Pemerintah AS

Balas Dendam, Peretas Iran Bobol Website Pemerintah AS

KONFRONTASI -   Situs resmi pemerintahan Amerika Serikat dibobol oleh peretas asal Iran. Peretas tersebut memasukkan foto Presiden Donald Trump yang dimanipulasi. Di foto tersebut, Donald Trump terlihat sedang ditonjok dari samping dan mengeluarkan darah melalui mulutnya. Mengutip The Sun, Minggu (5/1/2020), situs yang diretas adalah Program Perpustakaan Penyimpanan Federal pemerintah AS. Tidak hanya foto Trump, peretas juga menyisipkan pesan berisi ancaman dalam konten yang dibuat.

Pemerintah AS Lakukan Serangan Siber ke ISIS

KONFRONTASI - Pemerintah AS mulai melakukan serangan siber ke ISIS, begitu lapor New York Times. Menurut Times, US Cyber Command telah ditugaskan untuk melakukan penyerangan ini. Tujuan dari serangan siber ini adalah untuk mengacaukan komunikasi, rekrutmen dan keuangan ISIS.

Pihak pemerintah AS juga berharap, dengan mendiskusikan rencana serangan siber ini secara terbuka, anggota ISIS akan meragukan keamanan dari komunikasi mereka sendiri.

Twitter Gugat Pemerintah Amerika Serikat

KONFRONTASI - Twitter menggugat pemerintah Amerika Serikat terkait Undang-Undang (UU) Pengawasan. Sebab, berdasarkan konstitusi itu, Twitter tidak dapat mengungkapkan informasi tertentu soal permintaan pemerintah tentang data pengguna yang terkait keamanan nasional.

Menurut Twitter, peraturan tersebut melanggar kebebasan berbicara seperti yang dimuat dalam Amandemen Pertama Konstitusi Amerika. Perusahaan mengatakan, pihaknya membawa kasus ini ke pengadilan untuk memaksa pemerintah lebih transparan tentang permintaan data pribadi.