONFRONTASI-Aksi baku pukul menyebabkan anggota Fraksi Partai Hanura DPRD Muarojambi, Samsul Bahri, mengalami luka lebam pada bibir dan mata lantaran terkena bogem salah seorang pegawai Dinas Pertanian dan Holtikultura Muarojambi, AS (56), di salah satu ruangan kantor dinas tersebut, kemarin.

Ia pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Sekernan. Apa penyebabnya?

Pengakuan AS, seperti dialnsir Jambi Independent, pemukulan terhadap Samsul itu dilakukannya karena membela diri.

“Dia yang datang ke kantor saya ribut-ribut, terus nantang saya berkelahi, ya, saya ladeni. Kan dia yang datang ke rumah (kantor, red) saya. Kalau saya yang ke dewan, berarti saya yang nyerang ,” ungkap AS, ditemui di rumahnya, kemarin sore.

AS bercerita, penyebab konflik antara dirinya dengan Samsul dipicu masalah kegiatan pembangunan atau proyek di Dinas Pertanian dan Holtikultura Muarojambi.

Menurutnya, proyek Belanja Jaring Padi Sawah senilai Rp 832,64 juta, dipaksakan Samsul agar diserahkan kepada dirinya. Padahal, proyek itu belum ditender. Malah, belum ada proses kontrak.

Sepengetahuan dirinya, meski belum diproses, Samsul telah lebih dulu mengadakan jaring tersebut sejak beberapa bulan lalu. Ini menyalahi aturan.

Mestinya, proyek baru dikerjakan kalau sudah ada proses tender atau sudah kontrak antara dinas dengan penyelia bersangkutan. “Dia (Samsul, red) ini kelewatan. Proyek belum tender sudah dikerjakan,” tuturnya.

Bahkan, ketika AS mengecek ke salah satu gudang milik Samsul, diketahui bahwa jaring padi tersebut sudah ada di dalam gudang tersebut.

“Sudah dibelinya. Ini bukti fotonya,” ujar AS sambil menyerahkan tiga lembar foto yang menggambarkan alat-alat jaring berwarna putih kepada Jambi Independent.

AS juga menyerahkan salinan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Muarojambi 2017, formulir 2.2.1.

Sebagai sahabat, jauh-jauh hari AS sudah mengingatkan Samsul agar tidak memaksakan kehendak. Apalagi, proyek itu berada di dinas tempat ia bekerja.

Tetapi, AS menilai Samsul tidak mau mendengarkan saran darinya. Sejak itu ada ketegangan antara dirinya dengan Samsul.

Buntutnya, kemarin pagi, Samsul datang ke kantor Dinas Pertanian dan Holtikultura, Komplek Perkantoran Bukit Cinto Kenang, Sengeti, Muarojambi.

Maksud kedatangan Samsul meminta agar proyek pengadaan jaring tersebut segera dikontrak. Samsul diakui AS datang dengan wajah tak bersahabat sambil menekan salah seorang pegawai dinas.

Menyadari itu, AS datang untuk melihat apa yang terjadi. “Tiba-tiba dia bilang, kau nak ngapo? Seolah-olah ngajak ribut,” tutur AS. Karena perkataan itu, emosinya jadi terpancing dan akhirnya memukul Samsul.

“Kalau baik-baik kita terima. Ini dia datang seenaknya nekan-nekan orang. Saya cuma bela diri, ini rumah saya, kantor saya, masak orang nyerang saya diam saja,” tutur salah satu koordinator penyuluh lapangan ini, lagi.

“Selain itu, proyek ini mestinya tender, tapi dipaksakan agar penunjukan langsung (PL), sehingga kegiatan dipecah-pecah oleh dia (Samsul, red),” tambahnya.

Pada saat kejadian, ada seorang saksi yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Yakni Lutfi, salah seorang PPK di Dinas Pertanian dan Holtikultura Muarojambi.

Dihubungi via ponselnya semalam, Lutfi terkesan hati-hati menjawab pertanyaan Jambi Independent terkait kejadian itu.

“Saya sudah memberi keterangan kepada Polsek Sekernan. Nanti yang menerangkan kepada wartawan Kapolsek,” ujar Lutfi.

Sekali Hantam, Bule Jerman Bikin Tewas Lawannya di Bali

Konfrontasi - Luar biasa keras pukulan Giuliano Lemoine, wisatawan asal Jerman yang tengah berlibur di Bali. Betapa tidak, sekali pukul, lawan yang tengah berseteru dengan pria 21 tahun itu langsung jatuh terkapar hingga tewas.

Adalah Steven Djingga asal DKI Jakarta yang tewas di tangan Lenoine. Kapolsek Kuta, Komisaris Polisi I Wayan Sumara menjelaskan, peristiwa itu bermula saat korban dan pelaku sama-sama dugem di sebuah diskotek di Jalan Legian, Kuta.

2 Kelompok Jemaat Gereja di Pekanbaru Terlibat Adu Jotos

Konfrontasi - Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Huria Sumber Sari di jalan Rokan Rt 1 Rw 6 Kecamatan Lima Puluh mendadak rusuh pada Minggu (15/5/2016) pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Hal ini karena jemaat gereja yang terbagi dalam dua kubu terlibat saling pukul hingga beberapa orang mengalami luka dan memar di bagian tubuhnya.

Petugas Kepolisian yang mendapat informasi pertikaian antara dua kelompok itu langsung turun ke lokasi untuk melerai dan mencegah agar bentrokan susulan.

Tengahi Amukan Warga Grebek Kos-Kosan, Wartawan Kena Pukul

Konfrontasi - Sejumlah warga yang geram akan tingkah laku seorang pemuda yang sekamar dengan perempuan yang diduga kekasihnya di Desa Keramatmulya RT 05 RW 10, Kecamatan Majasem, Kabupaten Cirebon, melakukan penggerebekan di kamar kos tersebut.

Namun, naas bagi seorang jurnalis nasional yang diketahui bernama Khaerul Izan (25) yang kamar kosnya berdekatan dengan pemuda itu menjadi korban amukan warga pada saat penggerebekan.

Tolak Bayar Parkir 4 Ribu Rupiah, Penghuni Apartemen Terlibat Adu Jotos

Konfrontasi - Tolak membayar parkir, penghuni Apartemen Green Pramuka City baku hantam dengan petugas ke amanan di apartemen yang beralamat di Cempaka Putih, Jakarta Pusat tersebut.

Kasie Humas Polsek Cempaka Putih, Aiptu Ruslan menjelaskan, kejadian tersebut bermula dari seorang penghuni apartemen yang belum diketahui identitasnya tidak diizinkan meningalkan apartemen menggunakan kendaraannya lantaran belum membayar uang parkir senilai Rp4 ribu.

Ini Efek Jangka Panjang "Spank" Kepada Anak

Konfrontasi - Menghukum anak dengan cara memukul lebih banyak dilakukan oleh orang tua zaman lampau. Namun tak dimungkiri, metode hukuman ini masih banyak diterapkan oleh orangtua di era modern seperti sekarang.

Sebenarnya, pukulan menjadi bagian dari hukuman orangtua pada anak, hingga sekarang masih menuai perdebatan di kalangan guru, psikolog dan orangtua.

Pages