Pemilu Jurdil

MK Tidak Peduli Pemilu Jurdil, Abaikan MK !

Oleh: Radhar Tribaskoro

 

 

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zulfa mengatakan dalam sebuah diskusi bahwa (1) banyaknya bukti bukan faktor yang menentukan dalam memenangkan gugatan, dan (2) yang dibutuhkan adalah bukti yang relevan (dengan penambahan/pengurangan suara) dan secara signifikan bisa mengubah hasil pemilu. Terakhir (3) Hamdan Zulfa menekankan bahwa selisih suara yang besar adalah kendala yang besar untuk memenangkan gugatan. (Lihat https://bit.ly/2YC5pjq)

Advokat Senior Dr. Maiyasyak Johan: Kecurangan Bisa Mendiskualifikasi Capres

KONFRONTASI- Advokat senior, Dr. Maiyasyak Johan, SH, MH, memberi tanggapan tentang paparan "Fakat-fakta Kecurangan Pilpres 2019" yang diungkap Prabowo-Sandi di Hotel Grand Sahid, Selasa (14/5/2019).
 Maiyasyak Johan adalah "jagoan tua", yang dulu dipenjara orde baru bersama doktor Mochtar Pakpahan. Namun, meski tua, saatnya turun gunung.
 Sebagai kader alm. Adnan Buyung Nasution, bergelar doktor, eks komisi III DPR RI, tidak mungkin tahan hanya berdiam diri.
 Berikut tulisan Dr. Maiyasyak Johan, SH, MH yang diposting di akun fbnya:

Aksi KB UMJ: Pemilu Jurdil Lahirkan Pemimpin Berdasar Nilai Pancasila

KONFRONTASI -   PEMILU 2019 merupakan torehan sejarah bagi rakyat Indonesia dalam menentukan nasib bangsa dan negara ke depan serta untuk kehidupan generasi-generasi selanjutnya.

Maka kita dapat pastikan bahwa kondisi saat ini kita meyakini apakah kita tetap ingin merasakan penderitaan yang terjadi selama ini ataukah kita ingin melepaskan belenggu penjajahan yang sudah menggeruk habis sumber daya alam dan manusia
Indonesia atas nama intervensi asing.